Sekilas Info
Home | Inspirasi | Gaya Hidup | KOPLAK : HATERS or LOVERS

KOPLAK : HATERS or LOVERS

Beberapa warga dan tokoh yang menyandang gelar akademik, status ke-modern-an, tokoh muda, dan berbagai gelar lainnya, baru sadar bahwa dirinya adalah follower sekaligus looser alias HATERS and LOVERS. Bagaimana di negri Anda ? …………..

Hari Pahlawan.  Jangankan Hari Kebangkitan, menurut tokoh2 dan warga Anemia yang (sok) akademisi, (sok) modern, (sok) muda dan berbagai (sok) gelar2 lainnya, peringatan Hari Pahlawan pun didengung-dengungkan ke rakyat sebagai tidak lagi relevan di Anemia.

Semua sejarah tentang perjuangan para pahlawan sejak tahun 1700-an sampai menyatunya Anemia sebagai negara besar, kalau pun ada nilai didalamnya, dikampanyekan oleh mereka (yang nge-sok) sebagai sudah tidak relevan lagi.  Bahkan ada yang sangat keji dan (sok) gagah dengan mengatakan bahwa kalau dirinya lahir dan besar di jaman itu, maka pasti akan berbuat serupa itu.

Menyaksikan siaran peringatan hari pahlawan di Australia, dimana ada parade dengan segala icon-nya, mereka  (justru) berkata : “kenapa ya negri kita kok nggak lagi ada peringatan seperti ini ?”.  Nampak sekali bahwa kaum yang (sok) bergelar seperti di atas adalah dari jenis abal-abal, hanya melihat sesuatu kulit-2nya saja.

http://cheezburger.com/6685854976

http://cheezburger.com/6685854976

KOPLAK. Dulu, mereka bilang peringatan2 seperti itu sudah tidak relevan, dan membuat berbagai pernyataan, seminar, promosi serta kampanye aneh2 terkait ini.  Setelah melihat bahwa negri lain ternyata menghormati para pahlawan dan melakukan transfer value kepada generasi berikutnya, menjadi berbalik mempertanyakan kondisi negri sendiri.

Bukankah yang (memaksa) opini bahwa peringatan2 seperti itu sudah tidak relevan (ke publik dan ke pemerintahan Anemia) ya mereka juga ? Orang Jawa (Jawa =bagian dari negri Indonesia) menyebut manusia abal-abal yang (sok) pinter dan (sok) modern seperti itu sebagai “KOPLAK”.

Itulah manusia yang memilih takdirnya sebagai follower sekaligus looser – sebagai pengikut sekaligus pecundang. Pengikut pendapat asing yang sarat dengan kepentingan asing, dan pencundang untuk negrinya sendiri. Dasar KOPLAK !!!

Negri lain (asing) itu sah-sah saja mempengaruhi siapa saja, terutama yang berjenis manusia-2 KOPLAK, karena negri asing memang punya kepentingan di negri Anemia. Kecuali manusia itu original cinta negrinya, paham permaianan online casino global serta ya …. nggak KOPLAK.

Mustahil manusia KOPLAK ini kalau lahir di jaman kurun 1700 sampai tahun2 menyatu padunya negri Anemia, akan berjuang untuk negrinya.  Jaman itu pun ada juga manusia KOPLAK seperti mereka. Hanya wadahnya tidak tersedia, panggung eksis-nya tidak ada. Paling-2 panggung sebagai pembocor atau mata-mata dari penjajah.

http://ihilmy.blogspot.com/2011_06_01_archive.html

http://ihilmy.blogspot.com/2011_06_01_archive.html

KOPLAK Agen Kekacaun. Jika di atas terlihat bahwa kaum KOPLAK paling suka membolak-balikan sejarah atau tradisi baik Anemia, maka manusia-2 KOPLAK ada juga pewaris budaya adu domba yang dicangkokan oleh kaum penjajah Anemia. Budaya Adu domba adalah suatu budaya yang bertentangan dengan budaya asli Anemia – bersatu dengan tulus ikhlas, ( kalau di Indonesia, budaya bersatu dengan tulus ikhlas mungkin sama dengan Bhineka Tunggal Ika ).

Kaum POKLAK terkadang rajin membangun fakta yang seolah2 ada kekerasan dan diskriminasi dari pihak satu kepada pihak yang lain.  Tujuan pembangunan fakta adalah menghapus sejarah bahwa pihak lain itu buruk dan yang penting ya … adu domba itu. Modus cerita biasanya dibuat dalam nuansa berbau sentimentil ( kalau di Indonesia ya mungkin mirip istilah SARA ).  Pelaku kekerasan adalah orang2 bodoh bin goblok bin emosional yang tidak sadar ditunggangi  (disulap menjadi “domba aduan”).  Kaum KOPLAK secara tersembunyi mendalangi dan memantau peristiwa sentimentil ( SARA ) itu.

Kentut. Cara kerja kaum KOPLAK ini mirip kentut, baunya tercium namun wujudnya sulit ditangkap oleh mata maupun tangan. Pihak yang berwajib Anemia menjadi terkesan seperti orang bloon. Terkadang pihak berwajib Anemia malah memamerkan ke publik sesuatu yang tercitrakan sebagai biang kerusuhan. Rakyat Anemia bingung dengan cara kerja pihak berwajib, sebagian kesal melihat kebloonannya, sementara kaum KOPLAK mungkin tertawa terbahak-bahak seperti hyena.

comfortAda juga kaum KOPLAK yang sengaja membangun komunitas dan budaya a la kaum Luth, yang melalui berbagai lembaga berkedok pendidikan atau menyusup melalui peserta didik yang alay untuk penjadi Pengikut yang Pecundang, menjadi haters sekaligus lovers. Hate to the good thing and love to the worst thing – menjadi penghina dan pembenci kebaikan dan pemuja kebejatan (sebagaimana kaumnya nabi Luth). Ada yang menyusup ke pusat pencetakan buku2 pendidikan, dsb.

Para pejabat (yang dibayar oleh pajak rakyat Anemia, atau mungkin plus korupsi uang rakyat Anemia itu) sudah terlebih dulu dibikin sakao dengan sunguhan cukrik maupun apel washington maupun apel  Malang (salah satu kota di Indonesia) sehingga terlena,  mabok dan sebagian nyaris mati (hatinya).

Pejabat yang demikian itu biasanya dari golongan atau berjenis Ori Imitatio@KW4 Inside kalaulah ia bukan pejabat (berada di luar sistem pemerintahan), maka kaum ini kerjanya mirip penyulut teroris 

Kalau di Indonesia, tentu andalah yang paham.

Anemia itu mirip dengan Indonesia.

  • Anemia adalah negri yang bersatu padu dari hasil perjuangan para pahlawan, syuhada yang berasal dari berbagai suku, kesultanan/kerajaan dari seluruh bagian wilayahnya (kalau di Indonesia itu dikenali dengan istilah Persatuan Indonesia atau Bhineka Tunggal Ika).
  • Anemia adalah negri yang kemerdekaannya diperjuangkan oleh mereka yang hanya takut kepada Allah, bukan dikasih oleh kaum imperialis, bukan pula merampas atau genoside terhadap penduduk asli. Anemia menghargai suku sebagai komponen bangsa Anemia.  (kalau di Indonesia itu dikenal Ketuhanan Yang Mahaesa dan Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab ).
  • Anemia adalah negri yang para Raja dan Sultan yang sebelum negri Anemia terbentuk telah ada, dengan bijaksana dan sungguh2 berpihak pada rakyatnya, bijaksana dan ikhlas melepaskan kekuasaannya serta menyatukan diri dalam negara kesatuan Anemia yang bersatu berdaulat dan bersama mensejahterakan rakyatnya secara adil dan merata (kalau di Indonesia dikenali dengan Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan serta Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia).

Mudah-mudahan di negri Indonesia, manusia berjenis KOPLAK ini semakin berkurang.

Marilah pada waktunya kita menuju TPS di masing-masing domisilinya,

untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden 2014-2019.

Begitu apa begitu ya ?

Ya Emangbegitu

Masih banyak manusia Indonesia yang tidak koplak. Buktinya ? salah satu ini :

Scroll To Top