Sekilas Info
Home | Inspirasi | Gaya Hidup | DESTRUCTIVE or CONSTRUCTIVE

DESTRUCTIVE or CONSTRUCTIVE

Saya termasuk yg sempat mempertanyakan, mengapa terkesan akhir2 ini, koruptor yang ditangkap yang ecek2. Kalau memang serius memberantas korupsi, buktikan tangkap segera koruptor yang hasil rampokannya kelas kakap….. Monggo !. Mudah2an saja berani.
.
Constructive DestructiveTidak Ilmiah dan Subyektip. Tulisan ini tidak ilmiah dan amat subyektip, sehingga amat mudah mencari kekeliruan disana-sini. Dan …. yang dibahas juga bukan soal kinerja KPK dan kasus2 OTT klas ecek2 yang sedang “in”. Cuma ngomongin nasehat kyai Mursyid soal ECEK2, DESTRUCTVE atau CONSTRUCTIVE  dan perihal manusia itu mahluk kebiasaan.
.
Kata pak Kyai kepada santri2nya bahwa ECEK2 itu soal ukuran dan kesempatan. Mau jadi milih kebiasaan destructive atau kebiasaan constructive itu terserah manusianya. Pilihan hidup ada pada kalian, dan …. kalian sudah tahu kemana ujung dari pilihanmu itu.
.
Wanti2 dari pak Kyai kepada para santrinya adalah agar senantiasa mengupayakan untuk  beramal sholeh, menjadikan amal sholeh sebagai bagian dari kebiasakan diri sehari-hari. Jaga keimanannya dan berupaya untuk senantiasa bertaqwa. Dengan itu, mudah2an Allah akan membawa ke jurusan yang terbaik.
.
Begitu.
.
ECEK2 ITU SIZE, ITU SOAL KESEMPATAN TAKDIR .  Dalam awalan pengajian membahas surah al-Hajj 50, al-Kahfi 88, dan Ar-Ra’d 29 serta surat dan ayat serupa lainnya,  pak Kyai menegaskan pentingnya kita senantiasa menjaga iman dan beramal sholeh.
- jika kalian memiliki kebiasaan menolong orang dengan sebaik2nya meski kelasnya masih ECEK2, maka mudah2an kamu akan sampai pada level ahli menyelesaikan masalah kemanusiaan.
- jika kalian memiliki kebiasaan merawat dengan baik apa2 yang menjadi tanggung jawabmu, maka kalian potensi menjadi kurator hebat.
- jika kalian memiliki kebiasaan melayani dan menyediakan fasilitas sebaik2nya, maka kalian punya potensi untuk memengelola perusahaan pelayanan atau pabrik alat2 untuk keperluan rumah tangga, hotel atau perkantoran.
- dan masih banyak contoh lain. Allah menyediakan alam semesta itu untuk kalian kelola. Kalau bisa sendiri ya silakan, namun sbaiknya bersama2, terintegrasi, dalam satu visi, mirip sholat berjamaah.
Pohon DurenYang PENTING adalah mengerjakannya dengan sebaik2nya, dengan sungguh2, comply dan pakai ilmu. Saat mengerjakan kalian dalam keadaan beriman atau dilandasi iman. Bahasa lainnya adalah tuma’ninah istiqomah bil ‘ilmi.
.
Jadi ECEK2 itu soal KESEMPATAN dan takdir.  Semua itu ada sunatullohnya.
Pohon duren itu yang besar kokoh dan tinggi, dulunya juga ECEK2, hanya kecambah biji duren.
Gajah mamouth pun awalnya ya ecek2, cindil gajah.
Dan banyak contohnya.
.
Gajah MamouthSemuanya berawal dari ecek2. Akan menjadi bagaimana, itu soal takdir.
Bisa jadi kecambah biji duren ya hanya jadi kecambah lalu mati, bisa juga tumbuh besar tapi buahnya kecil2, dan sebagainya. Itu soal Qodho dan Qodr, soal spek dasar dan “proses perkembangan dan ketentuan pabrik”
Begitu pun cindil gajah mamouth.
SANTRI mBELING.  Selalu saja da bagian dari santri yang usil plus nyleneh (mbeling).  Santri yang dikenal mbeling bertanya : “bagaimana dengan korupsi ECEK2 pak Kyai ?”.
Kyai Mursyid menjawab ; “Manusia itu mahluk kebiasaan. Kebiasaan juga ada sunnatullohnya. Hanya sebagian amat kecil yang bersifat tiba2, itu pun cuma dugaan saya. Umumnya orang suka nenggak miras, ya dari nyoba2 dikit2. Lalu menjadi terbiasa. Pada saatnya, jika takdirnya begitu, maka ia akan menjadi alkoholik akut yang merintih2 di pojok ruang atau mati muda ditengah jalan sehabis nenggak miras oplosan. Begitu pun yang korupsi ecek2. Awalnya ecek2, dan kalau jabatan meningkat atau kesempatan terbuka lebar, ya yang dikorupsi ukurannya juga mengikutinya “.
.
Santri : “Apakah pemberantasan korupsi yang ECEK2 juga suatu proses menuju kelas KAKAP ?”
.
Pak Kyai : “Yang ini saya nggak tau persis. Selain Allah yang Maha Tau apa yang ada di hati manusia, pimpinan terkait yang paham. Coba tanya dia. Kalau dengan berjalannya waktu, kok tidak beranjak naik. Maka ini bisa jadi bukan dilandasai oleh missi yang mulia. Misal hanya sebagai politik pencitraan atau apalah. Kalian amati saja”
.
Santri : “cuma itu pak Kyai ?”
.
Kyai Mursyid : “Kalau kalian benar2 beriman dan bertaqwa kepada Allah, jangan lupakan untuk berdoa dengan sungguh2, memohon semoga Indonesia senantiasa mendapat pemimpin yang amanah, yang beriman dan bertaqwa kepada Allah serta memiliki kebiasaan yang baik dan bermanfaat untuk rakyat dan negaranya”
.
Pengajian sesi ini pun selesai. Saya kembali ke tempat semula.
.
Begitu apa begitu ya ?

Ya Emangbegitu.

 

Scroll To Top