Sekilas Info
Home | Menjalani Kehidupan | BERDEMOKRASI

BERDEMOKRASI

demokrasi cober web

Demokrasi itu bagaimana ya ? satu nyawa satu suara? tanpa diskrimasi ? atau apa ? ……………………….. …… …….. ………

Demokrasi web1 Kisah di sebuah keuarga yang sangat demokratis. Egaliter adalah nafas keluarga ini, semua memiliki hak suara yang sama, tanpa diskrimansi, tanpa paksaan, tanpa intimidasi.  Bisa dikatakan, semua keputusan keluarga ini dilakukan melalui proses voting  dengan system”satu nyawa satu suara, kesamaan derajat, tanpa diskriminasi, pinter bodho podho wae”.  Luar biasa !!!. Ada ayah, ada bunda, ada Toni (SMA klas II IPS), Reni ( SMP klas III ) dan Donny ( SD klas V ), serta Vero ( house keeper ) dan Randy ( driver ) , model yang dimimpikan oleh banyak kalangan.

Bulan Mei, ada harpitnas ( hari kejepit nasional ),  keluarga ini memiliki rencana kegiatan : belajar intensif, piknik, dan nyobain resto baru. Si ayah meminta semua anak-anaknya untuk meningkatkan semangat belajar dan intensif berlatih soal-soal atau belajar bersama. Namun anjuran ini diprotes keras secara hampir serempak, karena sudah melanggar azas mendasar demokrasi sekaligus melanggan HAAKB ( Hak Azasi Anggota Keluarga Besar ).

Sebagai orang terdidik dan dikenal paling getol menjunjung demokrasi, maka si ayah legowo menerima kenyataan kehidupan cara baru.  Kini keluarga ini harus memutuskan, rencana mana yang harus dijalankan, karena semua program itu merupakan aspirasi dari seluruh elemen keluarga ini.  Sebagai keluarga yang demokratis, maka dilakukan voting.

Hasilnya sbb : belajar intensif ( 1 suara ), piknik ( 4 suara ) dan nyobain resto baru ( 1 suara ) dan abstain ( 1 suara ).  Lengkap dan dewasa sekali mereka dalam menjalankan demokrasi. Sesuai dengan azas demokrasi, maka keputusannya adalah piknik ( mendapat suara terbanyak ).

Si ayah protes, karena melihat elemen keluarga ini sudah melenceng dari kehidupan yang baik. Belum menjelaskan apa yang menjadi alasannya, Toni menyela “eit … ayah lupa, ini demokrasi”, disaut Reni “Ayah nggak boleh memaksa kami untuk menuruti kemauan Ayah, itu namanya pemaksaan, terlebih jika dengan intimidasi”, juga tak lupa Randy ( driver ) menambahkan “iya boss, saya juga belum pernah ke lokasi rekreasi itu, wajar dong saya kepingin, ini demokrasi boss!!” dan penutup pembicara adalah si bunda “Kangmas nggak boleh sedih, ini menunjukan bahwa mas telah berhasil mendidik demokrasi keluarga, kita kan keluarga modern, bukan keluarga abal-abal. Sudah legowo saja menerima ini”

WEB DEMOKRASI

Singkat kata, keluarga ini piknik selama seminggu. Budget holder program ini adalah Ayah. Total pengeluaran masih dalam koridor APBK ( Anggaran Penerimaan dan Belanja Keluarga ), jadi secara management bisa dikatakan keluarga ini mencapai target atau menjalankan program sesuai sasaran. Luar Biasa !!!

Bulan Juni, invoice tagihan kartu kredit ( punya ayah, punya bunda dan extention card Toni ) datang. Total jendral, tagihan itu setara dengan 3 kali take home pay keluarga ini. Rapor sekolahan juga diterimakan, hasilnya hanya Donny yang rata-2 nilainya diatas rata-2 kelasnya, sementara Toni jeblok nggak ketulungan, Reni hanya dua pelajaran yang nilainya mendekati hancur lebur.

Meski demikian, Toni tetap nyaman melakukan chatting dengan tetangga deket dan tetangga jauh dan nge-game, Reni tambah rajin keluyuran ke mal bersama tetangga deket dan tetangga jauh, dan Donny yang lugu menjadi bingung karena semuanya kakaknya seperti nggak peduli sama prestasi belajarnya.  Sang bunda langsung menyalahkan si ayah, Toni dan Reni yang dianggap sudah tidak peduli pendidikan “Kangmas, sebagai kepala keluarga mestinya kangmas tegas dong. Kalau sudah begini bagaimana coba”.

Si ayah yang sejarah kehidupannya diliputi nilai-nilai pendidikan dan keluhur-budhian, dan sejak awal ingin memutuskan program belajar intensif yang harus dijalankan, menjadi trenyuh melihat kenyataan hasil dari penerapan konsep keluarga baru.

Tetangga deket dan tetangga jauh keluarga ini yang hobbynya memantau dan nggerecokin, tertawa terpingkal-pingkal melihat suasana keluarga yang semula hebat menjadi seperti ini   “Ya ya ya, we agree !!! that’s funny family or may be it’s crazy family”.

demokrasi web colse

Ya Emang begitu

Scroll To Top