Sekilas Info
Home | Inspirasi | BLACKBERRY : SATRIA PININGIT ?

BLACKBERRY : SATRIA PININGIT ?

Satria Piningit,  terkesan sangat njawani, padahal itu universal lho……….. manakala ada situasi foggy, semua serba mungkin sekaligus serba nggak pasti, maka  disitulah  ………….. 

Menunggu Satria Piningit. Dunia telco sedang mengalami gonjang-ganjing jilid II, meski demikian bisa terjadi dalam waktu dekat atau beberapa waktu lagi, kecuali ada moment khusus yang menguntungkan calon “penguasa baru” – yakni munculnya satria piningit.  Disisi lain, perubahan itu adalah suatu keniscayaan yang harus menjadi kesadaran semua pihak untuk mempersiapkan segala sesuatunya.

Contoh perubahan dengan datangnya satria piningit adalah  saat ada “gonjang-ganjing I” rezim tekno telco di tahun 1995 dimana muncul satria piningit yang bernama GSM. Ia sebelumnya sangat tidak terendus sebagai bakal menjadi penguasa, bahkan saat dibicarakan pun, masih teringiang betapa hanya sebagian orang serius memperhatikan dan bersedia untuk menjadi bagian dari perubahan.

GSM hanyalah sesuatu yang sangat kecil dan dipandang sebelah mata oleh elit penguasa maupun mereka yang saat itu merasa paham dan berkecimpung di dunia telco, seolah mereka sedang mabok revenue dari legacy bisnis saat itu - incumbent operation seperti AMPS, Pager, Telex, SLI, SLJJ, Telepon Umum Kartu/Coin, Wartel, dsb yang memang secara fakta (saat itu) merupakan “mesin pompa” revenue yang sangat handal.   Bisa dikatakan, mau dilakukan sambil berdendang  lagu apa pun dan berjoged gaya apa saja, revenue akan earning secara “bling-bling”.

GARUDA SUGARDO & SLANKERS

Bicara masa depan telco mobile (saat itu) hampir semua menjawab : D-AMPS, WLL atau serupa itu, nyaris tidak ada yang menjawab GSM (sebab saat itu GSM juga baru berupa Group Study yang memfokuskan Mobilephone). Apalagi membicarakannya sebagai sebuah bisnis yang bling-bling.  Di Indonesia, ada orang2 “nekad dan kepala batu” yang ngotot pengin hadirkan GSM yang meaningful bagi membuka keterisolasian sekaligus modernisasi telco secara merata diseluruh negri.  Ia mengajak siapa saja yang dipilihnya untuk menjadi “relawan”,  karena dia telah “mencium” bau datangnya angin kemudahan mobilty, ia adalah Garuda Sugardo.

gs0010

Garuda Sugardo (tengah), saat courtessy ke HB X tgl 25 Oktober 1996, sekaligus mohon diberi nama yang meng-Indonesiak-an Business & Service Center – graPARI.

Disebut “relawan” karena  suasana bathinya senang melakukan tugas dan mencintai pekerjaannya itu. Meski terkadang terkena marah, namun semangat kerjanya tetap tinggi dan bekerja itu kepuasan bathin, tidak berpikir apakah ada uang lembur, uang SPJ, uang bensin, nginep di hotel berbintang atau sejenisnya sebagaimana umumnya sekarang.

Roll out berjalan dengan kecepatan yang saat itu luar biasa. Contoh, untuk mendirikan BTS dg tower setinggi 75m, “tradisi” telco di Indonesia saat itu, membutuhkan waktu pembangunan sekitar 6-8 bulan per tower dg tim yang lengkap. Garuda Sugardo meminta dirubah, tim seadanya, satu orang ditarget membangun 6-8 BTS & towernya per bulan.

Untuk membangun Sentral Mobilephone (MSC termasuk BCS) hanya boleh dalam hitungan minggu. Perintah itu jelas dan dikontrol ketat oleh Garuda Sugardo, vendor (asing mauapun local)  juga sangat support.

Jangan ditanya apakah waktu itu ada GPS secanggih sekarang, ada pengukur Line of Sight secanggih sekarang, mesin cor semen (molen) dan jenis semen secanggih sekarang, dsb. Jangan pula kira, ada mobil dinas seperti sekarang. Nyaris semua “relawan” merelakan kendaraan pribadinya untuk mendukung tugasnya sendiri.

Dan …. satria piningit GSM itu pun muncul ke permukaan. Dalam waktu relatip sekejap mampu membangun “tsunami” yang merontokkan banyak pulau2 atol dan sekaligus membentuk Super Benua GSM. Dan sejak saat itu pula,  siapa pun dapat menjadi “warga negara”  Super Benua GSM. Identitasnya adalah IMSI dan MSISDN. Dengan identitas itu, maka siapapun dapat saling berkenalan dengan leluasa berkelana di seantero jagad bumi.

Sebagai benchmark suasana bathin para “relawan”  yang dikomandoi Garuda Sugardo saat itu, mirip lirik  lagu Mars Slank (meski tidak sejaman, duluan para relawan). Liriknya begini :

Di sini tempat cari senang
Salah tempat kalo kau cari uang
Di sini orang-orang penuh kreativitas
Tempat orang-orang yang terbaik

Di sini bukan anak-anak malas
Tempatnya para pekerja keras
Di sini bukan anak-anak manja
Sedikit kerja… banyak mintanya

Kerja… kerja… ayo kita kerja
[ Lyrics from: http://www.lyricsty.com/slank-mars-slanker-lyrics.html ]

Dalam waktu kurang dari 4 tahun, Satria Piningit GSM telah membumi-hanguskan AMPS, Pager, Telex, WLL, Pos, Telegram,  dan nyaris pula membuat fixphone menjadi artefact. Padahal semua yang terkait dengan AMPS, WLL, Pager. dsb  yang sangat digadang2 saat itu, terus dipoles dan sudah bebenah dan berdandan merubah diri menyongsong masa depan yang mereka perkirakan (waktu itu) dengan men-digital-isasi semua aspek.

Satria Piningit Jilid II

Jaman gonjang-ganjing jilid II di jagad telco (yang boleh jadi akan terjadi sebentar lagi) akan memunculkan satria piningit baru. Jika proses terjadinya super benua GSM melalui tsunami yang memporak-porandakan semua pulau-pulau atol, mungkinkah jilid II ini akan membentuk super galaxy melalui badai dan hujan meteor ?

Silakan cerna.  Sinyal-sinyal atau badai-badai yang terjadi di negri kahyangan teknologi telco&IT ( Eropa, Amerika, China, Korea, dsb) begitu banyak bermunculan. Negri penonton ( negri2 yang tidak memiliki basis industri pabrik instrumen berteknologi telco&IT) semestinya mewaspadai adanya “perang bintang” itu untuk bisa “menebak” apa dan bagaimana serta darimana satria piningit itu akan muncul.

Dibawah ini adalah beberapa “lintasan meteor” dimaksud :

  • RIM melakukan pemangkasan jumlah (lay-off) ribuan karyawan, disusul Siemens, dan boleh jadi ada lagi yang telah/akan melakukan serupa.
  • Perusahaan IT Amerika mencaplok pabrikan telco Eropa. Heboh saling mendepak antar pemegang saham terhadap pendiri perusahaan IT ternama di Amerika, dan berbagai kehebohan lainnya.
  • Skype, Kakau Talk, Bistri, dan berbagai aplikasi yang memiliki kapabilitas serupa dg produk2 operator incumbent (GSM). FB, Foursquare, Linked-In, Tweeter, dan berbagai sosmed yang berpotensi mampu menggantikan SMS dan IM.
  • Email account sebagai ID,  PIN BB sebagai ID, dan berbagai potensi ID lain dari platform IT yang mampu menggantikan peran MSISDN dan IMSI dalam hal mencari keberadaan sekaligus mendeteksi peralatan atau aplikasi apa yang memungkinkan untuk berkomunikasi. Routing bukan lagi mencari nomor MSISDN, tapi sudah lebih simple sekaligus lebih fleksible.

Contoh sbb :

  • Unified Communications (UC)   Awalnya difokuskan pada upaya mengintegrasikan bersama dalam dashboard tunggal komunikasi antar user secara real time (suara dan video), lalu mendekati real time (instant messaging atau “IM”), dan asynchronous (email, fax) komunikasi dengan akses cepat ke status keberadaan rekan (di dalam / di keluar dari kantor, dalam rapat, di telepon, dll) dan moda komunikasi yang memungkinkannya.  Kini, UC telah diperluas kegunaannya untuk kebutuhan yang sifatnya bareng2 (audio/video conferencing, web meetings, and desktop sharing) serta fungsi jejaring sosial seperti  user profiles, skills search, and collaborative workspaces.

Badai atau hujan meteor dari langit sudah berjatuhan mengambil oksigen yang ada di super benua GSM.

BlackBerry mau kemana ya ? Research in Motion (RIM), mengumumkan pemutusan hubungan kerja ( lay off ) terhadap 2.000 karyawannya. Jumlah tersebut adalah sekitar 11% dari seluruh karyawan RIM.  kenapa ? apa alasannya ?  Sudah begitu, disusul Siemens mem-PHK sekitar 15.000 karyawan. Lalu siapa lagi ? memangnya sedang ada apa ? “Untuk pemangkasan jumlah karyawan di Jerman sendiri meliputi 2.000 posisi pada divisi industri perusahaan, 1.400 energi, 1.400 untuk bagian infrastruktur dan 200 untuk divisi lainnya”, kata juru bicara perusahaan.

Pengamat   Jan Dawson – analis telco dari Ovum mengatakan sbb : Yet not only are there questions about the offer, several analysts say it is not clear how the Fairfax group could stem BlackBerry’s rapid decline or stabilize the company.“Last week was essentially an announcement that they are leaving the handset business,” said Jan Dawson, a telecommunications analyst with Ovum. “But pick any market they’re trying to go into and there are strong, entrenched competitors.

Dulu RIM itu telah mencapai teknologi pager yang memiliki fungsi canggih untuk jamannya, meski di Indonesia, merk RIM sepertinya tidak terlalu dikenal. Pager yang paling populer itu merk Motorola. RIM itu Research In Motion, dari namanya mengisyaratkan adanya habit atau culture untuk selalu meriset, tidak hanya secara statis, namun juga secara dinamis, mobile, motion, dsb.

Keberhasilan RIm bermutasi dari RIM yang memproduksi pager ke RIM yang memproduksi ponsel RIM lalu bermutasi lagi menjadi menjadi RIM Blackcerry dan menjadi salah satu penguasa lifestyle dunia di bidang Instant Messeging (IM) yang dilabel dengan nama BBM, menjadi over the top yang menawarkan produk persis dengan produk operator yang ditumpangi dan bersifat ekslusif lagi, namun … kok malah menjadi lifestyle.  Luar … biasa. Apakah ini yang dimaksud  kekuatannya ?    mereka yang di level strategis di BB’s Headquarter yang paling paham tentang kekuatan RIM BB itu atau malah pihak kompetitornya ?.

Siemens Mau Kemana ya ? Pemecatan sekitar 15.000 pekerja Siemens sebagian kalangan memandang sebagai kehebohan menyusuli RIM BB sebelumnya melakukan pemecatan terhadap ribuan pekerjanya. Namun, jika dilihat secara makro, maka jumlah itu “hanya” setara dengan 4% dari seluruh pekerja yang dikaryakan oleh Siemens

Di industri telco, khususnya di pasar GSM, Siemens dikenal menjadi jawaranya disemua aspek, mulai dari jaringan, power supply sampai ke end user terminal. Seiring dengan maraknya produk end user terminal dari negri-2 di Asia seperti Korea, China dan baru2 ini juga Indonesia mulai mencoba melakukannya,  merk Siemens tidak lagi mendominasi di etalase toko2 di pusat2 elektronik – penjual henpon, Begitu pun dalam aspek jaringan telco, nama Siemens tidak lagi mendominasi sejak munculnya produk2 dari China dan Korea.

Ini bukan berarti Siemens menghilangkan kehebatannya di bidang teknologi, sebab  lini bisnis Siemens itu banyak dan semua berbasis teknologi. Berbagai release dan testimoni terkait dengan dukungan teknologi dan implementasi kesisteman dari Siemens terpampang jelas di situs resminya.  Salah satunya adalah keseriusan dukungan teknologi dan implementasi dibidang green energy, yang boleh jadi sebagai ancang-ancang Siemens menyongsong era habisnya energy berbasis fosil ( batubara, minyakbumi, dsb ).

Meski terkesan Siemens sedang hibernate di bidang telco, namun ternyata Siemens juga sudah mengembangkan UC ( Unified Communication ), dalam pandangannya ”  One Number Service – Should you try Joe at his desk? On his mobile? Or at home? With OpenScape your employees publish only one number, and can then be reached on the lowest-cost network, anywhere, anytime, and on the device of their choice. Set your “preferred device” (office phone, home phone, mobile phone, laptop, etc.) and OpenScape does the rest. Use natural language – Now you can just say it: our sophisticated speech portal with natural language understanding (NLU) provides access to all your messages, and enables you to act on them by talking to OpenScape as you would talk to another human being. ”  

  • Nokia Mau Kemana ya ?
  • Apple Mau Kemana ? 
  • Microsoft Mau Kemana ?  dsb .
  • Lha Anda,  Mau Kemana to ?

Ya Emangbegitu.

 

About Smart Mesem

Scroll To Top