Sekilas Info
Home | Inspirasi | MENYEBARKAN HOAX

MENYEBARKAN HOAX

Hoax itu – konon – diartikan sebagai berita/kabar/info bohong.  Bohong sendiri, pada umumnya oleh awam baru dapat diketahui setelah kejadian. Bagaimana mengenali Hoax, cara kerja, ciri2 dan bahayanya hoax ? Tulisan berikut merupakan pendapat yang subyektip meski berusaha dilakukan seobyektip mungkin . Mudah2an bermanfaat ……………… Monggo !!!

Hoax 2Pasar Hoax.  Hoax diproduksi untuk dikonsumsi oleh yang kurang/tidak mengedepankan logika. Hoax juga diproduksi untuk menyasar orang2 yang mengedepankan emosinya (emosionil).

Terkait logika, Islam mengajarkan untuk afalaa tatafakkaruum & afalaa taqqiluun ( bahsa prokem Jawanya : nggonen utek & nalarmu iku ).  Terkait emosional, Islam mengajarkan amat jelas dalam Qur’an surah al-Ashr.

Kira2 isinya sbb : Bahwa manusia yang lali Gusti Allah,  senenge ngalamun bin thenguk2, ora sudi mahami kabecikan hakiki lan senege nggege mangsa (ora sabaran), iku bakal kuwalat/rugi (dunia akhirat).

Silakan simak !

Orang yang tidak/kurang mengedepankan logika, akan mudah dikecoh dengan permainan logika paling sederhana sekalipun. Orang yang emosional, selain amat berpotensi kehilangan logika dan akal sehatnya, juga seringkali tidak lagi mempedulikan hal-hal yang baik dan benar, ia juga amat mengedepankan keinginannya.

Hoax 4Contoh : Ada selebaran yang isinya menginfokan berbagai obat bebas yang berbahaya untuk dikonsumsi. Berbagai fakta telah membuktikan hal itu. Menghimbau untuk menghentikan beli/konsumsi obat itu.

Karena topiknya obat bebas, maka biasanya sudah merakyat dan dikenal baik serta mudah diperoleh sampai di warung2 sekalipun.

Karena ada kata2 “berbagai fakta telah membuktikan hal itu”, membuat siapa saja tersenggol “logikanya”.

Karena ada kata “berbahaya”, maka biasanya akan menyenggol “emosi(onal)nya”

Maka “kebaikan” dari “lubuk hatinya” mendorong untuk membagi informasi/berita yang diarasakan penting.

Apalagi jika ada kerabat/teman yang diketahuinya biasa mengkonsumsi obat bebas yang termuat dalam “surat edaran medis” itu

Itulah senyawa Hoax sudah bekerja.

Waspadalah.  Jika disimak dengan sabar, menggunakan kebenaran dan kebaikan hakiki (haq), boleh jadi akan nampak jelas itu hoax.

Misal ternyata nampak  bahwa surat edaran yang dikeluarkan oleh Lembaga Pelayanan Medis yang dikenali sebagai perusahaan swasta  dan ditanda-tangani oleh Kepala Pengendali Pemeriksaan Obat  yang dikenali sebagai lembaga pemerintahan resmi, maka itulah indikasi besar sebagai Hoax.

Ada kontradiksi antara bungkus, isi dan warnanya.

Lebih lanjut …….. logika kita bisa dijalankan sbb :.

Misal : Apa ya bener to pimpinan lembaga pemerintahan kok tanda tangan hal yang menjadi kewenangan lembaga itu di format berkop surat lembaga milik swasta ?

Kalau pun surat itu faktual ditanda-tangani oleh pimpinan itu (defacto), maka hanya pimpinan lembaga pemerintahan yang koplak yang sedia menandatangani surat edaran yang dikeluarkan oleh perusahaan swasta.

Maka patut dipertanyakan dan Polri, Kejaksaan atau KPK sebaiknya segera mengendus – jika memang lembaga pengayom rakyat pembela negara itu berpihak untuk rakyat, untuk bangsa dan negara INDONESIA. (bukan bangsa dan negara lain).

Kini sudah kebayang kan ? bahwa tidak menggunakan logika dan bersikap emosional lebih koplak to ?

Betapa rapuhnya manusia yang kurang/tidak menggunakan logika (akal pikirannya) serta mengedepankan emosi(onal)nya.

Manusia begini akan sangat mudah dicuci otaknya untuk maksud apa saja !!! (na’udzubillahi mindzalik)

Cuci otak oleh siapa saia untuk keperluan apa saja, mulai dari dijadikan sasaran gendam, ditarget sebagai agen MLM Penipuan (produk apa saja, sampai produk berbau agama sekali pun),  dan ………… ehm boleh jadi banyak yang dicuci otaknya untuk dijadikan perusuh pembuat kepanikan (teroris) dengan dalih apa saja (termasuk dalih berbau agama)

Mau ?

Hoax 3Produsen Hoax.  Meski pasar hoax adalah manusia2 yang tidak/kurang menggunakan logika dan berperilaku emosional, jangan kira produsennya (takan mengkonsumsi) juga memiliki budaya bodoh seperti itu.

Produsen hoax justru amat logis, semua dihitung dan dirancang dengan cermat.

Bagaimana cara kerja hoax ?

Cara Kerja Hoax –  adalah standar saja sebagaimana konsep kuno dalam berjualan : (1) membuat sesuatu yg mudah menjadi perhatian, (2) membuat agar orang yang memperhatikan itu tertarik, (3) membangkitkan keinginan orang orang yang sudah tertarik itu untuk berencana melakukan sesuatu dan …. (4) melakukan empowering orang untuk melakukan sesuatu itu sendiri.

Dalam contoh kasus surat edaram medis misalnya : (1) topik obat bebas merakyat itu akan menjadi perhatian siapa saja (2)  kata kunci  berbahaya itu membuat orang tertarik (3) ada himbauan untuk tidak membeli/konsumsi itu membangkitkan orang untuk berbuat sesuatu. dst .

Bagi yang merasa “berhati baik” tapi kurang/tidak nalar serta emosional, maka pesan itu akan langsung dishare.

Itulah kerjanya produsen hoax.

Semakin banyak orang meninggalkan dan mengabaikan pemahaman surah al-Ashr, boleh jadi menjadi penyebab rapuhnya ummat yang mengaku Qur’an sebagai pedoman hidupnya.

Berbahaya sekali kan ?

Namun semua itu selalu ada himkahnya ? tinggal mau paham atau nggak ?

Mau tobat atau nggak ?

Paham ngaku Islam tapi surah al-Ashr saja nggak paham maknanya.

Tobat karena telah mengabaikan perintahNYA terkait dengan Ashr

(al-Ashr  menurutku = during your life, ada yg mengartikan waktu hidup di dunia, ada yang mengartikan saat masih hidup di dunia, dsb. Wallohu a’lam )

Begitu saja .

Hoax 5Bahaya Menyebarkan Hoax.  Dari pengamatan sekilas (yang tidak ilmiah sama sekali), masyarakat dari keluarga yang dominan PNS (termasuk BUMN), umumnya tidak peka dengan efek seperti ini. Namun masyarakat dari keluarga yang bekerja di perusahaan swasta memiliki kepekaan terhadap hal seperti efek berbahaya ini.

Efek apa itu ?

Membagikan pesan yang “seolah bermanfaat” – terutama jika dilihat dengan kondisi kurang/tidak menggunakan logika dan emosional, (alias padahal hoax ) itu amat berbahaya.

Mengambil kasus yang sama dengan di atas – surat edaran medis misalnya.

Produk2 yang ditulis dalam surat edarama medis (hoax) itu adalah terkorelasi dengan perusahaan/pabrik.

Perusahaan/pabrik yang boleh jadi sedang difitna sedemikiran rupa tanpa dia tahu sebelum (dan mungkin) sesudahnya, pun bisa menjadi kebingunan krn omzet menurut dg grafik yang tidak lazim, tidak masuk logika pasar (tertama jika pengurusnya kalap).

Sementara  produsen hoax itu punya missi tertentu yang (boleh jadi) sifatnya destruktip – bikin kacau, bikin bangkrut, dsb.

Jika isi hoax itu berhasil, maka sekian pabrik akan tutup, sekian pekerja akan kehilangan pekerjaan dan sekian keluarga mengalamai kesulitan nafkah.

Mau ??

Begitu apa begitu ya?

Ya Emangbegitu

 

 

 

Scroll To Top