Sekilas Info
Home | Inspirasi | DEMOKRASI : KEBIJAKAN : PANGAN

DEMOKRASI : KEBIJAKAN : PANGAN

Membicarakan demokrasi, kebijakan dan pangan, itu gampang2 susah.  Lebih baik itu hanya judulnya saja, isinya seputar sing penting mangan……………….

lunch 2 cartoonSing Penting Mangan. Dari petani sampai presiden, selama masih hidup perlu makan. Dari konglomerat sampai kaum melarat, selama masih hidup perlu makan.  Dari politikus sampai tukang sampah, selama masih hidup perlu makan. Dari preman pasar sampai hakim korup, selama masih hidup perlu makan.  Dari kyai sampai santri abangan, selama masih hidup perlu makan. Dan sebagainya.  Semua yang hidup perlu makan.

Ada yang aneh di negri Anemia, kesadaran ini berkembang  namun menolak usaha untuk swasembada yang berdikari.  Konon, “kalau impor lebih mudah dan murah, kenapa susah2 bertani dan repot2 beternak ?” Ruarrrrrrrr biasa logis, faktual dan empirik.

Katakanlah ini fakta, dan sebagian besar rakyat jelata sampai sebagian elit di Anemia setuju dengan pernyataan sikap seperti itu. Pertanyaannya adalah “Apakah jika anda memimpin negri Anemia, jadi mentri pangan, mentri dagang, mentri distribusi, dsb  misalnya, akan membiarkan hal ini berlangsung terus ?”.

Jika jawabannya “YA”, maka boleh jadi sejarah negri Anemia tidak anda kenali. Atau memang anda sengaja melupakan sejarah ? Negri Inggris saja nggak melupakan sejarah.  Ada ungkapan dari salah satu pemimpin negri Indonesia, salah satu founding father negri Indonesia yang dikenal dengan “JASMERAH, yang kepedekan dari Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah”.

farming in desertNegri Gurun & Negri Salju.  Okay, jika negri Anemia itu seperti negri gurun atau seperti negri salju, yang sulit untuk bertani dan beternak, itu masih bisa diterima, masih masuk akal. Meski kita tahu, di negri2 gurun dan negri2 salju, banyak pemimpin yang berjiwa besar dan berhasil menggerakan pemerintahan Negara menjadi penghasil pertanian dan atau peternakan.

Bukankah semua prophet yang lahir di negri gurun itu beternak ? Fakta sejarah membuktikan bahwa negrinya Sinbad memiliki tamman gantung yang luar biasa. Ini menunjukkan hasil karya pemimpin dan negri yang tidak mudah menyerah. Kini beberapa daerah gurun seperti Saudi, Israel, dsb sangat gencar mengembangkan pertanian dan peternakan.  Bergitupun fakta sejarah maupun kondisi kekinian di beberapa negri salju seperti New Zealand, Swiss, dsb.

fertile landNegri Gemah Ripah Loh Jinawi yg Dilupakan.  Anemia, mungkin setara dengan penggambaran buku2 kuno dari negri Indonesia. Tanahnya luar biasa. Ada yang subur, ada yang tandus.  Ada yang di 0m DPL, ada juga yang di atas 1000m DPL (Diatas Permukaan Laut).  Ada yang kering kerontang, ada yang becek lembek. Ada yang berwarna merah, ada yang berwarna hitam. Ada yang panas, ada yang dingin dan bahkan bersalju.  Ada yang 6 bulan terkena sinar mentari dari sisi utara dan 6 bulannya dari sisi selatan. Pendek kata karunia Tuhan untuk negri Anemia itu tumplek bleg disana.

kedelai pertanianSayangnya sejak transpormasi yang digulirkan di negri Anemia beberapa waktu, banyak kaum pinter yang rajin berkoar2 pendapatnya bahwa negri Anemia tidak cocok untuk tanam kedelai, tidak cocok untuk tanam padi, tidak cocok untuk tanam coklat, dsb.  Kaum pinter ini lupa bahwa dahulu kala, banyak kaum perompak dari negri asing menyerbu dan menduduki Anemia ya gara2 alamnya yang seperti itu, yang telah ditakdirkan mampu untuk menghasilkan semua itu.

Konon ada juga pendatang dari Cina mengajarkan cara bikin tahu melengkapi konsep tradisional Anemia yang mirip dengan kebiasaan di Indonesia – membikin tempe.  Bahkan sebelum jaman itu, konon negri Anemia itu dikenal makmur, gemah ripah loh jinawi, thukul tanpa tinandur.  Hasil ternak rajabrana ( sata kewan ) begitu banyak dimiliki negri Anemia.

2002-31-08-Aug-Agriculture-subsidies-drought-Africa-550wbSwasembada yang Berdikari.  Jaman kemarin, negri Anemia berkesempatan mewujudkan  gagasan swasembada pangan secara berdikari. Membangun system irigasi sebagaimana pernah dibangun di jaman Majapahit (sejarah negri Indonesia). Berbagai bendung dan waduk dibangun. Saluran irigasi (primer sampai tertier) dibangun dan mengarah pada upaya memudahkan penduduk untuk bercocok tanam.

Segala jenis varitas padi dikembangkan, agar supply bibit penduduk tercuckupi. Segala jenis varitas domba dan sapi dikembangkan, agar supply bibit ternak mudah diperoleh penduduk. Segala jenis pupuk dan insektisida dibangun pabrik dan distribusinya, agar penduduk mudah diajak meningkatkan produktivitas pangan.   Jalur perdagangan dan system penjualan ke negri lain pun dibangun, sampai ke titik kalau perlu tidak ada impor pangan, justru mengekspor pangan.

13752510091730651425Swasembada yang Aneh. Sekarang kok malah aneh.  Anemia mengimpor beras, gula, garam, kambing, sapi, kedelai, dsb.  Lebih aneh lagi yang disalahkan malah rakyat yang berjasa : peternak dan petani di desa. Bukankah ini peran sekaligus tanggung jawab para pemimpin, para politikus, para kaum pinter ?  Kalau cuma impor, cuma marah2, cuma nuruti kemauan kumpeni2 rentenir, ngapain minta gaji besar ? korupsi lagi ! nepotisme lagi ! kerjanya ala gangster lagi !   Luarrrrrr biasa ………….  dhloimnya.

Kalau memang konsep swasembada pangan dilakukan dengan cara mengimpor, kenapa musti menjadi pemimpin di negri Anemia ? kenapa nggak memimpin negri gurun atau negri salju saja ? wong di negri gurun dan negri saljur saja ada sejarah dan kesadaran baru untuk swasembada secara mandiri.

kasino DKIDemokratisasi.  Lalu sampailah pada kesimpulan : “saya ini memimpin negri Anemia melalui proses demokrasi”.  Jadi yang salah ya yang milih. Nah …. ketahuan, ada yang salah dalam bernegara kan ?  Demokrasi SPEED We have streamlined and automated many of the time consuming parts of the data recovery processes which allows for a rapid and cost effective turn around time on all projects. itu berasal dari demos kratos, atau bahasa gampangnya ya “yang menjadi tuan adalah rakyat” alias “semuanya itu yang abdi negara”.  Karena cara memahami yang salah, maka cara menyikapinya juga salah.

Okay, Anemia itu bukan negri abal2. Namun tujuan bernegara itu apa ? kalau tidak sempat baca buku2 kuno, ya sebaiknya baca dulu UUDA (Undang2 Dasar Anemia) yang asli.  Disana terdapat intisari pemikiran, gagasan, cita2 yang luhur terkait membangun negri Anemia.  Mereka, para pendahulu, para founding negri Anemia, adalah manusia2 yang jujur, tulus, ikhlas, yang sepi ing pamrih rame ing gawe, yang benar2 berholobis kuntul baris, yang rawe2 rantas malang2 putung membebaskan dan menyusun dengan jernih negri Anemia,  bukan kaum berjenis wani piro atau Ori Imitation @KW4 Inside.  Bukan sekedar membangun partai Mbelgedes.

Partai itu boleh2 saja, tapi itu barang impor yang tidak semuanya paham cara mengoperasikannya. Kaum pinter dan para elit saja banyak yang nggak paham, apalagi rakyat awam. Ya yang ada bukan demokrasi, tapi demo-crazy ( menampilkan kegilaan ).

Star Stupid Sableng.   Menjadi selebriti atau menjadi bintang (Star) itu boleh2 saja. Asal tujuannya tau, bukan sekedar tau tujuannya (semua orang juga punya tujuan), bukan pula asal jadi star.  Kalau tujuannya saja ngak tahu, dan proses pegang kekuasaannya  juga secara aneh atau ujug2 atau model budaya wani piro, maka biasanya yang terjadi ada nubruk2 terus.

court_stupid_vote_speech_senator_927515Jika anda termasuk golongan berkarakter yang nggak sabaran dan berlingkungan yang perongrong  plus hubbud dun-ya, yaaaah …… akhirnya KKN juga dech jadinya.  Okaylah kalau begitu. Namun jika diingatkan mestinya terima kasih dong.

“Kan rakyat udah pilih anda2 sebagai pemimpin, dah jadi mentri, dah jadi gubernur, dsb. Sekarang coba baca lagi dong manual book (UUDA) negri Anemia. Mengapa ? ya karena yang anda kendarai/kuasai itu negri Anemia, bukan negri salju atau negri gurun.  Janganlah ….marah2, karena itu gak baik…..  Janganlah cemberut, itu gak elok……. Janganlah ngeles trus, itu gak ksatria ….. Janganlah mbudeg, itu gak sopan …… Bukankah anda tidak tergolong Star Stupid Sableng ?

Kalau belum membaca UUDA atau belum juga mengerti benar maknanya, maka coba lagi ulangi dengan seksama tujuan membangun negri Anemia. Jangan malah  UUDA itu disobek2 dengan alasan kertas dan isinya sudah lecek.   Nanti hasilnya cetakan tebal berjilid2 atau memang ada keinginan untuk bersaing dengan pembuat  komik Ko Ping Ho ? .

Sekedar ngingetin. Orang pinter konon mampu menyederhanakan yang kompleks. Mampu memudahkan yang sulit. Mengapa banyak orang pinter, elit dan pemimpin di negri Anemia yang baru merasa pinter kalau bisa mempersulit yang mudah dan memperumit yang sederhana ? Aneh atau …………….

Ya ….Emangbegitu

Scroll To Top