Sekilas Info
Home | Inspirasi | GEDUNG DENGAN 160 EMBER (MusTel dan Lawang Sewu)

GEDUNG DENGAN 160 EMBER (MusTel dan Lawang Sewu)

Sebagian orang lainnya berpendapat bahwa MusTel itu mirip Museum Lawang Sewu-nya pt KAI. Ia tetap menjadi icon bersejarah perjalanan perkereta-apian di Indonesia yang memberikan citra bagus bagi perusahaan yang bersangkutan ….Menurut Anda bagaimana ??

Lawang SewuLawang Sewu dkk.  Lawang sewu letaknya di Semarang, sempat terlantar menjadi bangunan yang lebih layak untuk shooting sinetron hantu-2an.  Konon juga akibat ketidak jelasan administrasi penanggung jawabnya.

Kini gedung Lawang Sewu menjadi icom dan tujuan wisata jika berkunjung ke Semarang atau bahkan berkunjung ke Jawa Tengah. Gedung Lawang Sewu dikelola oleh PT KAI, dan PT KAI memanfaatkannya untuk menjelaskan sejarah perkereta-apian di Indonesia bagi siapa saja yang berkunjung ke sana.

Bukan saja turis asing, namun juga generasi muda yang semula hanya melihat sosok gedung yang punya arsitektur bagus itu, mendapat pengetahuan tambahan tentang PT KAI dan sejarah perkereta-apian Indonesia.

PT KAI Lokomotip kunoPT KAI membuat hal serupa di berbagai kota dan memeliharanya dengan baik, sehingga memberikan keindahan pada lingkungannya sekaligus memberikan info kesejaranan bagi siapa saja.

Di Ambarawa ada museum kereta api stum dan kereta api bergerigi.  Pengunjung bisa menikmati ini dalam bentuk perorangn maupun rombongan. Disana pengunjung juga bisa melihat wujud asli dan nyata berbagai jenis lokomotip yang pernah mewarnai perkereta apian di Indonesia.

Secara langsung maupun tak langsung, PT KAI ingin menjelaskan kepada generasi penerus bahwa Indonesia memiliki knowledge asset di perkereta apian, baik sebagai operator maupun sebagai pemelihara produk perkereta apian.

Bahkan Indonesia pernah mencapai tahap membangun pabrik kereta api – INKA ( Industri Kereta Api ) yang entah bagaimana nasibnya sekarang. Anda lebih paham  !!!

Dan …… kini semua itu menjadi tantangan generasi penerus untuk melanjutkan yang baik2, konstruktip dan produktip bagi kemajuan Indonesia.

Logo KAI & TLKMBUMN Infrastruktur.   Dua BUMN yang membidangi infrastruktur dan sampai sekarang selalu update melayani publik antara lain adalah  : telekomunikasi dan kereta api.

Kedua jenis bidang infrastruktur ini dikembangkan sejak jaman penjajahan Belanda. Sehingga seharusnya Indonesia memiliki knowledge asset terkait kedua hal ini yang lebih hebat dibanding dengan negri2 lainnya di tingkat ASEAN.

Telekomunikasi sempat mencapai prestasi gemilang menjadi leader di ASEAN sejak diluncurkannya satelit palapa pertama. Itu adalah revolusi yang bermodalkan knowledge asset dan visi kebangsaan dengan mempertimbangkan geo-positioning Indonesia.

Begitu pun denga Kereta Api.

Kedua industri pelayanan publik ini memliki perhatian serius bagi upaya memajukan Indonesia dan menjadi icon kemajuan Indonesia.

Sumber Inspirasi. Sebagian generasi muda sekarang membutuhkan arahan dan wawasan dari apa yang dilakukan oleh generasi terdahulu dalam meraih dan mencapai prestasi itu.

Keinginan itu selayaknya menjadi kepedulian kita semua agar generasi penerus tidak  mengalami kehilangan orientasi dalam upaya ingin berkontribusi memajukan Indonesia. Namun keinginan itu juga perlu difasilitasi dalam bentuk museum misalnya.

Sebagian kecil generasi muda menyuaki berkunjung ke museum, sebagian diantaranya hanya megagumi dan hanya sebagian kecil yang mampu mengambil hikmah/pelajaran yang mengakselerasi dream atau menjadi fine tunning atas dream dalam ikut membangun peradaban ke depan.

Bagaimana pun itu, museum memliki peran strategis bagi pembangunan watak dan menthal bangsa. Bangsa Indonesia memiliki knwoledge asset yang luarrrrrrr biasa.

Inspirasi thin big Pembukaan UUD 1945.  Generasi muda sebelumnya (bidang telekomunikasi dan IT, ICT) sudah mewujudkan amanat pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dengan upaya  membawa Indonesia melewati tahapan connecting cities (jaman telepon otomat & SLJJ-nisasi)  dan connecting people ( jaman Telepon Seluler ).

Dengan connecting cities dan connetcting people, maka upaya pemeratan kesempatan menikmati dan peningkatan kesejahteraan penduduk di seluruh wilayah Indonesia menjadi lebih mudah dilakukan, menjadi lebih nyata dirasakan dan semakin merata.

Telepon rumah/tetap (Fixedphone) dan Ponsel (telepon seluler, kini smatrphone namanya), yang semula hanya lambang status (bukan fungsi) dan dikooptasi hanya oleh hi-life style society, kini telekomunikasi/ICT sudah dinikmati sampai ke pelosok negri oleh semua kalangan /level ekonomi di seluruh wilayah Indonesia.

Jaman telah memanggil generasi ke generasi untuk mewujudkan impian para pejuang kemerdekaan yag telah berjuang membentuk negri ini, tertuang dalam “tantangan” amanat UUD 1945.

Perlindungan untuk Kemajuan Pribumi. Generasi saat ini/ berikutnya dimana internet sudah menjadi semacam platformnya, sebgian melihat tantangan konvergensi yg memperkuat industri pertanian/peternakan, dan berbagai industri lainnya (fashion, kuliner, interior, dsb  sampai industri stratgeis) bagi kemajuan peradaban dan kejayaan bangsa pribumi INDONESIA (bukan bangsa dan negri lain ya !!!).

Dengan mengenali sejarah dan landasan kenegaraan yang dilakukan generasi pendahulu, maka mudah bagi generasi penerus untuk menetapkan tujuan2 baru dengan memanfaatkan kemajuan teknologi dan peradaban yang terus berkembang.

Tanpa memahami landasan yang digunakan, generasi penerus akan kehilangan orientasinya dalam memajukan Indonesia.

MusTel salah satu manfaat museum bagi generasi penerus dan bagi ketahanan nasional serta bagi upaya membangun landmark-landmark yang membanggakan industri telekomunikasi Indonesia.

Monggo !!!!

Begitu apa begitu ya ?

Ya Emangbegitu

 

 

Scroll To Top