Sekilas Info
Home | Inspirasi | Gaya Hidup | KABUT ASAP ( MOVE-ON part 2)

KABUT ASAP ( MOVE-ON part 2)

Tidak sedang memunji pak Jokowi. Hanya manusia yang bernama Jokowi dan kebetulan sekarang ini jadi Presiden RI, menyampaikan pemikirannya yang amat jelas dan gamblang serta nyata berpihak pada kepentingan rakyat banyak, kepentingan negri, kepentingan bangsa INDONESIA……..gak percaya ??? silakan simak sendiri.

kebakaran hutanJeelas Kok !!!.    (antaranews.com) menuliskan sbb : ……Presiden Jokowi juga mengatakan bahwa tidak sekali dua kali menyampaikan peringatan kepada sejumlab perusahaan perkebunan yang membakar lahannya. Karena para perusahaan perkebunan tersebut sebetulnya juga harus bertanggungjawab terhadap kanan kirinya, terhadap hak yang sudah diberikan pemerintah kepada mereka, ujar Presiden Jokowi.

“Sudah saya sampaikan ke Kemenhut, kalau iya cabut-cabut, kalau ada pidananya nanti diproses di kapolri,” ujar Jokowi. Dalam kesempatan itu Presiden juga mengingatkan bahwa dirinya telah menggerakan orang untuk mengawasi dan mengontrol agar tidak terjadi kebakaranan sejak April 2015

di alinea sebelumnya ditulis : …. ”Sudah saya perintahkan ke Kapolri untuk ditindak setegas-tegasnya, sekeras-kerasnya untuk perusahaan yang tidak mematuhi,” ujar Presiden Jokowi saat meninjau kebakaran hutan di Dusun Pulau Geronggang, Kecamatan Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dalam kunjungan kerjanya ke Sumatera Selatan, Minggu.

Dimana letak kepentingan rakyat banyak-nya ????

Silakan kunjungi langsung ke lokasi atau blusukan di berbagai pusat info yang peduli pada “kejahatan” ini. (kalau kebakaran tak sengaja itu bukan kejahatan, tapi kalau sengaja, ya bisa masuk kejahatan yang bisa dipidana to ?)

Monggo !!!

kebakaran hutan 2Teroris Pembakar Hutan. Kabut asap ini serius, berulang dan memakan korban/merusak kesehatan secara massal dan merata pada jutaan manusia baik2 (dan RAKYAT sendiri lho), sementara cukongnya malah di tempat yang udaranya seger dan bersih (ini dzolim namanya, jahat, melanggar HAM, bahkan bisa masuk perusak negara).

Orang begitu heboh membikin gerakan anti asap rokok yang (menurutku) lebih dikendalikan oleh pihak asing (negri bukan penghasil tembakau, tapi rakyat dan iklim serta budayanya memiliki kencendrungan untuk mengkonsumsinya – mirip kita yang tidak punya mobnas tapi syahwat sebagai konsumen automotip begitu besar, gitu  loh!).

“Penggiat” ini begitu hebohnya menyodorkan berbagai “penelitian” ilmiah dan penyodoran fakta2. Sangking heboh dan terkesima dg hasil “penelitian” itu,  sampai2 sebagian ummat dari golongan agama tertentu mengharamkan dan ada yang kampanye-nya melebihi atau bahkan melupakan kampanye anti barang yang ASLI diharamkan di kitab sucinya.

densus-88-anti-terorOrang juga heboh bicara soal teroris dengan berbagai fakta2 yang ditonjolkan, meski (menurutku) itu kelakuan manusia2 bodoh/keblinger yang sedia di-”cuci-otak”nya secara halus dan “mempesona”  (oleh pihak2 yang justru semestinya diwaspadai) untuk menjadi martir dengan dalih agama.

Targetnya adalah membalik fakta sejarah dari kaum pejuang kemerdekaan menjadi kaum perusak kemerdekaan.  Minjem istilah dari cak Lontong : Mikir !!! Pakai Otak Dong !!!

Mikir !!! – afala tatafakkaruun !!!

Pakai otak dong – afala ta’qiluun !!!!

Sementara, di sisi lain,  sekelompok elit “pilihan” juga berhasil dibina untuk begitu membenci dan (sama) kejam (nya) menembak tanpa ba’ bi’ bu’ dan langsung dor dor dor kepada semua yang (diinfokan) sebagai target operasi. Sampai2 lupa tugas sebagai pembina masyarakat, yang satunya lupa menghadirkan manfaat sebesar2nya dimana Allah memberikan kehidupan (rakhmatan lil ‘alamin).

Pembukaan UUD 1945 alinea terakhir(baca dong Pembukaan UUD 1945, bukan baca skenario atau info gak jelas dari pihak yang juga gak jelas maksudnya. Jangan ikuti pendapat sosok yang mengaku cendekia atau pakar tapi suka nyuruh baca dan gunakan traktat bangsa atau negri lain !!).

Elit ini digaji dengan pajak rakyat, sementara yang rela di “cuci-otak”nya itu juga rakyat yang boleh jadi belum tersentuh dengan benar, meski/sementara dirinya merasa telah berbuat benar..

Bukankah tugas aparat elit itu bukan memusuhi bangsa sendiri, tapi membangun jiwanya, membangun raganya, sebagai bentuk penjabaran tugas negara INDONESIA – bukan negri lain ya, yakni  ”melindungi segenap tumpah darah….” sebagaimana wasiat pendiri negri ini.

Tumpah darah negri itu bahasa lain dari pribumi (konteksnya harus jaman perjuangan kemerdekaan, bukan jaman sekarang – agar tidak diplesetkan oleh antek2 asing atau pun migran dg agenda tersembunyi ).

2014-08-20-ninja_turtles_nick-thumbMelindungi itu juga termasuk mencegah jangan sampai ada pribumi yang dicuci-otaknya untuk melakukan kebrutalan (jaman pak Harto dilakukan oleh binmas, kini ada yang bernama LinMas yang artinya Pelindung Masyarakat. ENtah benar seperti itu prakteknya atau pegimane ? ………..  bodo’ akh !!))

Bukankah muslim itu sejak awalnya adalah pendekar kemerdekaan, yang mewujudkan egaliterianism, yang memperkenalkan kepada dunia kesamaan hak tanpa membedakan ras dan kedudukan secara materi, dan menjunjung akhlak mulia dalam peradaban global ? kenapa ada yang justru begitu rupa bodohnya/keblingernya mau dijadikan “jangkrik aduan”.

Jangkrik yang suka berbunyi sering begitu lantang, tapi nggak jelas maknanya, yang tanpa disadarinya justru akan membalikkan jarum sejarah ?

Atau karena KEDUANYA dapat hepeng dan mainan dari pihak lain (namun tak tahu dan tak sadar untuk saling tembak antar saudara)?  wallohu a’lam.

Kemana yang Sok Mengaku Pendekar HAM dan Sok Anti Teror . Lalu kenapa kabut asap yang jelas2 memporak porandakan negri, merusak alam, menghambat pariwisata, mencemari lingkungan hidup dalam skala makro, men-teror jutaan rakyat sendiri dan manusia di negri sebelah, memporak-porandakan jadwal transportasi barang dan jasa, serta penerbangan umum (dan bahkan penerbangan haji), merusak kesehatan/masa depan jutaan bayi2, membuat sekolah2 tutup, dan korban yang merasakan jauh lebih banyak ketimbang bom Bali dan asap rokok, kok seolah pada diemmmmmmm…………

(nasional.tempo.co) …………..”Pada kondisi kesehatan tertentu, orang menjadi lebih mudah mengalami gangguan kesehatan akibat kabut asap dibandingkan orang lain, khususnya orang dengan gangguan paru dan jantung, lansia, dan anak-anak,” kata Tjandra dalam keterangan tertulis, Ahad, 6 September 2015. Pernyataan itu disampaikannya menyikapi bencana kabut asap akibat kebakaran hutan di sejumlah daerah, seperti Jambi dan Riau.

Kemana pendekar2 yang sok membela rakyat, membela bangsa, membela negri ………?

Monggo !!!!

Begitu Apa bBegitu Ya /

Ya Emangbegitu

Tambahan Info

(republika.co.id  ). ………..Berikut 8 gangguan gangguan kesehatan yang dapat terjadi akibat kabut asap.

1. Kabut asap dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan, serta menyebabkan reaksi alergi, peradangan dan mungki juga infeksi.

2. Kabut asap dapat memperburuk asma dan penyakit paru kronis lain, seperti bronkitis kronik, PPOK dll.

3. Kemampuan kerja paru menjadi berkurang dan menyebabkan orang mudah lelah dan mengalami kesulitan bernapas.

4. Mereka yang berusia lanjut dan anak-anak (juga mereka yang punya penyakir kronik) dengan daya tahan tubuh rendah akan lebih rentan untuk mendapat gangguan kesehatan

5. Kemampuan paru dan saluran pernapasan mengatasi infeksi berkurang , sehingga menyebabkan lebih mudah terjadi infeksi.

6. Secara umum maka berbagai penyakit kronik juga dapat memburuk

7. Bahan polutan di asap kebakaran hutan yang jatuh ke permukaan bumi juga mungkin dapat menjadi sumber polutan di sarana air bersih dan makanan yang tidak terlindungi

8. Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) jadi lebih mudah terjadi, utamanya karena ketidak seimbangan daya tahan tubuh (host), pola bakteri/virus dll penyebab penyakit (agent) dan buruknya lingkungan (environment).

Scroll To Top