Sekilas Info
Home | Inspirasi | JANGAN MENGHINA PRESIDEN

JANGAN MENGHINA PRESIDEN

 Presiden juga manusia, punya kekurangan selain kelebihannya.  Kita bisa menyimak sejarah bagaimana para bijak bestari menasehati kekurangan Presiden Soekarno, Presiden Soeharto, sampai Presiden SBY. Kini Indonesia dipimpin pak Jokowi sebagai Presidennya…… Monggo !!

history Pelajaran Sejarah.  Sejarah oleh sebagian orang sedang diabaikan. Agar match dg istilah jaman, maka kalau tertulis kata sejarah, maka baca saja “track record”.

Sejarah perjalanan bangsa ini, (mungkin) bisa menjadi ibro/hikmah/benchmark bagi rakyat dari generasi muda dan juga pemimpin lainnya, juga para ulama, seniman, ilmuwan dsb.

Monggo !!!

Bully Seklias Kekurangan.  Presiden yang sukanya menimang wanita dan dansa-dansi namun melarang music rock n roll, kita pernah memiliki.

Presiden yang membangun konsep penjabaran nilai2 kesederhanaan dalam perilaku dan contoh praktis, tapi terkesan membiarkan adanya perilaku KKN, kita juga pernah memilikinya.

Sampai Presiden yang mengkampanyekan Perang Terhadap Korupsi, namun terkesan lupa di lingkungan terdekatnya justru berkeliaran manusia berperilaku korupstor, kita juga punya.

Dan sebagainya …. Simak sendiri sejarahnya ya !

Monggo !!!

KATA MUTIARA GUS MUS Bijak Bestari. Para ulama bijakbestari bukannya tidak menasehatinya.

Presiden dan elit disekitarnya, biasanya paham mana ulama bijakbestari. Kalau tidak paham ya patut dipertanyakan dong.

Ulama2 bijakbestari, biasanya langsung mendatangi sang Presiden, terutama jika menyangkut soal private/kifayah  (meski dampaknya bukan lagi private tapi sudah berdampak pada kepentingan publik).

Ulama bijak bestari tidak selamanya dan cenderung tidak sedia hadir jika diundang Presiden, terutama jika mengundang tanpa urusan yg jelas atau tujuan dg kepentingan diri yg terselubung, atau ada maksud lain. Ulama bijakbestari biasanya paham ini. Kalau nggak paham juga dipertanyakan dong.

Sikap tidak serta merta sedia hadir ini, bukan menentang kepada pemerintah. Namun lebih kepada upaya menjaga dari upaya pembungkaman dan kekritisan serta memlihara niyat lillahi ta’ala. (Takut kalau ada niyat bukan karena Allah, misal “takut” nggak kebagian amplop , nggak kebagian foto naris bersama, atau takut tidak mendapat fasilitas dsb dsb ).

Sikap seperti ini menyelamatkan diri ulama dan juga sang Presiden. Elit sekeliling Presiden mestinya paham ini. Kalau nggak paham ya kebangetan namanya, ya belajar sama kyai bijakbestari.

Seniman bijak bestari juga menasehatinya dengan berbagai satire yg hanya bisa dipahami oleh sosok itu maupun kaum yg cukup ilmunya.

Selo SumardjanTidak sarkastik, meski oleh sebagian orang dianggap eufismisme.

Kalau elit sekeliling Presiden yang tidak paham satire dari seniman bijakbestari, ya kebangetan !!

Ilmuwan bijakbestari juga bukan tidak membuat kajian dan paparan ilmiah , bahkan sebagian mereka membuat terminology budaya atas fenomena “menyimpang” yang terkesan menjadi “karakter” sang pemimpin.

Elit sekitar Presiden juga biasanya paham maksud pemunculan terminologi2 yang mengandung pesan remindering atau alarm.

Kalau elit sekitar Presiden nggak paham ini, ya kebangetan !!!

Dan sebagainya …. Simak sendiri sejarahnya ya !

Monggo !!!

Akhlaq Mulia Ideal dari Faktanya. Presiden, keluarga dan lingkungan kehidupannya adalah juga manusia. Tidak semuanya dan (mungkin) tidak selamanya mampu menjaga idealisme dan karakter terbaiknya (akhlaq mulia).

Saya pribadi amat berharap dan sebaiknya kita berdoa agar para pemimpin Indonesia (siapapun dia), tetap dijaga dijalan yang lurus, jalannya kaum yang diberikan nikmat, bukan kaum yang dzolim dan terdzolimi, bukan pula kaum yang tersesat dan disesatkan.

Aamiin  Ya robbal ‘alamin.

Anarkis. Tidak sedang berharap, namun sebaiknya kita paham proses alamiah kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam berbagai perjalanan, kita bisa simak.

Apabila setan berwujud manusia berhasil menggoda para Pemimpin dan keluarga serta elit disekitarnya, maka perilaku mereka  juga lebih terwarnai oleh sang penggoda itu.

AnarkismeDi titik seperti ini biasanya, “penyimpangan” yang semula hanya bersifat “private”, sudah menjadi bersifat komunal, terutama di kalangan elit tertentu (tidak semua elit berhasil digoda).

Jika ini terjadi, maka kaum bijakbestari yang sejak awal mula tulus murni menasehati dari nurani terdalam dengan kalam ilahi, menjadi muak, dan melihatnya sudah bukan lagi sosok yang patut dimuliakan.

Tentu saja bagi awam, bagi rakyat menjadi jauh lebih muak lagi. Sementara kaum “penyimpang” justru berperilaku bagai setan berpesta pora.

Di situasi seperti ini, maka setan dari “mashab” yang lain pun menggoda manusia lain dengan “produk lain yg terkesan kontradiktip” -  membangkitkan anarkisme dan radikalisme dengan perilaku bagai penyembah setan.

Lanjutannya bagaimana jika hal2 seperti ini terjadi ? …. Silakan simak sendiri sejarahnya !!

Na’udzubillah !!! mudah2an elit dan para pemimpin negri dijauhkan dari godaan setan yang terkutuk dan kembali ke jalan yang lurus.

Monggo !!!

Jangan Menghina Jangan Menghina.  Seandainya Anda membangun rumah yg dirancang dg sungguh2,  lalu ada orang yang Anda ketahui wawasannya tentang property nol puthul mengatakan bahwa “rumahmu jelek banget”, apa respons Anda ?

Seandainya karya tulis Tugas Akhir Anda yg dikerjakan dg sungguh2, serta merta dikata-katain teman yang Anda ketahui bodoh bin dungu sebagai “tulisan dan metodanya jelek dan kacau”, kira2 apa respons Anda?

Pemimpin itu manusia seperti juga Anda.

Ia hanyalah ciptaaNYA.

Ia tidak pernah meminta menjadi ganteng atau sebaliknya, dsb.

Jika ciptaanNYA dihinakan karena soal yang bersifat takdiriyah, maka siap2 saja Anda akan dikalkulasi oleh Sang Pencipta disamping (mungkin) anda akan terkena marah atau marah2 atau ungkapan dendam terselubung dari yang dihina.

Jika manusia dihinakan oleh sebab yang bersifat privat, maka Anda berkemungkinan akan mendapatkan respons kemarahan dari yang dihina itu.

Jihad Jihad/Perjuangan. Namun jika Anda mengingatkan kekeliruannya terkait dengan hal2 yang berdampak luas pada kerusakan umum, dan berbagai perusakan  yang menyangkut kepentingan bersama, maka Anda sedang berjihad (berjuang).

Contohlah para ulama bijak bestari jika Anda dari pesantren.

Contohlah seniman bijakbestari jika Anda adalah seniman.

Contohlah ilmuwan bijakbestari jika Anda adalah akademia.

Jika Anda dalam posisi beriman dan tindakannya itu lillahi ta’ala, maka jihad (perjuangan) itu adalah ibadah, sebagai bagian dari  yang di agama dinamakan amar ma’ruf nahi munkar.

Namun jika didasari oleh kebencian atau pengkultusan (apalagi dengan warna kemarahan ), maka boleh jadi itu tidak dikategorikan sebagai ibadah (oleh system Allah  - wallohu a’lam).

Jika respons pemimpin marah atau marah2 terkait upaya mengingatkan (terkadang dengan keras tergantung kebengalan dan kebebalan sang pemimpin), maka Anda diberikan sinyal untuk lebih sabar.

Monggo !!!

Dajjal Sabar & Sifat Dajjal. Sabar itu mencermati proses yg sedang berlangsung seraya tetap berupaya untuk berjuang/jihad dg cara2 baru/lain, menjaga niyat untuk tetap lillahi ta’ala.

Tanpa menjaga niyat lillahi ta’ala, maka mudah tergelincir dan masuk dalam perangkap  godaan sifat dajjal.

Sifat dajjal disini adalah sifat yg bergerak dengan “mata satu” – wis pokok-e, mauku, ki karep-ku, hancurkan lainnya, keserakahan, bodoh tapi belagu seperti pinter, merasa yang paling xxxx  (kuasa, bener, dsb), dsb.

Sifat dajjal itu mengabaikan kemungkinan sifat manusiawi dirinya yg boleh jadi ada kekeliruan dalam diri maupun cara yang telah dilakukannya, ……. mungkin sudah berubah dominan diwarnai sifat setaniyah.

Dan sifat dajjal jelas sejak awal  tidak menggunakan atau diperjalanan telah kehilangan niyatan lillahi ta’ala.

Monggo !!!

Dalam Perjuangan/jihab , jagalah niyat lillahi ta’ala.

Begitu apa begitu ya ?

Ya Emang Begitu 

Scroll To Top