Sekilas Info
Home | Inspirasi | DOLLAR

DOLLAR

“Apapun yang  disantap, dipakai, didengar, dikendarai ….  semua pakai dollar !”. kondisi yang sedang terjadi di negri Anemia.  Ada apa di  negri Anemia ? …………………………………….50_dollar

Pertanyaan ini membutuhkan perhatian serius dari  para pengambil keputusan dan pemangku kepentingan seperti  pejabat, politisi dan semua penduduk negri Anemia. Kecuali mereka sudah tidak mencintai lagi negrinya sendiri. 

Membutuhkan kesadaran mendalam, keberanian mengakui kesalahan dan kekeliruan sendiri seberani mengkoreksi kesalahan dan kekeliruan para pendahulu negri itu. Lalu bersepakatan untuk tidak saling menyalahkan, namun  memaafkan serta bersatu padu membangun negrinya, maka selain mampu “menolak angin” juga akan memungkinkan menjadi negri yang “bejo”.  Merubah Anemia menjadi negri Afiat nan Sentosa.                                        

Diluar adanya isu konspirasi, sebenarnya negri Anemia ini memang menyimpan, mengembangkan dan memelihara kesulitannya sendiri. Tidak ada yang salah dari dollar, atau bahkan tidak ada (teori) konspirasi pun sudah menyimpan bakat Anemia !.

Pendarahan  

Bisa diibaratkan dollar adalah darah, maka semestinya sirkulasinya dijaga agar sehat. Semua potensi yang memungkinkan pembentukan darah baru dijaga, semua potensi yang memungkinkan darah menetes keluar, harus secara sadar diwaspadai dan dijaga. Keluarnya darah, bisa disebabkan banyak hal, mulai dari adanya luka di kulit,  adanya virus perusak darah, atau adanya kanker penggerogot terjadinya proses pembentukan darah.  Luka, virus, atau penyakit itu bisa disebakan oleh perilaku pihak luar, juga bisa dari perilakunya sendiri.

PenyakitAnemia@BlogKeperawatan

 Potensi Pendarahan

Jika kebutuhan pokok penduduk ( beras, terigu, daging, susu, gula, dsb ) diimpor, maka dibelinya pakai dollar. So ? dollar keluar dari negri Anemia !  Jika barang konsumsi sampai barang fancy seperti gadget, motor, mobil, tv, kulkas,  dan oil, komponen terbesarnya atau komponen terpentingnya diimpor, belinya pakai dollar. So ? dollar keluar dari negri Anemia !

Jika industri dalam negri untuk memproduksi kebutuhan pokok  seperti beras, gula, mie, roti, sosis, kornet, dsb saja bahan dasarnya diimpor, maka setiap mulut dan perut penduduk negri merupakan sumber pendarahan. Semakin banyak mulut dan semakin besar perutnya, semakin deras pendarahan terjadi. So ? produk dalam negri yang di konsumsi di dalam negri pun merupakan celah terjadinya pendarahan  Semakin pengin hidup, semakin berdarah-darah.

Produk dalam negri yang sering manjadi jargon dan kebanggaan, jika komponen terpentingnya juga diimpor, maka semakin nafsu berproduksi, semakin berdarah-darah.

Soal barang impor, biasanya diminati dan dinikmati kalangan the have. Namanya juga impor, maka 100% pakai dollar. Jika berjouisme menjadi-jadi, maka semakin deraslah pendarahan terjadi.

Potensi Pembentukan Darah

Lantas darimana dollar masuk ? dari ekspor dong ! baik itu berupa barang jadi maupun bahan baku ( raw material ) atau produk-produk setengah  jadi.

Bahan baku dari Anemia,  dibutuhkan untuk idnustri barang jadai di negri lain, diekspor tapi konon sebagian besar hasil perolehannya kebanyakan disimpan di bank asing atau di negri berbasis dollar. So ?  sebagian  dollar jadi masuk ke negri Anemia.

Ekspor produk dalam negri ( yang konon lebih banyak berupa bahan baku ),  potensi menghasilkan dollar, terutama jika hasilnya disimpan di dalam negri. Namun jika disimpan di luar negri, maka tidak akan memperbaiki kondisi negri Anemia. Semakin digenjot ekspornya, dampak nyatanya adalah semakin rusak alam negri Anemia.  Perbaikan kondisi darah merupakan catatan buku atau utopia belaka.Variety of fish, meats, vegetables, and fruits

So ? pemasukan dollar dari ekspor bahan baku dan barang setengah jadi lainnya juga perlu serius dicermati. Di negri Anemia, perilaku sekelompok orang itu paling suka pamer “keberhasilan” ekspor pada rakyatnya, entah menghasilkan dollar entah tidak bagi negrinya, entah pula disimpan dimana.

Bahkan ekspor tenaga kerja pun semestinya dikelola serius dan menjadi semacam pemahaman yang bersifat strategis. Di negri Anemia, sebagian orang juga sering bicara membanggakan ekspor dari “komoditas” ini, namun nafasnya lebih nampak berada di alam perbudakan.

Beberapa Jenis Virus

Hal paling mendasar bagi kehidupan manusia adalah Kebutuhan Pokok, tidak terkecuali manusia di negri Anemia  ( rakyat sampai pejabat ).  Kebutuhan Pokok ini  bersumber pada produksi/industry pertanian dan perikanan/peternakan. Jadi sepanjang kehidupan suatu negri, soal mulut dan perut  itu pokok.  Di Indonesia, pernah ada masa dimana dilakukan perancangan roadmap sekaligus navigasi yang menjadi acuan bagi semua stakeholder ( terutama politisi, pejabat dan pengusaha ) dalam menjalankan peran kehidupannya berbangsa dan bernegara masing-masing. Konon roadmap itu diberinama GBHN ( Garis-garis Besar Haluan Negara ).

Dalam GBHN itu konon secara jelas disusun dengan konsep industrialisasi modern yang dilandasi kekuatan industri pangan nasional. Konon dari situ, para metrinya yang banyak lulusan perguruan dalam negri bagus-bagus, secara kreatip mambangun konsep infrastruktur Indonesia, mulai dari infrastruktur pertanian, infrastruktur energy, infrastruktur telekomunikasi, insfrastruktur transportasi.

Bendungan dan waduk sampai saluran irigasi primer sampai tersier pun dibangun secara serius untuk mendukung industri pangan dan enegry listrik.  Bendungan itu antara lain Jatiluhur, Sempor, Asahan, dsb. Waduk itu antara Bilibili, Waduk Karangkates,   dsb. Untuk lebih lengkapnya bisa kunjungi http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_bendungan_dan_waduk_di_Indonesia

Bendungan dan waduk, dengan saluran primer sampai tersiernya selain menghasilkan daerah-daerah yang jaman dulu konon  dikenal dengan lumbung padi, dan juga sumber penghasil ikan air tawar,  juga mampu menjadi sumber pembangkitan  listrik, serta menjadi pengenadli dan kontrol potensi terjadinya banjir.

Konon, dulu juga dilengkapi dengan sosial aspek seperti penyuluh pertanian, forum-forum sharing knowldge ^ experience yang katanya dikenal dengan nama klompen capir. Konon pula teknik yang digunakan adala memanfaatkan petani dan peternak dari kalangan guru. Selian terdidik dibanding lingkungannya, juga mampu mentransform pengetahuan. Konon, dulu status dan marwah guru itu dijaga dengan sangat terhormat, meski saat itu gajinya kecil karena kemampuan negrinya juga masih kecil.

PROLIFERASI VIRUSVirus telah merasuk sedemikian rupa. Bendungan tidak lagi menjadi perhatian dan tidak pula dipandang penting, dan kalau pun ada perhatian namun lebih kepada kebutuhan eastetika dan kurang terkorelasi dengan industri pangan nasional yang menjadi tugas pokok negara.   Saluran irigasi juga konon banyak yang sudah tak berfungsi sehingga lahan pertanian subur pun telah rela berganti menjadi lahan beton. Para penyuluh pertanian dan guru yang dulunya menjadi motor pembangunan industri pangan nasional pun entah bagaimana nasibnya. Virus itu kebencian pada oknum telah mampu mempengaruhi kebencian pada hasil karyanya.  Terlepas dari sebesara besar kesalahannya, maka pembangunan infrastruktur ini pakai duit negara, pakai duit rakyat, mestinya tidak ikut-ikutan dibencinya.

Selain perusakan oleh virus kebencian pada upaya penguatan industri pangan, juga bisa dideteksi, virus kebencian ini telah pula menyebar ke industri lain seperti industri energy, otomotif sampai industri dirgantara dan industri senjata.

Mainan yang Bergengsi dan Mengasyikan.

Pasar Modal dan Bursa Saham adalah icon bergensi sekaligus permainan yang mengasyikan. Konon pamain pasar modal dan saham di negri Anemia sebagian besar adalah pemain yang berbasis dollar, entah pemain dari negri luar maupun pemain dalam negri yang berorientasi dollar.  Sehingga di luar teori konspirasi, maka arena permainan ini juga sangat rentan pada isu negatip terkait dengan kondisi ekonomi maupun politik negri Anemia.anak ngegame(ist)

Jika terjadi gelagat negatip di dunia internasional terkait dengan keberhasilan dollar di pasar global, dan biasanya  nilai tukar uang negri Anemia akan terpengaruh tepatnya turun. Nilai tukar yang turun ini secara naluri akan mempengaruhi perilaku investor, antara lain dengan menjual saham di lantai bursa negri Anemia. Uangnya dikembalikan atau dikonversi ke dollar.  Akibatnya jelas, indeks saham gabungan juga merosot plus nilai tukar dollar terhadap mata uang negri Anemia melonjak.  Belum lagi jika perilaku sebagian penduduk terdidik dan memiliki akses keuangan yang bagus ikut bermain, maka kondisi fragille semakin terjadi.

Sekali lagi : tidak ada yang salah dalam dollar.  Hanya para pengelola negri Anemia perlu menyadari akibat langkah dan sepak terjangnya selama ini.  Apakah sadar ada virus kebencian itu soal pemahaman. Namun Ahmad Dhani telah mengingatkan semuanya dengan salah satu lirik lagunya  di labum Laska Cinta.  Ya Emangbegitu !

(bagian dari ) Lirik lagu Laskar Cinta :

wahai,jiwa jiwa yg tenang..
berhati-hatilah dirimu..
kepada.. hati hati yang penuh..
dengan.. kebencian yang dalam

Hey there, all you lovers of peace
Watch out, watch out and be on guard
For lost souls, anger twisting their hearts
For lost souls, poisoned by ignorance and hate 
karena, sesungguhnya iblis..
ada dan bersemayam..
Di hati yang penuh dengan benci..
dihati yang penuh..
Dengan prasangka
There’s no doubt, evil dwells in the hearts
Of all those, of all those who are full of hate
There’s no doubt, evil dwells in the souls
Of all those, of all those full of prejudice

 

Scroll To Top