Sekilas Info
Home | Inspirasi | Gaya Hidup | K.E.P.O.

K.E.P.O.

Dimana pun, selama masih hidup, maka ada saja  tetangga yang hobinya nguping, bahasa sekarang mungkin KEPO ya ?  ……  mensiasati kebiasaan orang KEPO-mania apa perlu ?

kepo memeKEPO  ada yang mengartikan sebagai berikut (1) akronim dari Knowing Every Particular Object, (2)  adalah sebutan untuk orang yang serba (pengin) tahu detail dari sesuatu, sok mau tahu urusan orang, atau pengin tauuuuuuuuuu ajah, apapun yang lewat di hadapannya selama itu terlihat oleh matanya walaupun hanya sekelebat seolah wajib tahu.

Memang nguping itu nggak baik, tapi KEPO tidak selama buruk.  Boleh jadi malah wajar untuk orang yang pengin mendapatkan informasi terbaik dan bermanfaat. Yang di KEPO-in memang ada yang risi, be-te atau membuat suasana ke titik nadir.

KEPO  mungkin sebuah perkembangan ekstrim atau bisa disetarakan dengan varitas ekstrim dari sikap “malu bertanya sesat di jalan”.  Jadi KEPO adalah short cut untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan saat itu. Informasi tersebut bisa jadi diangap dapat membuat ia tidak tertinggal dengan rekan2nya (stay together), informasi juga terkadang untuk melengkapi yang sudah dimilikinya.

Orang2 yang saat di sekolah sering menjadi bintang kelas, terkadang rasa ingin tahunya besar atas segala sesuatu. Karena dulu saat di sekolah yang di-KEPO-in itu guru, yang tugasnya memang membekali informasi/ilmu, maka bagi pak/bu guru itu tidak menjadi masalah. Ada juga anak yang “super energik”,  terkadang menujukkan perilaku yang sama, pengin tauuuu ajah.  Ada juga anak yang kurang perhatian (kuper) atau ingin cari perhatian (caper), mereka juga menunjukan perilaku seperti itu, dsb.

capek-kepoRisi karena KEPO ?.  KEPO sekarang menjadi pembahasan dan banyak kiat yang dibuat untuk menyikapi si KEPO.  Mengapa ? Boleh jadi, sekarang ini jumlah orang yang KEPO terus bertambah, bisa juga karena jaman telah sampai pada kebutuhan akan jumlah, kecepatan dan keakuratan informasi, jumlah orang yang mudah terusik privasinya (sensitif) juga bertambah (entah karena jiwa terlalu banyak noise, lagi be-te, lagi pe-em-es, sensitif karena sedang menghadapi tekanan, sedang galau, sensitif karena target nggak kecapai, karena takut terbongkar rahasianya, dsb ), atau gabungan dari semua itu.

So ? janganlah terlalu mempermasalahkan  jika ada orang KEPO.  Boleh jadi anda sedang sensitip, boleh jadi orang itu lebih pandai dari anda, atau ia berjenis “super energik”, atau ia orang yang kuper atau caper. Anda beruntung tidak seperti itu atau anda rugi tidak seperti itu,  bergantung jenis, karakter dan kebutuhan/kondisi anda.  Nguping atau KEPO itu anggap saja hak dia,  sebab ia punya kuping, punya otak, punya sarana untuk nguping. Memang terkadang terasa  risi jika disekitar kita ada yang KEPO.

Tapi mengapa risi ya ? selama yang anda bicarakan itu bukan soal aib (diri sendiri atau orang lain), bukan tentang rencana rahasia buruk (langkah ke depan atau pun terhadap orang lain), atau sesuatu yang kalau didengarkan si KEPO bakal bisa menjadi masalah besar, entah si KEPO yang bakal bikin ulah atau si KEPO sekedar usil akan ngerjain anda.  Jadi selama yang anda bicarakan itu hal2 yang baik2 dan bermanfaat, maka si KEPO  akan menjadi nilai tambah bagi kehidupan anda, menjadi ladang amal bagi anda, menjadi bagian dari peningkatan kebahagiaan anda, menjadi bagian dari sikap tulus persahabatan anda.

begawan abiyasa[dropcap]A[/dropcap]gen Perubahan.  Kira2 kalau anda adalah seorang pendeta atau pen-da’i ( orang yang menyampaikan kebenaran ilahiyah, mengajak untuk melakukan perbuatan baik dan menetapi kebenaran ilahiyah ), lalu ada orang KEPO datang, suka nggak ? tentulah amat menyukai !. Bahkan sekalipun kalau si KEPO itu mengdengarkan dengan cara nguping ( baca : menyadap ), tentulah anda sebagai penda’i justru akan mengundangnya untuk masuk saja, dan nggak mempermasalahkan isi atau materi yang di”nguping”-in itu..

Semua penda’i justru bermanfaat jika apa yang dibicarakannya itu banyak yang mendengarkan.  Tidak peduli apakah yang mendengarkannya itu orang yang memang normal baek2, bekas preman yang tobat, orang abangan, tukang ngerumpi atau  bahkan manusia KEPO bin usil bin bahil.  Penda’i itu mendoakan siapa saja “semoga mendapat hidayah dari Allah”.  Bagi para bekas preman, didoakan “semoga Allah memberikan hidayahNYA dan mengampuni dosa2mu”, dsb.  Jadi kalau lah ada yang nguping ( baca : menyadap ) pembicaraan penda’i, maka selain tepat sasaran (untuk penda’i dan juga untuk penguping), juga si KEPO bakal mendapatkan doa2 baik untuk menjadi lebih baik dalam menjalani kehidupannya.

Jadi, jika anda adalah agen perubahan pada kebaikan, maka hidup menghadapi si KEPO atau bukan, nggak bakalan masalah, hidup okay2 sajalah. Boleh jadi si KEPO yang nguping dan semula berniat buruk pun, akan dibukakan hatinya untuk mendapatkan hidayahNYA, menjadi berbuat lebih baik dan bermanfaat anda, lingkungan anda dan bagus untuk ummat manusia.

wartegMenghadapi si KEPO.  Hidup tidak selama berjalan di lahan yang datar.  Jika si KEPO yang tetangga anda itu adalah pimilik warung dimana anda adalah pelanggan kebutuhan sehari2 (buhari) . Beli beras ya ke warung si KEPO, beli gula ya ke warung si KEPO, beli susu ya ke warung si KEPO, beli bahan makanan atau apa saja dech ya ke warung si KEPO. Padahal si KEPO tahu persis anda punya sawah, anda punya ternak, anda punya keluarga baik2, dsb.

Si KEPO memang senantiasa menampakan kebaikan kepada anda, apapun yang anda ingin beli, selalu saja dijawab “baik, saya sediakan segera”. Bahkan anda dibuat seperti boss “kalau butuh apa2 tinggal panggil saja, nanti saya anter”; Ssudah begitu, anda selalu diberi uang saku setiap habis belanja ( sekali pun untuk keluarga sendiri). Lebih hebat lagi si KEPO pun memperbolehkan atau bahkan menawarkan kepada anda “Silakan ngutang, dengan senang hati saya layani”.  Jika keluarga anda ada masalah internal, si KEPO dengan “murah hati” menawarkan diri untuk membantu “apapun yang menurut anda cocok, KEPO siap membantu”.  Si KEPO memang “baik” dan pastinyanya pandai mengambil hati.

Jika si KEPO pemilik warung itu berhasil merubah anda dari petani menjadi bukan petani, dari peternak menjadi bukan peternak, dari punya keahlian bikin gula menjadi bukan ahli pembuat gula, dsb,  maka semua yang bungah2 akan berubah menjadi masalah. Di saat ketergantungan anda pada warung si KEPO menjadi2 seperti ini, maka si KEPO akan bisa dengan mudah mempermainkan anda.

stay coolEntah dengan mengata-ngatain, entah melakukan tekanan psikologis,  atau apa saja yang membuat anda telinganya panas, pokoknya si KEPO akan membuat ulah yang nyebelin ( paling tidak menurut kacamata pembeli2 yang sudah berstatus ketergantungan seperti anda itu).  Bagi si KEPO  buku “Customer Satisfaction” adalah buku preliminary  untuk membangun sikap “kecanduan”.  Membuat anda kecanduan untuk bermalas2an, kecanduan ngutang, kecanduan serasa majikan padahal bakal dibikin sebagai kacung, kecandungan minta upeti alias nyalo meski belanja untuk keluarga sendiri, dsb.

Jika secara kalkulasi status anda sudah adictic  apalagi sudah sakao,  maka anda amat sangat lemah sekali.  Kini buku si KEPO sudah berganti dengan “How to gorvern U”.  Triknya bisa dengan cara membuka buku catatan harian anda dan berkata “Catatanmu sudah aku punyai semua. Mulai sekarang anda dilarang beli apapun” alias “anda dipersiapkan untuk di embargo”.  Nah …. berat kan ?

Jika di waktu2 sebelumnya anda sudah paham  karakter pemilik warung buhari itu – si KEPO,  maka ingat2 bahwa telah banyak nasehat bagus diberikan sebagai bukti mereka mencintai anda.  Beberapa nasehat itu antara lain : jadilah manusia yang mandiri, bicaralah hal-2 yang baek2,  janganlah memperlemah diri dengan kebiasaan ngutang, jangan pula merendahkan diri anda menjadi kacung si KEPO meski mendapat imbalan dari atas setiap pembelian buhari keluaga anda,  jangan pula menjual aset paling berharga bagi kehidupan anda.

Sebenarnya nasehat ini merupakan standar hidup yang biasa2 saja,  meski demikian, manfaatnya akan membuat sehat jasmani rokhani. Sehat sentosa, terlepas dari ada si KEPO atau nggak. Ya Emangbegitu.

LOLBerhikmah dengan adanya si KEPO. Jika semua kondisi terkait si KEPO itu bukan urusan anda, tapi urusan orangtua anda, maka bantulah beliau untuk tidak panik, apalagi marah2,  karena panik dan marah2 hanya akan membuat si KEPO  tertawa terbahak-bahak (LOL) dan keluarga anda kondisinya ya tetap saja sebagaimana sebelum terjadi kepanikan atau bapak marah2. Jika anda ikutan panik dan marah2 pada pemilik warung yang KEPO, maka semakin LOL saja.  Hindari tindakan emosional, pikirkan masak2,  agar martabat keluarga bisa terjaga dengan sebaik2nya.

Kalau pun situasi ini disebut atau dianggap sebagai peristiwa yang kritis, maka sesungguhnya Tuhan sedang menunjukan pada keluarga anda, bahwa selama ini ada yang keliru dalam menjalani kehidupan.  Kalaulah sudah pernah mendapat nasehat terkait ini, maka manusia memang punya salah dan khilaf. Cari hikmahnya,  Allah Maha Pengampun, Maha Kuasa.  Mohon keampunan dan tidak lagi berbuat kesalahan, serta mohon kekuatan untuk menghadapi semua ini,  itu jauh lebih baik.

Jika keluarga anda ternyata punya sawah, maka mulai sekarang syukurilah dengan memanfaatkannya sebaik2nya. Jika keluarga anda ternyata juga punya hewan ternak, maka syukurilah dan kembanglah ternak itu untuk mencukupi kebutuhan keluarga anda selama setahun ke depan. Jika tanah keluarga anda ternyata banyak yang subur, maka syukurilah dengan menjaga jangan dirusak, jangan di gadaikan, manfaatkan untuk keluarga anda.

Jika keluarga anda ternyata banyak anggota keluarga yang pandai dan baik2, maka syukurilah dengan persaudaraan yang tulus ikhlas, dengan menyadari bahwa bersaudara itu jauh lebih baik dari pada bertetangga “sebaik” apapun, dengan menyadari bahwa anda itu juga se-DNA dengan saudara anda, dengan menyadari bahwa anda dan saudara anda itu juga manusia yang punya kelebihan sekaligus punya kelemahan.  Orang Jawa mengatakan “Rukun agawe santoso” – “persaudaraan itu sumber kekuatan”.

Saran Saja : Jangan panik, jangan marah2, pikir baik2. Cari hikmahnya. Sadari kekeliruan dimasa lalu. Jangan merendahkan diri kecuali dihadapan Allah. Jangan jadi kacung manusia lain, tapi jadilah hamba Allah. Tegak diri tapi tidak sombong. Rukunlah dalam bersaudara akan jauh lebih baik ketimbang “berbaik2″ dengan tetangga yang KEPO.  Pahamilah bahwa banyak saudara2 kita yang pandai2 dan bagus2. Syukurilah apa yang telah Allah hadirkan di keluarga kita : tanah yang subur, persaudaraan yang tulus, dsb. Jangan mudah tersinggung, kecuali jika terhadap orang yang suka menghina Utusan Tuhan.  Jika selama ini ada saudara kita yang terabaikan atau tersingkirkan (disengaja atau tidak), minta maaflah sebagaimana diperintahkan Allah. Meski berbeda sikap, bagaimana pun kita tetap saudara. Kebencian terhadap saudara itu teman iblis dan setan, dan akan mendatangkan murka Allah. Mohon keampunanNYA, mohon bimbinganNYA.  Berusahalah dengan sungguh2, tawakalllah – Do your best and let ALLAH DO THE REST.  Insya Allah.

Rawe2 rantas, malang2 putung, holobis kuntul baris, ayo mbangun deso, ayo mbangun negoro…………   rukun agawe santoso.

Ya Emangbegitu.

Scroll To Top