Sekilas Info
Home | Inspirasi | Gaya Hidup | HANACARAKA : Harta, Pemerintahan Baru

HANACARAKA : Harta, Pemerintahan Baru

Setelah Pemilu 2014 terselenggara, seolah Indonesia “selesai” tidak ada pemberantasan korupsi lagi.  Media amat jarang memberitakan upaya penanganan korupsi sebagaimana tahun2 terakhir pemerintahan pak SBY.  Adakah ini pertanda tertentu ? Tanya : KENAPA ? ………….

Apakah sepinya berita penanganan pelaku penjarah uang rakyat oleh KPK lantaran didasarkan pada rasa tidak suka,  ”dendam” atau kebencian pada sosok atau partai tertentu ?.  Beberapa waktu sebelum pemilu, media seolah begitu rupa membombardir ketua dan bendahara partai Demokrat – partai besutan pak SBY, yang telah disidangkan di KPK. Apakah sudah “puas” ?  Jika karena hal seperti itu, maka amat disayangkan.

save-kpkAdakah media  berpihak pada kebencian pada sosok atau partai tertentu, minimal sosok atau partai yang dipandang tidak sejalan, atau berpihak pada obyektivitas dan kebenaran ? Anda bisa cermati dan andalah yang paling paham.

Apakah media menjadi partisan suatu partai (kacung partai) atau menjadi pilar demokrasi ? Anda bisa cermati dan andalah paling paham.

Silakan cemati !!!!

Sebagian orang nggak mau demokrasi terpimpin, nggak mau demokrasi pancasila, nggak suka dengan konsep musyawarah mufakat. Lalu apa maunya demokrasi kacung kampret ? apa milih demokrasi bedinde-nya penghisap darah ? seolah demokrasi, namun ujungnya kekayaan INDONESIA dihisap karena keteledoran atau kebodoran yang berwenang ?

Mosok belum juga punya percayaan diri atau memang senagaja ingin melestarikan mental babu(nya) ?

INDONESIA ya INDONESIA, bukan yang lain. Sejarah pembentukan negrinya saja nggak sama.

INDONESIA itu berakar pada bhineka tunggal ika, dimana penduduk ASLI menjadi motor utama. Bukan negri mirip bhineka tunggal ika dimana sulit menemukan penduduk ASLI.

Kita nggak usah ngurusin negri lain, tapi juga jangan mau dipermainkan negri lain. Biarin saja negri lain begitu, toh kita nggak minta makan ke sono (kecuali kacung kampret).

INDONESIA negri katulistiwa dengan bentangan seperdelapan keliling dunia, bukan negri setingkat kotamadya.  INDONESIA negri cinta damai yang bebas aktip, bukan agresor atau penyerbu negri lain. INDONESIA negri bersahabat, bukan negri penyusup.  Negri yang gemah ripha loh jinawi, thukul tanpa tinandur, lautnya bagai kolam susu yang penuh mineral, nutrisi, protein, dll. Tongkat kayu dilempar akan tumbuh jadi tanaman.

SO WHAT gitu loh !

Dan ……………… bagi yang benar-benar cinta Indonesia, kawal penggunaan APBN, uang rakyat, asset negara, dan berbagai HAK rakyat INDONESIA (bukan rakyat negri lain ya).   Kawal agar pengelolaan APBN, BUMN, ladang minyak, tambang mineral lainnya, benar2 untuk kemajuan bangsa dan negara INDONESIA (bukan bangsa dan negara lain), untuk mensejahterakan rakyat INDONESIA (bukan partai atau kelompok tertentu, apalagi rakyat negri lain).

Bukan semata salah pemimpin, sebab disekitar pemimpin banyak pembisik KOPLAK dkk. Karenanya banyak peran untuk mendukung upaya memajukan INDONESIA agar pemimpin tetap jujur, tetap berpihak pada kebenaran dan keadilan, agar pemimpin benar2 bekerja untuk INDONESIA (memegang amanah).

http://industri.bisnis.com/read/20140724/98/245846/jembatan-comal-ambles-kenaikan-tarif-bus-tak-terhindarkan

http://industri.bisnis.com/read/20140724/98/245846/jembatan-comal-ambles-kenaikan-tarif-bus-tak-terhindarkan

Tidak Peduli/Melayani Bangsa Sendiri ? Ini soal “sejarah”. Lihatlah kembali pemberitaan heboh rusaknya secara rutin jalur pantura serta jembatan Comal dan Cibaruyan yang ambrol (mudik Lebaran 2014)> Bukankah pemerintah sudah lama tinggal dan sebagai rakyat Indonesia yang tentu saja paham bahwa mudik itu  suatu yang sudah mentradisi dan menjadi kebutuhan rakyat yang membutuhkan kelancaran.

Banyak orang luar yang kagum dengan budaya mudik ini, budaya yang selain bernafaskan religius, juga secara “sekuler” telah menghasilkan mesin pendistribuisan uang ke berbagai daerah (auto pemerataan). Budaya yang telah “memaksa” industri apa saja bertumbuh (garment/fashion, telco, automotive, penerbangan/airways, penyebrangan ferri, kuliner, pompa bensin, dsb).

Budaya yang bermanfaat untuk menguji (once a year) kesungguhan pemerintah dalam membangun infrastruktur jalan, kehebatan swasta dalam membangun kecanggihan insfratruktur pelayanan (telco mobile, jaringan resto, jaringan pompa BBM, jaringan after sales service kendaraan bermotor, dsb ).

Sayangnya budaya hasil karya anak bangsa sendiri belum sepenuhnya disadari oleh pemerintah (bukan hanya jaman pak SBY). Ini mungkin juga karena tarafnya belum menyadari kehebatan bangsa ini membangun budaya yang hebat ini. Kalau yang suka sinis, itu mah memang hatinya kusut, kurang bisa open mind dan berpikir positip.

Amat berbeda dengan ketika segelintir tamu asing datang, persiapannya jauh sebelumnya. Padahal rakyat yang mudik itulah pembayar pajak terbesar (mulai pajak mobil pajak motor, PPh. PPN, retribusi jalan, pajak BBM, pajak restoran, dll ).

Bahkan Presiden pun kurang mendapat perhatian pelayanan yang semestinya. Masih ingatkah heboh komunikasi Presiden dan Gubernur DKI  (pak SBY dan pak Jokowi serta konon juga bu Mega) yang konon komunikasinya disadap, dsb.  Kalau pengendalian saluran utama komunikasi menggunakan milik asing, wajar saja hal itu terjadi.

Kenapa dulu punya satelit SKSD (sistem Komunikasi Satelit Domestik), kini entah bagaimana ? bukankah negri ini negri nusantara, bukankah jaman telah membuktikan pentingnya sateli itu ?

Pemimpin seolah dibuat lupa dan baru sadar setelah detik2 terakhir kejadian. Sementara, pembisik KOPLAK dkk boleh jadi terbahak-bahak dan cengar-cengir di sudut tersembunyi sambil melihat pemimpinnya dikomplain rakyatnya.

Inikah pertanda kepedulian pada keamanan negara terlupakan ? The WINE platform continuously samples and aggregates multiple petabyte-sized best-data-recovery.com sets, collected around the world by Symantec from customers who agree to share this data.  atau infrastruktur INDONESIA strategis dalam keadaan SOS.

Amanah dan Percaya Diri. Negri yang pernah menjadi tempat benchmark sistem irigasi teknis untuk pertanian yang terintegrasi dengan pembangkitan tenaga listrik serta perekonomian rakyat (ikan air tawar dalam karamba maupun empang2 di sepanjang saluran irigasi ), sekarang entah bagaimana ?

Negri yang dulunya punya proto type loncatan menuju industri MobNas (Mobil Nasional), sekarang entah kemana ?

Negri yang dulunya menjadi pemimpin di kawasan ASEAN, OKI, OPEC, Non-Blok, dsb sekarang entah bagaimana ?

Anda semua yang tahu sejarahnya !!!!

reformasi-Tanpa memahami sejarah bangsa sendiri, akan muncul generasi LINGLUNG yang tercuci otaknya.  Yang mudah gumunan, mudah kagetan, dan mudah dumeh – generasi yang mudah terpesona kepiyeng-piyeng, mudah terkejut ginjal-ginjal dan mudah arogan bin jumawa bin kementhus.

Ninik mamak mewanti-wanti agar tidak mncul lagi generasi MALIN  KUNDANG yang terlahir lagi – makanya disumpah menjadi batu. Eh …. ada yang mau-maunya memandang rendah ninik-mamak.

Kakek nenek berpesan untuk jangan membuat generasi menjadi KOPLAK, dsb. Eh …. malah ada yang mengembangkang minuman oplosan anti lestari yang manjur untuk cuci otak.

Pak Kromo mengingatkan seputar amanah dan percaya diri sbb :  ”Kalau yang ditanam adalah ilalang, jangan berharap panen padi. Dan … kalau yang ditanam padi, waspadalah dan siangilah, karena ilalalng akan mencuri start, membunuh padi dengan menghabiskan nutrisi padi.  Kalau pemerintahnya loyo dan sibuk dengan hal-hal yang tidak penting serta pinthilan-printhilan apalagi sibuk pencitraan, maka waspadalah, karena kucing garong sudah siap-siap. Percaya dirilah dan tetap berpegang pada amanah  ”

Membenci manusia itu dilarang agama, yang dianjurkan adalah tidak mengikuti perilaku buruk/jahat/kejam/KKN/fasis/atheis dlsbg. Hidup ini untuk berbuat yang terbaik ( itu pun tidak selamanya terjamin baik), bukan membenci sosok. Karena yang akan membalas adalah Sang Pemilik sosok yang juga Pemilik kita semua dan alam semesta.

Jika KKN dan otoriter yang tidak disukai, bukan berati semua legacy dirusak/dihilangkan, baik dengan cara terang-terangan, cara nyata maupun melalui proses penterlantaran atau cara provokasi. Sudah begitu malah perilaku KKN  justru yang dipelihara, atau juga mengembangkan varian baru perlaku “otoriter” dengan memprovokasi bahwa “yang itu jelek, yang punya kita bagus”.

Kalau begitu adanya, maka itukah tujuan reformasi ? itukah jiwa demokrasi ? itukah melayani rakyat ? itukah memajukan negri ? itukah amanah ?

Amanah (titipan dari Allah) itu bisa berupa harta, tahta, popularitas, keluarga, dsb.

Harta.  Kyai Mursyid : “Harta itu fitnah (ujian) dunia, bisa menjadi sarana ibadah, terkadang harta akan menjadi bencana”.

http://howtocarveroastunicorn.blogspot.com/2013_01_01_archive.html

http://howtocarveroastunicorn.blogspot.com/
2013_01_01_archive.html

Durjono, Naruto dan Suloyo – tiga anak muda yang punya IQ bagus dan sedang menjuruskan takdir dirinya ke jalur KOPLAK, dengan start menjadi ahli nenggak cukrik,  yang sedang bermimpi jadi orang berlimpah harta, tercenung mendengar suara itu dari speaker masjid.

Mereka sangat penasaran dan nggak habis pikir dengan pendapat aneh dari Kyai yang oleh sebagian orang dikenal mempunyai ilmu yang bisa melihat sesuatu dimana yang orang lain sulit melihatnya. Bukan ilmu klenik bukan ilmu syirik, tapi ilmu karena kejernihan hatinya.

Saking penasarannya, ketiga pemuda ini melabrak sang kyai dan ingin minta penjelasan. Menurut mereka, kalimat tadi sindiran kepada mereka – Trio Koplak (padahal kyai Mursyid kenal juga nggak dengan ketiga pemuda ini).

Meski mereka datang dengan wajah geram dan mulut bau spirtus, sang kyai menerima mereka dengan amat welcome dan memberikan penjelasan yang sesuai dengan karakter mereka.

http://diansano.story.kontan.co.id/2014/01/12/ sang-kyai-dan-si-lurah-dongeng-untuk-kpk/

http://diansano.story.kontan.co.id/2014/01/12/
sang-kyai-dan-si-lurah-dongeng-untuk-kpk/

“Begini anak muda.  Kamu lihat ni ? ini adalah peta harta yang disimpan opsir pejajah jaman dulu. Dilokasi ini tersimpan emas berlian dalam beberapa peti kotak bertuliskan bahasa londo. Kalau kalian suka, silakan gunakan dan ambil semuanya untuk kalian” penjelasan singkat sang kyai.

Menghina Orang Baik. Sontak ketiga pemuda ini saling pandang dan serentak mengangguk dan berkata nyaris serentak, sambil tertawa dan menggunjing sang kyai  ”hahahaha …… ngeper juga ini  kyai sama kita-kita”.

Tidak sampai berganti jam, mereka mempersiapkan diri dan peralatan menuju lokasi yang  ada di peta itu, di lereng gunung yang sepi, jauh dari penduduk dan kenal angker.  Nyaris 24 jam kemudian, sampai di lokasi.

Segara mereka membabat pepohonan yang memang lebat, dan menggali dengan ambisi yang bagai kesetanan. Benar juga akhirnya mereka menemukan beberapa kotak yang benar-benar berisi emas berlian.

Mereka amat sumringah, terbayang masa depan cerah sudah di depan mata. “Dasar kyai goblok, harta sebanyak ini malah dianggurin”.

Rasa lapar mulai menggangu akibat tenaga terkuras dalam pencarian harta terpendam itu, dan hasrat nenggak cukrik mulai terasakan amat menggelora, karena sejak berangkat belum sempat makan sebutir nasipun.

http://wayang20.blogspot.com/2012_06_01_archive.html

http://wayang20.blogspot.com/
2012_06_01_archive.html

Otak Kriminal. “Bro kita perlu makan dan minuman nih” kata Durjono yang disahuti serupa oleh Naruto dan Suloyo. Otak dan kewaspadaan mereka jalan lanar, sadar jika ramai2 cari makan dan beli minuman dengan membawa peti seperti itu, jelas bukan pilihan yang tepat, mengundang bahaya.

Mereka pun berembug mengatur strategi paling aman dan nyaman, diputuskan Naruto bertugas beli makanan dan minuman, sementara yang lain berjaga di lokasi.

Sesampai di warung desa terdekat,  Naruto pesan dua bungkus paket spesial dengan lauk paling enak dan paling mahal. Sambil menunggu dibungkus, ia makan di tempat dengan lauk yang serupa. Setelah kenyang ia pun keluar warung.

Begitu melangkah dari warung, sudah kebayang  oleh Naruto seandainya harta itu menjadi miliknya sendiri sepenuhnya,  pikirannya pun melayang  ”saya harus habisi dua kecoak itu”.

Ia pun mampir ke toko kimia untuk membeli racun terbaik yang akan dicampurkan di makanan dan minuman.

Rupanya jalan pemikiran ini pun mendapat kelancaran. Racun diperoleh, dan ada lokasi yang aman untuk mencampur. “Yes !!! saya kaya raya” pikir Naruto

Di lokasi penggalian, penantian makanan dan minuman terasa amat lama. “Bangsat !!! si Naruto lama amat. Pasti sambil cari-cari pestol untuk menghabisi kita. Daripada kita mati sia-sia dan dia jadi kaya raya, bagaimana kita sergap dan habisi dia begitu masuk ke tenda sambil bawa makanan dan minuman kita?” kata Durjono yang disetujui 100% oleh Suloyo.

Muspro. Dan strategi ini pun diberikan kelancaran. Begitu sampai di lokasi penggalian, Naruto berhasil dihabisi oleh duo Koplak dalam waktu singkat.

Mereka – Durjono dan Suloyo ,  saling memandang dan berteriak “Yes !!!! kita menang !!! kita kaya raya. Mari kita rayakan pesta makan dan minum sepuas-puasnya” .

Dan ……………. kini, sesaat setelah pesta makan dan minum itu,  trio Koplak sudah secara kompak mentakdirkan diri menjadi looser sejati,  mayat mereka beserta “harta karun” pun akan kembali ditelan bumi dengan bergantinya jaman.

Awam melihat bahwa pak Kyai itu sakti. Sementara sebagian awam yang lainnya memandang bahwa harta terpendam itu keramat.

Padahal kyai itu menjelaskan secara nyata bahwa bagi kaum Koplak, harta itu menjadi bencana, hukum alam (sunnatullah) lah yang memproses semua ini, dalam kuasaNYA.

Keramat (karomah) adalah sesuatu yang memang memiliki “kesaktian”, telah diturunkan oleh Allah pada semua manusia, yakni kedua orangtuanya, yakni ibunya serta bapak.

Message. Pesan Umum kyai Mursyid “Siapa pun yang berbhakti pada kedua orangtuanya (keramatnya), akan diberikan kelancaran kehidupan. Siapapun yang sedia bersedekah karena Allah, dalam keadaan lapang maupun sempit, akan diberikan kehidupan yang penuh berkah (barokah)”.

Terkait kekuasaan itu dekat dengan harta dan korupsi. “Siapapun yang mengejar dunia,  apalagi sampai terbelenggu dunia, akan merana dunia akhirat. Banyak orang berharta, namun kehidupannya miskin, fakir dan bahkan kafir. Lihatlah para koruptor.  Banyak juga yang yang tak berharta yang juga miskin, fakir dan kafir juga.

Hidup ini pilihan, pilihlah yang selamat damai sejahtera bahagia makmur sentosa, dunia akhirat “.

Wallohu a”lam.

Begitu apa begitu ya ?

Ya Emangbegitu

Disamping HARTA, jendela hanacaraka (amanah) antara lain adalah : Kekuasaan, Popularitas (dipuja), dan keluarga.

 

Popularitas.

Scroll To Top