Sekilas Info
Home | Inspirasi | MUSTEL : 17 Operator seluler dg 5 Sistem (Mustel sebaiknya milik negara)

MUSTEL : 17 Operator seluler dg 5 Sistem (Mustel sebaiknya milik negara)

Selain sempat dihuni juga oleh 160 ember, MusTel ternyata belum sempat menampakkan bahwa Indonesia itu kaya dengan pengalaman yang tersimpan berserah (a) di lebih dari 17 operator seluler (b) dengan sekitar 5 “mashab” teknologi  yang pernah ada.  

Bagi generasi mudah atau orang yang baru puber smartphone, bisa jadi terkaget-kaget dengan angka 17 operator seluler itu ……………………..mosok sih ?**!???

17 Opsel 2002 bMusTel dapat menjaga agar sejarah Telco Indonesia tetap di Indonesia.  MusTel menjadi tempat agar sejarah telekomunikasi Indonesia sebagian besar berada di Indonesia, agar generasi muda dapat mengambil pelajaran untuk memajukan telekomunikasi, tidak mengalami disorientasi akibat kehilangan jejak sejarahnya.

Anda setuju boleh, enggak juga boleh. Semua bergantung nilai dan semangat yang ada dalam diri kita masing2.

Segelintir orang, ada yg terkadang berujar “I don’t care about history, we live for to day and we plan for tomorrow ….”.

Sekilas cara berpikirnya terlihat benar dan terkesan ruarrrrrrr biasa.

Di sisi lain, secara tidak langsung yang bersangkutan sedang mengirim pesan ke orangtua dan leluhurnya tentang tata nilai yang dianutnya, yakni “gue kirim lo ke panti sajah !!!”

Apakah mungkin ia terlahir dari batu yang proses kelahirannya melalui metoda sim salabim ?  sehingga ia merasa malu menengok sejarah.

Coba tengok disekitar Anda, barangkali ada diantaranya.

Monggo !!!!

Mustel 8Sejarah = Menghindari Disorientasi.  Sebagian orang lainnya meyakini bahwa sejarah akan memberikan gambaran yang jelas pada generasi penerus.

Sehingga dapat terhindar dari disorientasi dalam membuat perjalanan ke depan.

Sebagian orang pinter dari sekolahan lainnya (soal orang pinter, entah ia minum jamu tolak angin atau nggak, saya tidak tau),  mengatakan bahwa “history is about continuity and change”.

Bagaimana mungkin ada orang mengatakan tentang dinamika kehidupan dan perubahan, kalau ia mengabaikan sejarah.

Berubah saja menunjukan adanya kondisi A ke kondisi B,

Dinamika juga menjelaskan dari level/posisi X1 ke X2, dan semua itu berjalan di sumbu waktu (artinya ya sejarah juga).

Mustel 9Generasi yang mengalami disorientasi akan mengalami kebimbangan dan mudah galau. Semakin sejahtera dan penuh fasilitas di kondisi yang kehilangan jejak sejarahnya, ia semakin bimbang dan galau.

Konon, jangankan bisa menjawab lancar kalau ditanya “mau kemana ?”, wong ditanya “dari mana?” saja sudah gelagapan menjawabnya.

Tapi itu juga kembali lagi kepada Anda semua. Mau mendokumentasi sejarah Telekomunikasi dalam MusTel atau tidak ?

Monggo !!!

Inspirasi thin big covOjo Gumunan, Ojo Kagetan lan Ojo Dumeh.  Kalau pun dipaksakan paham seperti itu (misal : menghapus sejarah, reset, kilometer nol, reply map, dsb), maka yang muncul adalah generasi bingung atau bahkan linglung.

Generasi  yang mengalami disorientasi, generasi yang mudah gumunan (terkagum-kagum), kagetan (terkaget-kaget) dan dumeh (mentang-mentang). Biasanya juga gampang diapusi (mudah ditipu/tertipu).

Sebagai apapun, seseorang sebaiknya tidak mudah ditipu/tertipu.

Jika pun posisi perannya hanya pelaksana terbawah, maka kondisi mudah tertipu/ditipu itu paling banter hanya berakibat pada dirinya semata.

Namun kalau memiliki peran  diserahi tanggung jawab kecil (misal mengelola perangkat sistem), maka akibatnya lebih dari sekedar itu.

Semakin tinggi peran dan semakin besar tanggung jawabnya, tentu akibatnya juga semakin luas berdampak pada bukan saja masa kini, tapi masa-masa berikutnya.

Namun demikian,  kalau itu (melupakan/menghapus sejarah) adalah tujuannya dalam mengelola amanah Allah dalam kehidupan Anda, maka ya silakan saja.

Semua ada hitung2annya nanti (termasuk tercatat dalam sejarah juga).

Begitu pun jika sikapnya mengambil pada sisi sebaliknya, sisi yang positip seperti merestorasi MusTel sebagai museum Telco terhebat di ASEAN misalnya.

Monggo !!!

Mustel 4MUSTEL = PUSAT WISATA EARNING & BENCHAMRKING TELCO.  Konon, Learning itu bisa mempercepat peningkatan mutu hasil, dengan benchmaring bisa juga menghemat waktu dan biaya serta energy menuju yang lebih baik dari yang pernah ada.

Keduanya – Learning and Benchmarking, adalah membicarakan sesuatu yang pernah terjadi dimana lalu dan disusun dalam tatanan informasi/data yang bisa dipelajari oleh orang lain (generasi berikutnya).

Dalam learning maupun benchmarking yang obyektip, kita akan ketemu success story dan failed story, do and do not, has to and forbidden, dsb.

Success or failed itu penting untuk dipelajari, agar tidak seperti khimar yang terantuk di lubang yang sama beberapa kali.

Dengan learning and benchmarking, bagi sebagian jenias orang,  akan dapat memantapkan membuat keputusan.

Itulah salah satu manfaat museum, termasuk MusTel yang juga amat berpotensi jadi pusat wisata sejarah telco yang kalau perlu ya setingkat ASEA

Sebab Indonesia memiliki sejarah telco yang panjang dan lebar sebagaimana kehebatan Indonesia itu sendiri yang membentang 1/8 keliling dunia.

Begitu apa begitu ya ?

Ya Emangbegitu

 

Scroll To Top