Sekilas Info
Home | Inspirasi | JAKARTA MEGAPOLITAN : JOKOWI, BAPAK TIDAK SENDIRIAN

JAKARTA MEGAPOLITAN : JOKOWI, BAPAK TIDAK SENDIRIAN

HEBOH !!!!  Jangan kawatir pak Jokowi, Bapak tidak sendirian   ………………….. 

Fakta. Moyang saya dari negri Indonesia, memberitahukan bahwa kalau membicarakan apapun itu bisa dilihat dari barangnya (definisi, kandungan, fungsi, dsb ) dan cara memakainya. Mirip guru agama yang mengajarkan perlunya memahami Qadar dan Qodho’. Agar mudah menganalisis segala sesuatu dan tidak mudah berprasangka.

Namun kebanyakan malah menggunakan daya analisis sekaligus cenderung berprasangka. Buktinya ? tayangan seputar gossip yang cenderung fitnah, masih eksis.

Manusia diperintahkan Allah memperhatikan, mempelajari menyeleaikan apa yang ada dihadapannya sebagai bagian dari Qodho’-nya ( bisa melalui tadzabur ‘alam, tholabul ‘ilmi, dsb) agar terbuka wawasannya, mendapat inspirasi, kreatif, dsb.  Meski disadari manusia cenderung pengin tahu, namun sulit mendapatkan bukti  di Indonesia. Buktinya ? tayangan bermuatan hasil pengamatan, penelitian dan serupa itu sebagaimana di BBC Knowledge, Sangat amat jarang sekali !.

Di negri Anemia, lebih parah lagi, pemerintah dan pejabatnya seolah tidak peduli dengan penelitian dan kegiatan ilmiah. Memperhatikan saja seolah nggak, apalagi menghargainya. Lembaga2 berlabel “teliti-riset” dikabarkan malah menjadi jongos dari orderan pihak luar yang berpotensi merusak negri Anemia sendiri.

Banyak politisi yang “menjual kesolehan” dan “kecintaan negri” sebagai pencitraannya, amat sangat jarang terdengar menyuarakan pentingnya teliti-riset ini. Mereka lebih menyukai meniru perilaku Vicky P – orang dari negri Indonesia yang diberitakan mengadakan pesta tunangan dengan Eneng Gotik yg begitu mewah, tidak dijelaskan kerjaan Vicky apa, berapa penghasilan per bulannya atau pesta itu atas sponsor siapa.

Politisi negri Anemia cap “menjual kesolehan” dan cap “kecintaan negri”, lebih mendorong budaya maklarisasi system birokrasi untuk menghindari labil ekonomi diri sendiri dan keluarganya dengan mengkudeta dan menghancurkan statusisasi dan harmonisasi kehidupan peternak petani dan peneliti.

Bahkan ahli pajak Anemia akan menghajar warungsederhana ( kalau di Indonesia mirip warteg, warung sate, warung tengkleng, warung buryam, dsb ), akan dikenakan pajak. Mungkin saja pesanan asing yang ada di otaknya, yakni agar warung2 itu segera tewas dilibas waralaba asing yang kini dengan berbagai cerita, konon juga sudah menjual makanan yang biasa tersaji di warungsederhana2 – makanan Asli Anemia.

Luar biasa !!!

Politisasi Barang.  Kembali ke laptop, bicara soal barang. Salah satu contoh barang adalah clurit atau arit. Barang ini,  aslinya dibuat untuk menjadi sarana bertani, berkebun dan serupa itu. Pada umumnya juga digunakan seperti itu. Namun faktanya bisa kita telusuri.

Jika alat ini dipegang dan digunakannya oleh orang seperti petani Gungung Kidul, pekebun Berastagi, Peladang Pontianak, atau dipegang oleh Bob Sadino (biasa dikenal oom Bob) atau digunakan oleh Ir.AP Kusumaningrat,MP.MMP.PhD (biasa dikenal dengan nama panggilan Mas Demang), akan memudahkan beliau-beliau dalam ber-akitivitas memproduksi buah/sayuran bagi lingkungannya.

Bob Sadino & mas Demang. Oom Bob pendiri sekaligus pemilik dari usaha yang kini berkembang, bermula dari usaha yang dilakukannya sendiri secara langsung dan terkait dengan upaya melayani kebutuhan perut lingkungannya.  Mas Demang adalah pendiri sekaligus sebagai pemilik dan pengelola Wana Natural Farm dan telah berhasil melakukan penyebaran dan Pembudidayaan Bibit Buah Naga Hitam ke seluruh wilayah Indonesia.

Cak Sakerah. Namun jika barang yang sama ( dalam hal ini : arit/clurit ), ditanyakan  kepada sebagian saudara yang berasal dari Madura “apa fungsinya?”, maka boleh jadi sebagian akan menjawab “untuk carok”.  Carok adalah bentuk perkelahian khas Madura, dan tokoh jagoan terkait dengan tradisi carok antara lain adalah cak Sakerah.

Politikus.  Masih barang/alat yang sama, jika ditanyakan pada tokoh politik, maka itu akan dimaknakan sebagai suatu bagian dari lambang partai di jaman dulu. Dalam politik, suatu benda tidak lebih hanya symbol, sering dianggap seolah mewakili mereka yang biasa memakainya.

Dan … terkait atau tidak dengan barang/alat di atas, kebanyakan politikus tidak mau menjadi pahlawan seperti petani, peternak, pekebun, atau tidak sanggup menjalani hidup ala Oom Bob atau mas Demang.  Namun, anehnya terkadang ada yang bergaya lebih galak dari cak Sakerah.

Indonesia Belajar. Jadi, dari hal yang paling sepele saja, Tuhan telah menurunkan ayat yang terlihat nyata bagi penduduk Indonesia,  memiliki wahana pembelajaran yang lengkap bahwa manfaat barang (dalam hal ini alat), sangat bergantung pada cara memakainya ( orangnya, culturenya, motive-nya ).  Bagi kaum muslim, nasehatnya sudah jelas : innama a’malu bin niyat ( perbuatan itu bergantung pada niat – motive, ahlaq, dsb ).

KEMACETAN & BANJIR KENDARAAN.

Kemacetan. Kemacetan itu salah satu faktornya adalah intensitas kendaraan (jumlah, kecepatan, perilaku, dsb ). DKI salah satu cirinya sejak sebelum bang Yos jadi Gubernur adalah Kemacetan di jalanan DKI. Saat itu, banjir masih relative kecil, yakni Kijang berlanjut dengan banjir Kijang Innova serta banjir motor bebek dan maraknya ojek. Meski banjir masih kecil namun tren kemacetan sudah mulai nampak di beberapa spot jalanan Jakarta.

Yang membuat kemacetan adalah warga Jakarta dan warga luar Jakarta yang beraktivitas di Jakarta. Yang memprotes, mengeluhkan juga warga Jakarta dan warga luar Jakarta yang menggunakan Jakarta sebagai aktivitasnya, entah pakai mobil atau pun motor.

Transportasi Umum. Selain macet, DKI juga punya ciri lain, yakni system transportasi public yang tidak memadai. Kondisi ini menjadi alasan sekaligus pembenaran bagi pengendara mobil dan motor untuk setia dengan pilihannya. Kejadian tindak criminal di angkutan umum juga memperkuat level kesetiaan atas pilihannya pakai kendaraan pribadi. Belum lagi dihajar dengan dicabutnya subsidi BBM yang dalam perspektip rakyat adalah harga BBM naik, semakin memperkokoh pegangan pada pilihannya – kendaraan pribadi.

Motor&Mobil. Begitu pun dengan motor & mobil. Bagi orang yang motiv membelinya lebih sebagai sarana ke kantor yang dirasa nyaman dan aman, maka kalau pun membeli mobil ya tentu cenderung memilih harga yang terjangkau. Secara keinginan umum rakyat, semakin murah harganya, semakin ingin membelinya. Bagi kalangan dengan motiv yg lebih sophisticate, maka performa dan penamiplan menjadi penting dan harga itu relative. Bagi kaum borjo dan OKB, terutama yang motiv-nya cenderung hendonism, semakin mahal harganya, semakin kebelet membelinya. Oleh politikus,  barang yang sama, harga mobil, bisa dimaknakan berbeda.

Motor&Mobil Murah. Tidak ada yang salah atau keliru terkait dengan harga mobil/harga motor, harga rumah, harga barang tertier apapaun, dsb. Bagi industriawan, maka menjaga kelangsungan industry melalui inovasi yang market driven itu perlu. Bagi kaum bisnis, itu hanya soal segmentasi. Bagi konsumen, itu hanya soal selera. Di Indonesia dijual mobil mulai dari harga di atas 3M per unit sampai harga di bawah 40J ( mobil bekas misalnya ). Jadi dalam tataran ini, maka sebenarnya tidak ada masalah, mau harganya mahal kalau ada pasar ya dibuat, dijual, dibeli; begitu pun jika harga murah. Bedanya pembeli barang dengan harga mahal jumlah sedikit, barang dengan harga murah jumlahnya jauh lebih banyak.

Solusi Lalin DKI V.1. Program mengurai kemacetan jalanan, khususnya di DKI, bukan sesuatu yang harus dipermasalahkan, tapi wajib dikerjakan. Tugas Gubernur memang bukan hanya mengurai kemacetan, banyak sekali. Gubernur saat itu yang biasa dipanggil bang Yos, menyikapi tren kemacetan jalan di DKI dengan memikirkan solusinya. Antara lain melalui konsep busway, monorail, waterway, dsb. Konsep busway bisa diimplementasikan, namun untuk monorail, entah mengapa nggak berlanjut, waterway masih terkendala kondisi kanal yang menjadi infrastrukturnya.

BusWay. Busway merupakan konsep penyediaan moda transportasi massal dalam bentuk bus yang nyaman dan manusiawi serta modern, sekaligus mengurangi tingkat kemacetan.  Pengimplementasian konsep ini tergolong nekad dan sangat berani seperti karakter bang Yos. Ia memerintahkan jajarannya untuk memotong sebagian ruas jalan yang ada dan memotong sebagian jalur rerumputan yang membatasi jalur, untuk dibangun diperuntukan bagi bus trasjakarta. Implementasi awal, tidak luput dari  caci-maki ataupun protes. Sutiyoso jalan terus dengan keyakinan konsep busway-nya.  Hasilnya adalah telah tersedianya infrastruktur dan sarana transportasi massal yang lebih manusiawi dan modern, terutama jika dibanding dengan bus Metromini atau pun Kopaja. Masyarakat Jakarta secara bertahap mulai merasakan manfaat transjakarta.

Three in One. Adalah konsep yang memaksa semua mobil yang lewat jalan tertentu, minimal berpenumpang 3 orang. Konsep ini kalau nggak salah ingat digagas oleh Soedomo yang saat itu Menko Polkam di rezim Soeharto.  Saat implementasi dan sampai sekarang tidak luput dari pemikiran lain dan protes. Namun 3in1 jelas ada manfaat yang instant untuk mengurangi kemacetan, khususnya di jalan yang diberlakukan 3in1, namun di luar jalan 3in1, justru mendapat limpahan arus mobil yang nggak mungkin lewat jalan 3in1. Jadi sangat sektoral kawasan, belum untuk solusi umum DKI. Ekses dari ini adalah munculnya “peluang bisnis” menjadi joki 3in1. Dengan joki 3in1, maka mobil apapun bisa lewat. Situasi ini membuat kebijakan 3in1 berpotensi menurun manfatnya bagi kawasan itu.

Solusi Lalin V.2. Program Busway ini diteruskan oleh bang Foke, Gubernur DKI setelah bang Yos. Dengan menambah koridor dan armada. Foke juga meneruskan penyiapan infrastruktur waterway dengan membersihkan kanal dan meneruskan kanal banjir timur, sekaligus sebagai upaya mengurangi kemacetan saluran air alias banjir besar.  Inovasi penegakan peraturan yang ada dengan program “gembok dan cabut pentil” pun digulirkan. Banpol sudah menjadi instrument rutin sejak bang Yos tetap digunakan. Wacana ERP mulai digulirkan seolah ingin menjawab protes 3in1, Monorail kembali dicoba dihangatkan.

Di saat yang sama, industry kendaraan roda-2 (motor) sedang booming akibat naiknya penghasilan dan maraknya lembaga2 yang memberikan kredit sehingga dengan cicilan per bulan kurang dari 500 ribu, sudah bisa bawa motor.  Industry mobil meluncurkan produk mobil sejuta ummat yang membuat Jakarta semakin kebanjiran mobil sekaligus kebanjiran berjuta2 speda motor. Saat itu industry speda motor gencar menjual inovasi barunya berjenis motor matic.

Pengembangan konsep busway, lagi2 belum menunjukkan pengaruh yang signifikan, seolah2 kerja sia-sia tanpa hasil, minimal sebagai solusi mengurangi kemacetan di jalanan DKI seolah nihil.  Menurut Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta – Azis Tagor Nainggolan, tahun 2010 ada 3 juta kendaraan roda-4 dan 8 juta spedamotor di jalanan DKI yang sudah melebihi jumlah penduduka saat itu, 8,5 juta jiwa. http://www.tribunnews.com/nasional/2010/10/11/tahun-ini-jumlah-sepeda-motor-di-jakarta-8-juta-unit

Gembok & Cabut Pentil. Foke melihat bahwa selain jumlah kendaraan, terdapat factor penyebab kemacetan lalin, yakni perilaku pemakai kendaraan yang memarkir sembarangan tanpa peduli lingkungan. Foke memerintahkan jajaran Dishub DKI terkait gagasan penegakan hukum melalui tindakan nyata, menggembok roda mobil dan mencabut pentil ban mobil yang diketahui parkir sembarangan.   Gebrakan ini memberikan kesadaran berbudaya modern pada beberapa pengelola sekolah yang memiliki moralitas bagus. Beberpa pengelola pusat perbelanjaan seolah tidak peduli dan cenderung membiarkan dirinya menjai sumber kemacetan.

Contoh hasil efek gembok dan cabut pentil di Rawamangun, pengelola Sekolah Muhammadiyah dan disusul oleh pengelola Sekolah Al-Azhar, “terpaksa” membangun basement untuk keperluan parkir kendaraan guru dan administrator sekolah.  Budaya dropp-in yang di-inisiasi secara sukarela oleh sebagian orangtua murid, secara bertahap menular ke yang lainnya. Mudah2an pengelola sekolah lain di wilayah lain juga sudah melakukannya.

Saat itu memang tempat yang menjadi sumber kemacetan dan banyak dikeluhkan public adalah, seputar lokasi sekolah-sekolah yang dikenal murid dan orangtua serta guru2nya bermobil dan pusat belanja.  Di Jakarta Timur misalnya, khususnya di seputar Rawamangun. Sumber kemacetan  Jalan Pemuda ada di seputar Labschool, UNJ dan seputar Arion Mall, Jalan Balai Pustaka Barat di seputar Sekolah Muhammadiyah, Al-Azhar dan Pasar Sunan Giri, Jalan Balai Pustaka Timur diseputar Sekolah Tarakanita dan Tip-Top Swalayan.

Bersambung ………….

Ya Emangbegitu.

Scroll To Top