Sekilas Info
Home | Inspirasi | Kabinet Bersih KERJA dan KMP

Kabinet Bersih KERJA dan KMP

Presiden Anemia  juga manusia, jadi wajar jika ada yang terasa lucu dan aneh. Termasuk dalam menyusun kabinet tentunya , Untuk INDONESIA, Anda lebih paham bagaimana semua berlangsung ………….. 

Rezim Baru Pemerintahan INDONESIA.  Sebaiknya tidak terlalu banyak mengharapkan, sebab kerja saja belum, apalagi memujinya.  Bagaimana pun sebagai rakyat, sepatutnya kita menyampaikan ucapan Selamat dan mendukung sepenuh hati – sepanjang untuk kepentingan Negara dan Rakyat INDONESIA yang berdasarkan Pancasila, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Perwujudan dari Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945.

Membuat tradisi baru itu bagus asal lebih baik. Termasuk dalam menyusun dan mengumumkan kabinet.  ”Isu” (sebagian tv menanyangkan rekaman pernyataan asli yang bukan sekedar “isu”) tentang rencana pengumuman kabinet akan dilakukan di pinggir pantai Jakarta Utara atau di Pasar Tanah Abang, terus terang terasa rada aneh dan kurang jelas apa motive dibalik itu.

Karena ini soal “launching” sesuatu yang dibiayai uang negara, bekerja untuk dan atasnama lambang negara, bukan launching “produk pasta gigi” yang cukup berpose mringis lalu ditulis “dentis recommendation” dah selesai .  Sepertinya ide ini adalah gagasan atau bisikan dari “penasehat” yang sebaiknya pak Jokowi dan pak JK perlu lebih pikirkan lagi. Tentu pak Jokowi dan pak JK-lah yang tahu tentang siapa penggagas “launching” kabinet seperti itu.

Presiden itu tidak sama dengan kepala gerombolan ano-ano atau ketua lembaga ita-itu yang bisa di-gered  semau gue. Bahkan tidak sama dengan kepala daerah (Gubernur, Bupati, dsb ), sebab Presiden (aktip) itu merupakan simbol negara. Karenanya ada pasukan pengamanan, ada protokoler, ada koki khusus, dsb.  Untung ada yang menyadarkan bahwa sebaiknya dilakukan di istana saja (entah dari orangnya pak JK atau siapa, Andalah yang paham ……kalau nggak keliru ada wawancara teve apa gitu terkait ini ….).

Kalau pun ada Presiden atau Kepala Negara ingin blusukan, maka biasanya dilakukan seperti model tayangan “under cover boss” di saluran teve berbayar.  Biasanya juga bukan dalam rangka ekspose hal seperti itu. Itu pun bisanya sesekali, tidak sering2 dan apalagi sekedar untuk pencitraan model iklan pasta gigi.

Mau model tayangan under cover boss maupun model standar formal, semua ada biayanya. Karenya ya statusnya sebagai Presiden, statusnya simbol negara itu. Pokoknya sosok presiden itu orang penting TITIK.

(Kalau nggak percaya atau nggak sadar bahwa status sebagai Presiden itu penting, coba saja masuk ke ruang kerjanya seperti anda mampir ke warung bakmi atau warung Tegal ).

SELAMAT BEKERJA untuk Kabinet Bersih KERJA.

Semoga mampu menyajikan wujud janji2nya, harapan yang ditumbuhkannya dari orasi2nya serta kesan yang tersandang dan dibangun dalam proses kampanye pemilu. Semuanya,  bertekad secara HEBAT untuk INDONESIA yang lebih baik.  Mewujudkan bahwa kabinet ini benar2 beKERJA untuk Bangsa dan Negara INDONESIA menuju lebih baik.  Rakyat menaruh harapan besar bahwa  kabinet ini benar2 BERSIH dari KKN (sebelum, pada saat dan setelah mengelola amanat menjalankan visi pemerintahan baru).

Salut buat KPK dan PPATK yang mampu memposisikan diri sebagai bagian dari proses baru penyusunan kabinet yang BERSIH (meski keputusannya menjadi hak prerogatif Presiden).  Salut juga (untuk KPK dan PPATK ) untuk tetap mampu menjaga diri dari turbulensi politik dan tetap independen.

Karena Bapak2 Ibu2 semua orang2 HEBAT (Pinter, Jujur dan Merakyat), jadi soal tugas tentu juga HEBAT, juga tentang RAKYAT tentu amat paham secara HEBAT untuk Indonesia HEBAT.

SELAMAT BEKERJA juga untuk KMP

Saatnya KMP memulai melakukan tugas oposisi melalui pengawasan dan penyeimbangan perilaku pemerintahan untuk dan dalam rangka agar INDONESIA menjadi Lebih Baik dalam hal : (1)  kesejahteraan (mentalnya, phisiknya, kebudayaannya dan spiritualnya), (2) kemajuan (industry dalam negri, pertanian dan perikanan rakyat, koperasi dan ukm, seni kerajinan ASLI Indonesia, dsb), (3) kewibawaan (secara diplomatic, secara militer, secara riset dan teknologi, dsb), (4) kemakmuran (rakyatnya bukan semata pejabat dan pengusahanya, bangsanya bukan bangsa asing, negaranya bukan negara lain, dan mata uangnya bukan mata uang lain).

Karena Bapak2 Ibu2 adalah membawa panji  MERAH PUTIH,  rakyat berharap agar “MERAH PUTIH” itu benar2 MERAH PUTIH-nya INDONESIA, bukan bermotiv corak tertentu, bukan pula menjadi berbentuk lingkaran atau bentuk2 lain atau ada tambahan warna lainnya. MERAH PUTIH itu sebagaimana dikibarkan saat Proklamasi Kemerdekaan (bentuknya, suasana bathinnya, fikirannya, tekadnya, semangatnya).

Harapan. Sebagai RAKYAT,  bisanya menaruh harapan baik kepada Bapak2 Ibu2 serta MOHON  kepada Bapak2 Ibu2 agar arti BERSIH itu TIDAK diwujudkan dengan cara2 :

(1) INDONESIA BERSIH karena “Cuci Gudang” sampai Bersih artinya menjual sampai “bersih” asset2 negara (BUMN, pulau, konsesi penangkapan ikan laut, konsesi hutan,  dsb) – BERSIH ASET NEAGARA.

(2) INDONESIA BERSIH karena  “Cuci Otak” generasi muda dari sejarah perjalanan bangsa sehingga mereka percaya sedang berada di kilometer NOL dan MELUPAKAN sejarah dan jasa pendahulunya (generasi malin kundang) – BERSIH dari NILAI2  KETUHANAN (norma2 bersumber kitab suci secara sadar dilenyapkan), BERSIH dari NILAI2. KEBANGSAAN (menjadi “babu/kacung” bangsa lain dan secara sukarela menghapus sejarah dan bahasa INDONESIA,

(3) INDONESIA BERSIH karena pengelola negaranya melakukan “Cuci Jejak” jejak masa lalu , jejak sesaat pelaksaan dan jejak lain sesudah pelaksaan dan jejak administrasi pengelolaan Negara (rakyat mendukung  KPK dan PPATK untuk berperan dengan cara yang update).

Gaji Bapak2 Ibu2 di Kabinet dan di Parlemen adalah dari UANG RAKYAT INDONESIA.

Yang Bapak2 Ibu2 kelola adalah ASET NEGARA dan itu HAK RAKYAT INDONESIA

Bapak2 Ibu2 semua mengaku PANCASILAIS, mengaku BERAGAMA dan bersumpah ATASNAMA ALLAH.

SELAMAT BEKERJA

Begitu apa begitu ya ?

Ya Emangbegitu.

 

Mengapa kabinet kok  dibahas ? ya  karena Presiden itu pemimpin negara yang butuh pembantu dalam mengelola negara. Mengapa kok dibahas ? ya karena mereka semua digaji dengan uang rakyat dan mendapatkan segudang fasilitas atas biaya negara. Lagi pula yang dikelola itu adalah ASET NEGARA.  Presiden dan kabinet serta anggota DPR adalah orang terhomat.  Bukan tukang sapu jalanan dan bukan pula tukang asongan …….

Peran Presiden itu strategis, banyak orang ingin memperngaruhinya untuk membelokan haluan atau arah negara atau membuat kebijakan tertentu untuk kepentingan kelompoknya.

Kalau sang presidennya sih mungkin baik2 saja dan tulus bekerja untuk negara (mudah2an bener2 ASLI tulusnya, ASLI negarawannya, ASLI kapasitasnya, ASLI janjinya) .

Itu kalau Presiden INDONESIA, tapi yang dibahas disini kan presiden negri entah berantah bernama Anemia.

Anemia harusnya belajar dari INDONESIA.

Fasilita Presiden Anemia. Soal gaji, tunjangan ini itu, rumah dinas, uang pensiunan, mobil dinas dsb, kata orang Sunda (salah satu suku di INDONESIA) “eta mah standar  dan leutik pisan”.

Presiden Anemia juga dijaga keamanannya 24 jam 7 hari dengan pasukan pilihan yang jumlah tidak sedikit serta keamanan kesisteman yang canggih dengan biaya yang juga tidak sedikit.

Ada pasukan yang wajib melindungi presiden saat bekerja, saat di perjalanan, saat tidur, saat berkunjung ke luar istana kepresideanan. Bahkan keluarga presiden juga mendapat penjagaan khusus.

Ada petugas khusus untuk support konsumsi Presiden, ada “office boy” khusus kepresidenan. Ada “driver” dan tim “cucuk-lampah” kendaraan kepresidenan yang mendukung kelancaran dan keamanan Presiden dalam menjalan tugas maupun dalam kegiatan lainnya.

Ada juga tim pemantau awal dan sapu jagad yang memastikan kegiatan kepresidenan aman (sebelum saat maupun setelah pelaksanaannya), dsb.

Kebayang jika klangenan sosok yang terpilih menjadi presiden Anemia yang hobinya makan rujak cingur di warung mbok Kromo Dimulyo yang lokasinya di sebelah jembatan sungai itu, masih tetap dilakukannya sebagaimana sebelum menjadi presiden Anemia.

Kalau tiba2-  karena sesuatu yang tidak diketahuinya, tersedak dan pingsan, apa kata dunia ? Di majalah TIMLO yang dibaca jutaan eksekutip dunia terheran dengan cover bergambar presiden Anemia yang ditandu deket sungai. Artikel utamanya berjudul “Presiden Anemia tersedak makan rujak cingur kesukaannya yang berlokasi di pinggir sungai” apakah nggak terlihat dan bikin “to LOL” ??

Untuk itu, biasanya ada standar kunjungan seorang presiden Anemia. Ada tim pemantau awal yang membaca dan menggambar situasi dan menganalisis potensi bahaya. Ada tukang cicip dan pemanta bahan makanan yang tugasnya memastikan makanan yang disantap presiden aman bagi kesehatannya. Ada tim dokter yang memantau kondisi kesehatan dan memberikan rekomendasi menu yang pas untuk setiap kondisi kesehatan. Dan sebagainya, dsb dsb….

Kaum Gak Ngeh alias Gak Dong.  Beberapa saat sebelum pemilihan presiden Anemia, ada seloroh dari kaum yang “belum paham mengelola negara Anemia dan pergaulan dunia serta reputasi sebuah negara” bahwa pasukan khusus pelindung Presiden Anemia dan tetek bengeknya itu  “nggak usah banyak2”.  Alasannya  biar tidak ada pemborosan, toh presiden ini tidak punya musuh, merakyat, dsb, dsb. (mulia sekali bukan ?)

Entah ASLI mulia atau sedang bekerja secara tertentu dengan memberi kesan OKAY,  atau sedang menunjukan sikap yang (luar biasa) berbeda dengan perlakuan yang sedang dilakukan terhadap incumbent presiden Anemia, atau apa ? nggak jelas juga. Apakah Anemia mengikuti tren di Indonesia itu dikenal dengan istilah aksi pencitraan ataukah memang hobi ASLInya adalah pencitraan ? nggak tahu juga..

Sebagian rakyat yang rada sebel kepada presiden Anemia incumbent, sontak kegirangan karena mendapatkan idola baru yang dirasakan menjawab dream sosok pemimpin ideal.  Terutama kaum yang nggak ngeh dan nggak dong dengan pengelolaan negara namun merasa paham.  Kondisi “pasar populi” seperti ini seolah suatu kesempatan yang di-tunggu2 kelompok tertentu di Anemia, sehingga dimanfaatkan untuk mendorong habis “idola” baru.

“Produk idola baru” ini akhirnya berhasil meraup marketshare terbanyak dibanding dengan produk2 sejenis. Padahal kalau dilihat lebih dalam bagaimana struktur mesin, enduran kesistemannya, kecanggihan prosesor dan system IT-nya, mutunya mungkin tidak lebih baik dari sosok Anemia yang lain, atau malah hanyalah KW4 (istilah pedagang di glodok Jakarta Indonesia).

Bagaimana strategy pemasaran calon Presiden Anemia ?

Lebay. Anehnya saat pelantikan presiden Anemia, justru membuat acara yang begitu rupa semacam pameran senjata seolah negara dalam keadaan bahaya. Juga pesta pora yang darimanapun asalnya, jelas itu biaya berpesta pora, pendidikan pesta pora.

Yang lebih aneh lagi adalah mengapa senjata itu milik petugas pengamanan mayarakat Anemia (Anemia’s Polize) ? Bukankah polisi itu tugasnya menjaga keamanan masyarakat ? menurunkan angka kriminalitas ? dsb. Bukankah tugas menjaga negara itu tugas militer (Anemia’s Army) ?  Anemia memang harus belajar dari sejarahnya, dimana sempat ada militer dimanfaatkan untuk kepentingan razim penguasa.Sempat juga ada bukan militer tapi dipersenjatai seperti militer.

Statemen politisi, elit dan opinion maker dari kelompok tertentu ke rakyat di Anemia  (melalui tv, radio dan media social) juga sedemikian rupa yang mengkesankan bahwa pihak looser (yang kalah dalam pilpres Anemia) adalah kelompok bar-bar, jahat, dsb yang akan mengganggu, menjegal, dsb. Bahkan ada “tokoh” yang membuat kartun salam dadag … bergambar tokoh lain dengan label yang negatip.

Kaum nggak ngeh dan nggak dong di negri Anemia (di Indonesia mirip kaum alay), jumlahnya buanyak. Jumlah semakin banyak jika kondisi lingkungan hidup tidak bersih, tidak dirawat, dsb.  Soal pembiakannya, mirip kecoa, laron, tikus, dsb.  Asal ada makanan, dari mana pun, akan berkembang biak dengan cepat. Semakin menyampah, semakin cepat perkembangannya.

Ke-lebay-an ini justru menjadi hal-hal yang disukai kaum alay.

Aneh. Anemia memang aneh. Beberapa waktu lalu, akibat adanya kekeliruan kebijakan oleh rezim yang berkuasa saat itu (yang terkesan diktator otoriter). Elit2nya entah mengapa ikutan setuju pendapat asing (luar Anemia) yang merekomendasi agar melucuti sejata militernya (istilah di Indonesia adalah back to barrack) dan ikutan setuju mereduksi besar2an anggaran industry sejanata dan belanja senjata militer.

Tentu saja kondisi ini memberi angin segar kaum ekstrimis yang sedang “merantau” di negri orang, karena jaman kemarin (yg otoriter diktaktor itu) nggak bakalan berani eksis di Anemia. Mereka berasal dari kaum ekstrimis yang berdalih Memuji2 Tuhan dan ada juga kaum yang Membenci Tuhan.

Disamping comebacknya kaum ekstrimis di atas,  Anemia juga mengalami musibah sebagian wilayah negri Anemia hilang tergerus ombak kapitalis, tentu saja dengan dalih beraneka rupa. Wajar saja, dengan kondisi mileter yang dimusuhi secara internal dan dilucuti senjatanya oleh internalnya membuat negri tetangga Anemia berani incak-incak memasuki ke negri Anemia.

Secara “tak sengaja” kebijakan Anemia adalah justru mempersenjatai pasukan penjaga keamanan rakyat Anemia yang sifatnya polisionil. Anehnya lagi kondisi seperti itu (yang dipuji asing) justru dibanggakan oleh elit Anemia.  Bukankah secara psikologis ini membahayakan ? (di Indonesia, konon dulu sempat ada kebijakan mempersejatai Buruh, Tani dan Nelayan).

Anemia memang pernah keliru langkah, namun bukan berarti harus dijajah ulang. Mempersejatai dengan tidak semestinya kaum yang tugasnya bukan berperang, adalah kebijakan keliru masa lalu. Begitu pun memanfaatkan milter untuk kepentingan rezim, juga kekeliruan masa lalu. Namun sejarah itu bukan untuk dilupakan, bukan juga ditiru.  Elit Anemia jangan terbawa irama dan pemikiran asing.  Mustahil pihak asing tidak punya kepentingan.

Jika memang elit Anemia sadar, seharusnya bertanya diri “Apa ada yang keliru dalam penggunaan dan atau pengalokasian atau cara berpikir elit di Anemia terkait ini ?”  Mudah2an di Indonesia TIDAK terjadi. Entahlah, karena anda lebih paham…..

JASMERAH. Anemia memang harus belajar dari sejarahnya. Rezim penguasa Anemia tidak boleh lagi semena-mena bertindak ke rakyatnya dengan memanfaatkan pasukan bersenjata. Beruntung  Anemia mendapatkan kesempatan dipimpin oleh orang yang memberikan kebebasan berpendapat dan sedia menata ulang pasukan bersenjatanya.

Hanya saja…. atau mungkin saja  kelupaan dan terbawa asyik masyuk pujian luar dan derasnya arus  ombak pemikiran kapitalis dan melupakan jati kebangsaan Anemia yang tidak kalah HEBAT. Anemia tidak seberuntung INDONEISA.

INDONESIA beruntung punya Presiden SBY. Dengan segala kekurangan dan kelebihannya, pak SBY membangun legacy mulia :

(1) kebebasan berpendapat  dimana rakyat dapat mengkritik habis pak SBY bahkan sampai semi mem-bully pak SBY dan kabinetnya. Namun pak SBY tidak merespons secara diktaktor, kecuali mengajak beretika lebih baik. Kemungkinan pak SBY sadar bahwa bagaimana pun pengkritik itu adalah rakyatnya juga. Kalau belum punya etik, maka kewajiban pemimpin untuk mendidiknya, bukan menuntut atau membreidel. (koreksi total atas jaman rezim pak Harto pada sub hak rakyat atas ini),

(2) pemberantasan KKN (koreksi bertahap  atas jaman rezim2 sebelumnya),

(3) mereformasi peran militer yang tidak boleh dimanfaatkan oleh rezim penguasa (koreksi total atas jaman rezim pak Harto ), dan di akhir2 jabatan pak SBY, sudah mengembalikan lagi kekuatan militer untuk kedaulatan NKRI.

(4) berupaya menyadarkanpara elit akan perlunya roadmap negara agar energy rakyat terlelola untuk kemajuan bangsa dan negara serta asset negara tidak dipretheli pihak luar/asing (melanjutkan tradisi baik dan bermanfaat, semacam GBHN di jaman rezim pak Harto).

Selamat Memimpin Kabinet Baru bagi Presiden baru – pak Joko Widodo dan Wapresnya – pak Jusuf Kalla.

Begitu apa begitu ya ?

Ya Emangbegitu.

Scroll To Top