Sekilas Info
Home | Inspirasi | DRONE BUNKER & PASUKAN JIN

DRONE BUNKER & PASUKAN JIN

Di luar Suriah yang sedang dihebohkan oleh senjata kimia, di belahan lain dan jagad berbeda, hanya karena geliat biasa,  bisa bikin ramai. Karena geliat itu terjadi di industri telco, jagad yang sedang galau ………………

by : Smart Mesem

Kegalauan dalam keramaian dirasakan hampir semua pemain di industri telco. Gonjang-ganjing ini, ada yang bilang dunia operator telco mau kiamat, ada yang bilang ke depan yang cemerlang di bisnis ini adalah OTT , belum lagi dipusingkan dengan percabangan teknologi apakah 4G atau apa atau apa. ……….

Semua pihak merasa perlu strategy perang,  memang masing-masing operator telco tengah  berperang melawan musuhnya, namun gonjang ganjing ini membuat semuanya kabur, membuat foggy medan tempur. Perang tanpa tahu siapa sebenarnya musuhnya ? arah dan bentuk musuh tidak teridentifikasi dengan baik.

Ada yang menduga bahwa kegalauan dan sulitnya menentukan arah itu karena internal diseases, ada yang memandang faktor U(sia) perusahaan dan sumberdayanya, faktor mental B(irokrat) yang semakin mewarnai operator, faktor R(egulasi) industri dan market, faktor A(sing) dari invetsor dan interest pressure,  dsb.

Yang jelas, semua operator menganggap perlu untuk melakukan pembenahan guna meningkatkan kehebatan “senjata”, kecanggihan strategy, dan berbagai ide yang dianggapnya brilian, terus dikembangkan untuk memenangkan peperangan.

Apakah senjata sejenis “drone” sudah waktunya digunakan dalam peperangan di industry telco ?  Karena pasukan “jin” pun sudah hadir dalam medan pertempuran di jagad telco.

Korban Pertempuran

Sebagian pemain sudah ada yang terbonsai sampai tak diketahui apakah masih hidup atau sudah lenyap,  yang jelas semua pemain hampir terkuras energy-nya.  Siapa membunuh siapa, siapa musuh siapa, kalau beraliansi sebaiknya dengan siapa, bagaimana juga model aliansinya, dsb.

promo telcoBeberapa nama yang sulit ditemukan atau jarang dijumpai dibanding waktu-waktu lalu, antara lain : ceria ( semula pemain kecil di Jateng Jatim ), cdma bakrie telecom, cdma star-one dan mungkin ada beberapa nama lain yang kadang terdengar kadang nyaris tak terdengar. Pemain yang masih nampak eksis di medan tempur : Telkomsel, Indosat, XL dan SmartFrend.  Yang sudah anumerta antara lain Komselindo, Metrosel, WLL, dsb.

promo telco 2

Suasana di Battle Field

Operator telco, di negri bukan penghasil teknologi telco, merasakan kegalauan dan bahkan menjurus pada sulitnya menentukan arah pandang. Tingkat kegalauan berbeda-beda bergantung pada kompleksitas dan kepekaan dari pengelolanya. Operator-operator telco di negri ini memang berada di battle field area.

Semua jurus dilakukan oleh para pelaku peperangan di industri ini. Akibatnya ? asap, kabut, debu, serpihan-serpihan berserakan dimana-mana. Kerusakan dan kekacauan semakin terasakan.    Peta dan arah semakin kabur, bahkan sumber enegry, sumber oxygen, sumber air pun sudah sulit dicari.

Pasukan Jin

Pasar yang sudah jenuh, tarif yang terus menukik, komplemen service yang terus bermunculan tiap hari, perubahan teknologi di aspek infrastruktur maupun di aspek terminal ( user equipment )/gadget yang sangat dinamis, ujung pembuat teknologi infrastruktur maupun di aspek gadget bagai yang juga sedang berperang dan beradu kuat.  Pasukan “jin” pun sudah berdatangan, pasukan ini tidak kelihatan secara nyata produknya, namun bisa dirasakan kehadirannya, pasukan itu OTT.  Semua itu, menambah keriuhan dan kegaduhan pada kegalauan itu.

Pasar jenuh. Bisa dikatakan, kecuali anjing dan kucing, penghuni rumah penduduk di hampir semua negri, sudah berponsel. Bukan saja tiap rumah sudah ada ponsel, bahkan satu orang bisa pakai 2 atau lebih nomor. Jurus2 intensifikasi  pada legacy bisnis di daerah yang disebut sebagai lautan darah (red ocean) digalakan. Jurus2 ekstensifikasi&eksplorasi pada daerah yang menurut analisanya sebagai daerah tak bertuan (blue ocean), dikembangkan. Bahkan inovasi dari sesuatu yang dianggap tidak masuk akal pun wajib dilakukan.

Product Decline. Akibat perang antar operator antara lain : Voice dan SMS yang dulunya menjadi penyumbang terbesar penerimaan operator, secara perlahan menipis. Penipisan atau kondisi terdelusi sumber penghidupan secara nyata dan semakin mantap. Operator harus berbagai kue, bukan hanya dengan sesama operator, namun dengan pihak2 selain itu seperti hadirnya “pasukan-pasukan jin” dengan semua  produk/layanan yang memikat penduduk dimana pun negri, di saat yang tepat, yakni di saat operator yang sedang saling berperang.

Product Alternative.  ”Pasukan-pasukan Jin” dari luar operator telco yang sedang berperang itu, antara lain berupa model/media komunikasi alternatif ( BB, FaceBook, Twitter, Skype, Line, KakaoTalk, dsb ). “Pasukan-pasukan” ini datang dengan sangat bersahabat pada “penduduk” ( pasar end user telco ),  mereka menawarkan apa saja yang dapat membantu “penduduk” untuk maju dan berkembang secara GRATIS.  Mereka tetap membebaskan “penduduk” untuk mentukan pilihan berkomunikasi. Mau cara “traditional service” seperti voice dan SMS, silakan, bayar seperti aturan operator !  atau mau pake cara baru ya silakan, GRATIS dan tidak terkedala oleh “kewarga negaraan penduduk” ( tak terpengaruh oleh status berlangganan operator mana ).

Revolusi Gadget. media komunikasi (telepon) yang semula gerakannya evolutip : dari fixphone ke local loop mobility, national mobility terus ke international mobility;  Kini totaly berubah wujud secara revolusiner : dari semua berwujud telepon (ponsel) menjadi piranti baru yang “serba bisa”. Piranti serba bisa ini merupakan konvergensi dari fungsi telepon, telex, pager, fax, handycam, tustel, tape recorder, radio, tv receriver, tv station, dvd player, komputer, wifi sender/receiver, kalkulator, sentolop, game station, photo/video editing machine, dsb. Gadget ini seolah sedang berevolusi untuk siap menghadapi perubahan apa saja di aspek infrastruktur/pipe line, bahkan modusnya juga seolah disiapkan untuk bermetamorfosis lebih canggih lagi.

Market Behaviuor.  Chemistry terjadi antara perubahan sosial dan revolusi gadget. Chemistry ini bukan saja terjadi pada perilaku traditional market ( P2P ),  namun juga telah merambah ke segmen modern ( B2B, M2M, dsb ).

Nuclear Boom.  Perang tarif sudah bukan berita. Diakui atau tidak, amunisi tarif telah menjadi standar operasi perang antar operator telco dimana-mana (1,2,3). Konsep atau model yang semula efektip dalam memenangkan perang, seperti skema “bumi hangus secara nasional”, kini sudah tidak manjur untuk memenangkan peperangan. Meski demikian, melihat iklan2 operator, sepertinya jurus ini masih digunakan, karena boleh jadi belum ditemukan cara baru.

Apakah mungkin ini merupakan indikasi perlunya membuat “bunker” yang  tahan pada serangan “bumi hangus” dan serangan “drone” ?

 

Scroll To Top