Sekilas Info
Home | Inspirasi | Gaya Hidup | GANJIL GENAP = TAMBAH MACET or PINDAH KERIBRETAN or POTENSI ANARKI ???

GANJIL GENAP = TAMBAH MACET or PINDAH KERIBRETAN or POTENSI ANARKI ???

Ini hanya omongan wong Cilik terhadap perda pengaturan Ganjil Genap di DKI. Kalau soal manfaat bagi kemajuan industri otomotip, itu jelas ada. Dan …………… Anda lebih paham.

sUDUT pANDANGSudut Pandang. Disini, sudut melihatnya mungkin berbeda.

Berbeda itu bukan berarti Benci, anti HAM atau antitoleransi ya ?

Hellooo !!!! untuk yang suka ngaku2 pendekar HAM, pendekar toleran ( mudah2an pada waras. Nyata2 berkarya secara asli Pancasilais, asli NKRI, asli pengin Indonesia Maju Berkeadilan dan Beradab dalam konteks Berketuhanan Yang Mahaesa )

E fek Ganjil Genap. Bisa diduga, diwaktu2 awal penerapan sanki aturan ganjil genap (apalagi sanksi tegas), minum ada 3 efek yang diperoleh :
1. Kurva Sinusioda, Traffic di jalur yg diberlakukan aturan tsb.
2. Kurva Eksponensiil pada penjualan mobil baru (jenis city car) dan mobil bekas pakai.
3. Kurva Eksponensil pada kekacauan jalan2 di lingkungan hunian.

Traffic jam#1. Trafik di Jalur Penerapan Aturan.

Ketika sosialisasi aturan, maka semakin hari semakin banyak orang yang tahu tentang ini. Efeknya, mereka yang memakai mobil “ganjil”, tidak akan memakai mobil itu pada hari “genap”.

Reaksi yang dilakukan amat bergantung pada kemampuan dan nilai yang dianut masing2 individu. Namun inti bentuk reaksinya bisa berupa : nebeng teman yang “fit”, pakai transportasi publik, melakukan penggantian nopol mobil yang satunya, beli mobil lagi.

Show room car#2 Penjualan Mobil

Bagi mereka yang memilih beli mobil lagi. Bisa mobil baru, dan yg paling memungkinkan secara cepat/terjangkau adalah jenis city car, atau mobil bekas pakai.

Efek ini adalah akan membuat jumlah mobil bertambah dengan angka yang LUMAYAN besar jumlahnya.

Secara ekonomi, khususnya industri otomotip, maka aturan ini menyenangkan dan perlu diwujudkan segera. Perhatikan berita2 terkait ini, sudah amat jeli disajikan iklan city car (kalau belum dihapus).

Parkir sembarangan#3 Kekacauan di Lingkungan Hunian.

Pemda DKI – entah sudah punya atau belum, aturan yang mewajibkan semua rumah yang memiliki mobil WAJIB memiliki garasi di rumahnya yang memadai untuk jumlah mobil yang dimilikinya.

Yang jelas, saat ini saja, sudah begitu rupa mobil banyak diparkir sembarangan. Terutama oleh penduduk DKI yang tinggal di rumah masuk gang sempit tapi punya mobil.

Perilaku ini sungguh amat dzolim, karena banyak mobil yang diparkir (oleh penghuni gang sempir/tak memiliki garasi sendiri) justru di depan rumah yang memiliki garasi atau di depan rumah warga yang memilih untuk tidak memiliki mobil – lebih memilih transportasi publik. .

Artinya, warga yang taat terkesan dibiarkan (oleh negara/Pemda DKI) untuk diperlakukan semena2/dzolim oleh sesama warga yang TIDAK taat.

Pripun niku Pak ??

Bukankah negara harus hadir mencegah perilaku merugikan dan benih2 keretakan hubungan bertetangga antar warga negara Indonesia  ? Bukan sekedar mendengarkan keluhan pemasar mobil ?

Secara sosial, pembiaran perilaku ini oleh negara ( Pemda DKI) akan menimbulkan masalah baru di DKI, yakni benih2 keretakan sosial akibat perilaku seperti itu. Kecuali Pemda DKI membolehkan ( mobil2 yg sembarangan itu ) di parkir di kuburan2, taman2 atau halaman kantor2 pemerintah.

ParanoidParno. Jika benih2 keretakan sosial akibat perilaku pendzoliman ini terjadi,  lalu ada pemicu berupa kesenjangan sosial, apalagi dicampur SARA, maka terlalu riskan untuk “gambling” – menerapkan aturan hanya melihat dampak mikro di lokasi pengaturan (kawasan yang dianggap “penting”). Karena sesungguhnya mobilitas dan penduduk DKI itu bukan HANYA di lokasi2 yang diatur Ganjil Genap.

Efek yang sudah terjadi :

Di Indonesia (DKI) sebagaimana berita ini ( http://www.beritasatu.com/megapolitan/378387-parkir-sembarangan-mobil-warga-kelapa-gading-ini-digores-tetangganya.html).

Di Amrik seperti berita ini (http://otomotif.liputan6.com/read/2083291/parkir-sembarangan-disini-bakal-kena-coret)

Di Rusia seperti berita ini ( http://www.otosia.com/galeri/jangan_parkir_sembarangan_di_rusia-1.html )

Semua terkesan dari keterlambatan aturan WAJIB GARASI. Kondisi tanpa regulasi yang berkeadilan dan aturan yang LOGIS (Logisnya beli mobil ya punya garasi yang memadai, kotapraja membangun gedung/sarana parkir yang layak dan memadai, pemilik mobil WAJIB taat …. wong beli mobil saja bisa, minimal taat bayar cicilan dg resiko didatangi debt collector).

Jika terpicu  (dari pemilik mobil yang “disambut” dg sikap yang sama oleh yang dizolimi) oleh unsur API seperti menthal yang ngasal, sikap arogan , kesenjangan sosial, dsb, maka ini berpotensi keribetan yang sulit mengatasinya.

Saran. Idealnya sih bukan hanya sebatas DKI, namun juga  kota2 besar lain di Indonesia seperti : Surabaya,  Medan, Bandung, Makasar, dsb.

GarasiKalau tujuannya untuk mengurangi kemacetan/membangun jalanan DKI yang aman lancar dan tertib, mendorong penggunaan moda transportasi umum sekaligus meningkatkan gariah ekonomi secara berkeadilan dan tidak berlaku dzolim, maka penerapan aturan Ganjil Genap diberlakukan bersama/setelah penerapan secara TEGAS, untuk memberlakukan WAJIB punya GARASI.

Negara (Pemda DKI) harus secara tegas dan rutin melakukan DEREK terhadap mobil yang parkir sembarangan. Parkir di bahu jalan (dan jalan lingkungan/kompleks) hanya diijinkan untuk keperluan acara khusus (misal ada hajatan), itu pun maksimum 3 haru untuk mobil yang sama. Lebih dari itu, wajib di-DEREK.

Monggo !!!

Begitu apa begitua ya ?

Ya Emangbegitu.

 

Scroll To Top