Sekilas Info
Home | Inspirasi | ARCANDA & KTP ABAL2 DARI

ARCANDA & KTP ABAL2 DARI

Heboh Arcanda, Gloria dan heboh KTP abal-abal dari imigran gelap eks negri berpaspor dg sampul People’s Republic of China ada yang memandang sebagai masalah konstitusional sepele, ada yang memandang masalah konstituional teramat serius. Anda ada di posisi mana ?  

Yang jelas Presiden RI – pak Jokowi  terkait Arcanda Tahar sebagai mentri ESDM telah memberhentikan dengan hormat.  Kalau soal bagaimana sikapnya soal hebot KTP abal2 itu ? ….kulo mboten ngertos.

http://www.football5star.com/berita/uefa-euro-2016-jelang-semifinal-uefa-laporkan-peredaran-tiket-palsu-meningkat/77570/

http://www.football5star.com/berita/uefa-euro-2016-jelang-semifinal-uefa-laporkan-peredaran-tiket-palsu-meningkat/77570/

Pripun “Sepakbola” Niki. Saya tidak paham benar, apakah ini hal yg sepele atau tidak sepele. Yang aku pahami,  ini menyangkut soal kejujuran dan konstitusional. Bagaimana pendapat Anda dengan ilustrasi berikut ini ?

Seseorang yang tidak memiliki tiket nonton liga primer, lalu mencetak tiket abal2 (entah usaha sendiri atau berteman dengan oknum panitia tiket bola).

Akhirnya bisa mengelabui orang lain terutama masyarakat awam (kalau terkait penjaga bolehjadi paham cuma tutupmata, mungkin juga sebagia telah dan akan dikasih sogokan).

Pripun Pak ? jujur mboten pak ? berbahaya mboten Pak ? merugikan mboten Pak ? Monggo.

Ini bisa juga tiket pesawat terbang, tiket nonton konser, dsb.

Apalagi tempat duduk VIP – dipesawat mungkin klas eksekutip/bisnis/utama.

EnglandvIcelandRound16UEFAEuro2016Ze8IYWrurrcl

http://www.football5star.com/euro-2016/uefa-euro-2016-tiket-perempatfinal-habis-terjual-uefa-waspadai-tiket-palsu/76503/

Seseorang yang karena suatu sebab, tidak lagi punya tiket untuk nonton apalagi duduk di kursi VIP liga primer.

Lalu ada pejaga tiket yang memandang atau pernah diyakinkan orang lain bahwa orang itu dikenal analis sepakbola dan selayaknya dimemasukan untuk duduk di kursi VIP.

Keduanya (yang disusupkan maupun yang menyusupkan langsung dan tidak langsung) paham bahwa itu menyalahi aturan (konstitusi dalam industri persepakbolaan).

Namun dengan cara2nya, penjaga tiket itu akhirnya “berhasil” menjadikan tontonan itu sebagai amat berpotensi menjadi cemerlang.

Yakni dengan menyelinapkan orang yang dipandangnya sebagai “pakar sepakbola” itu ke area VIP.

Pripun Pak ? jujur mboten pak ? berbahaya mboten Pak ? merugikan mboten Pak ? Monggo.

http://www.yoyochinese.com/blog/What-Does-Losing-Face-Mean-Importance-Face-Chinese-Culture

http://www.yoyochinese.com/blog/What-Does-Losing-Face-Mean-Importance-Face-Chinese-Culture

Kasihan.  Kasihan orang yang dinobatkan sebagai pakar dan kasihan juga orang yang mudah gumunan, mudah percaya dan diyakinkan tanpa melakukan crosscheck serta mengabaikan aturan/konstitusi persepakbolaan.

Sungguh kasihan “the prince” yang (bolehjadi) tidak tahu menahu soal itu namun semua penonton menyoraki kebodohannya.

Sungguh bahaya jika “the prince” ternyata sudah tahu sejak awal rencana pelanggaran aturan di industri persepakbolaan itu.

Kejujuran itu konon dasar dari semuanya.  Sehebat apapun, sepakar apapun, sepopuler apapun, kalau hal yang satu ini hilang, maka sudah menjadi manusia berbahaya.

Kejujuran itu amat mendasar, bukan saja di dunia kebaikan, namun mendasar juga bagi boss di dunia kejahatan.

Kepala gengster pun mencari orang kepercayaan dengan syarat JUJUR dan tidak ingin berkhianat.

Sekali mengambil uang jarahan tanpa ijin Don Corleon, atau sekali punya modus berkhianat, maka  DOR. Tanpa ampun.

Gambar-Dp-BBM-Bahasa-Jawa-Kocak-Abis-Aku-Rapopo 1Nah kalau ini menyangkut pejabat publik pembuat kebijakan yang menyangkut kekayaan negara, menurut Anda bagaimana ?

Jadi apapun : penonton sepakbola, penjaga tiket, sampai menjadi “the prince”, sebaiknya ingat pepatah leluhur seperti :

  • Bejo bejaning sing eling, bejobajaning sing lali, luwih becik sing eling lan waspodo.
  • Ojo gumunan, oo kagetan, ojo dumeh, dsb

Monggo !!!

Pemilihan Demang . Sekumpulan anak2 Muda (AM) dan kyai Mursyid (KM) tengah berbicang2 soal yang sama sekali tidak ada hubungan dengan Arcanda dan KTP abal2 itu, yakni pemilihan Demang.

Namun sepertinya bincang2 itu bolehjadi bermanfaat untuk memudahkan siapa saja menempatkan diri dalam memandang segala sesuatu, khususnya terkait pemilihan pemimpin.

http://www.anakcemerlang.com/2015/07/si-jampang-pendekar-betawi-cerita.html

http://www.anakcemerlang.com/2015/07/si-jampang-pendekar-betawi-cerita.html

Demang itu kalau di Indonesia ya mirip dengan kepala daerah

Topik  AM KM ternyata juga tidak  ”jauh” dari soal pemilihan Demang itu.

Yaitu  topik yang sering dibahas santri sampai orang2 abangan, yaitu : sidiq, amanah, tabligh, fathonah, akhlaq, dhoif.

AM : kita pengin denger soal pildang (pemilihan Demang), baru pengin tahu soal maksud dari masing2 istilah itu pak kyai ?

KM : kita mulai dari yang umum2 dulu ya ….. nanti kalau aku keliru silakan dikomen ya !.

AM : siyap !!!

Kyai Mursyid menjelaskan bahwa kapabilitas/expert, bertanggung jawab,  termasuk ketegasan ( bagian dari Amanah). Close and Populer dg publik. merakyat, suka blusukan, termasuk kebijaksanaan (bagian dari Tabligh). Penguasaan ilmu dan pengetahuan termasuk sosiologi (bagian dari Fathonah) .

Namun semua itu menjadi tanpa makna bagi kehidupan yang baik dan bermanfaat bagi rakyat (kemaslahatan ummat), jika tidak ada kejujuran (bagian dari Sidiq).

Dan dii atas kejujuran itu ada Ahlaq yang mewarnai semuanya.

Orang Hebat. Orang yang dianggap hebat penguasaan ilmu dan pengetahuan itu hanya satu segmen kebutuhan leadership, baru soal fathonah.

Christopher-Reeve-in-SupermanOrang hebat kepakarannya dan bisa dekat dan mampu menjelaskan ke siapa saja, dari rakyat hingga pejabat, dari santri hingga abangan, dari ustadz hingga bandit, dsb (bagian dari tabligh) itu hanya memenuhi dua segmen penting dari leadership. Yakni Fathonah dan Tabligh.

Bisa jadi orang yang memilki kecukupan Fathonah dan Tabligh itu,  sebenarnya orangnya dhoif, orang yang lemah, yang tidak cakap, tidak kapabel sebagai leader, suka tinggal glanggang colong playu, cuci tangan, tidak mau bertanggung jawab  (belum mencukupi disebut Amanah)

Tanpa kejujuran, maka kapabilitas/expertnya, kemampuan berkomunikasinya yg close & populer, sampai kepandaian/kepahaman ilmu dan pengetahuannya, amat mungkin digunakan untuk kepentingan dirinya atau kepentingan pihak tertentu.

Ahlaqul Karimah. Diatas kejujuran itu ada yang namanya ahlaq. Akhlaq yang mulia (kariim) akan membuat semua kemajuan dan progersnya dikelola ke arah mulia (baek, maju, jaya, adil, dsb)

Ahlaq yang tidak mulia bisa menyerupai smart chameleon (bunglon cerdas ) – mirip pesawat cerdas yang mampu tiba2 menghilang di awan namun siap menyerang kapan pun juga mampu menghilangkan secara tiba2 apapun itu. Manusia ini juga mampu membuat fatamorgana, mampu membangun pesona yang berbeda 180 derajat antara yang ditampilkan dengan yang sesungguhnya ada di dalamnya.

Mungkin dalam bahasa lain disebut munfaik bin jahiliyah

Meski memilih orang bododh (dhoif) sebagai pemimpin itu juga suatu kebodohan (mendekati jahiliyah), namun memilih orang munafik itu lebih berbahaya (amat jahiliyah) ketimbang memilih orang yang bodoh.

Jangan pilih pemimpin secara jahiliyah maupun mendekati cara jahiliyah.

Begitu apa begitu ya ?

Ya Emangbegitu

 

 

Scroll To Top