Sekilas Info
Home | Menjalani Kehidupan | ORANG BERTATO, BERSIH, PROPESIONAL, PENDIDIKAN & BERKETUHANAN

ORANG BERTATO, BERSIH, PROPESIONAL, PENDIDIKAN & BERKETUHANAN

Ada yang bilang, semua mentri di negri Anemia mengaku berkeTUHANan, namun ada media menyindir adanya menteri yang berTATOo.  Dari pernyataannya di media, ternyata ada mentri yang memang  (mengaku) bukan orang SEKOLAHan tinggi, namun sebagai professional. ………….Itu di negri Anemia, jika di Indonesia, Andalah yang paham….

 

pembukaan UUD 1945Indonesia negri Pancasila, NKRI, Soempah Pemoeda. Karena konteksnya seputar jabatan strategis, mempengaruhi kendali negara, public figure di negara Berketuhanan Yang Mahaesa, yang kabinentnya dilabel dengan kata BERSIH dan ingin KERJA KERJA KERJA, maka bagaimana TATOO dilihat dari aspek orang abangan tapi bersekolah, dan orang bersekolah dan beragama (Islam, Kristen atau yang lainnya).

Hanya kalau manusia Indonesia, mestinya berTUHAN, entah kalau sudah nggak pakai Pancasila atau Pancasila sudah dirubah menjadi TIGAsila (misalnya) dimana tidak ada lagi Ketuhanan Yang Mahaesa dan atau tidak lagi  NKRI.

Manusia Indonesia juga beorientasi mencerdaskan kehidupan bangsa, entah kalau nilai dalam pembukaan Undang-Undang Dasar tahun 195 (asli) sudah dirubah dengan kata2 yang sebaliknya.

teks dan gambar garuda pancasilaMenurut Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 (asli), beberpa hal penting terkait pemerintahan dalam penyelenggaraan negara adalah : (1) melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, dan (3) memajukan kesejahteraan umum, (4) mencerdaskan kehidupan bangsa ……………………….. yang berdasarkan … (nilai2 Pancasila, dimana diawali dengan Ketuhanan ang Mahas Esa, ……… dst)

Monggo lho dipun simak kanthi penggalih ingkang BERSIH

Pemahaman sekuler terkait tatoo. (    file:///C:/Users/Editing%20Machine/ Downloads/Documents/ipi123256.pdf )  Menurut Goldstein (Sanders, 2008), orang bertato banyak digambarkan sebagai “berpikiran sederhana”, “tidak dewasa”, “bermusuhan”, “agresif”, “merusak diri-sendiri”, “tidak bisa dipercaya”, dan “kekanak-kanakan”. Bertato biasanya didefinisikan sebagai gejala psikopatologi. Namun, Haines dan Huffman (Sanders, 2008) melihat tato sebagai indikator kematangan emosi dan karakteristik pemakainya.

Kata “indikator kematangan”  itu jangan dirafsirkan terlalu naif, bahwa orang bertatoo itu kedewasaannya sudah matang, karena bisa jadi malah sebaliknya. Begitupun dengan kata “karakteristik pemakainya” itu bukan berarti sebuah karakter yang bagaimana (HEBAT atau bagaimana gitu). Karakter menurut salah seorang ilmuwan ( Florence Littauer ), bisa didekati dalam 4 personality : Koleris, Sanguinis, Melankolis dan Plegmatis ( monggo dibaca sendiri buku terkait itu biar mantaffff ).

Monggo lho dipun simak kanthi penggalih ingkang BERSIH

 Pemahaman tatoo atau rajah menurut Islam ( http://www.islamnyamuslim.com/2013/ 04/hukum-bertato-dalam-islam.html ) Di dalam riwayat yang lain “Allah melaknat orang-orang yang membuat tato, orang-orang yang minta dibuatkan tato, orang-orang yang mencabut bulu mata, orang-orang yang minta dicabut bulu matanya, dan orang-orang yang merenggangkan gigi untuk mempercantik wajah, dan mereka yang mengubah ciptaan Allah” (HR. Muslim)

Monggo lho dipun simak kanthi penggalih ingkang BERSIH

Pemahaman tatoo atau rajah menurut Kristen ( http://forumimankristen.com/index.php/ topic,285.msg4130.html?PHPSESSID=bcd817be3bea77abcc934e1a69367b46#msg4130 )  Kalau di Perjanjian Lama ada Bro ( ditulis oleh Phooey ) . (26 )Janganlah kamu makan sesuatu yang darahnya masih ada. Janganlah kamu melakukan telaah atau ramalan. (27 )Janganlah kamu mencukur tepi rambut kepalamu berkeliling dan janganlah engkau merusakkan tepi janggutmu.  ( 28 ) Janganlah kamu menggoresi tubuhmu karena orang mati dan janganlah merajah tanda-tanda pada kulitmu; Akulah Tuhan. (29) Janganlah engkau merusak kesucian anakmu perempuan dengan menjadikan dia perempuan sundal, supaya negeri itu jangan melakukan persundalan, sehingga negeri itu penuh dengan perbuatan mesum.  (Lev 19:26-29 ITB)

Monggo lho dipun simak kanthi penggalih ingkang BERSIH

http://kabar10.wordpress.com/2009/07/31/mbah-surip-akhirnya-betul-betul-bahagia/

http://kabar10.wordpress.com/
2009/07/31
/mbah-surip-akhirnya-betul-betul-bahagia/

Rasta Musik. Mbah Surip (almarhum) pernah menyanyikan lagu rasta bertajuk “tak gendhong” dengan salah satu baitnya  “where are you going ? ………. dst .  Mbah Kromo Dimulyo, berpesan : jangan sampai jarene arep  ngalor,  eh …. lha kok, mlakune malah ngidul. Iki piye to ? ( Katanya mau ke utara, eh .. lha kok, jalannya ternyata ke selatan. Ini bagaimana to ? )

Monggo lho dipun simak kanthi penggalih ingkang BERSIH

Kyai Mursyid berpesan, jangan sampai kita menjadi orang munafik, sebab itu akan menghilangkan harga diri pribadi dimata Allah maupun dimata manusia.

Silakan simak bagaimana hal ini disusun dengan baik oleh leluhur kita dalam kisah2 dari leluhur seperti malin kundang atau pepatah leluhur seperti “sekali lancung ke ujian, seumur hidup tidak dipercaya”, atau silakan juga simak di kehidupan ala mafia seperti “siapapun yang berkhianat akan dihabisi”, dsb.

Kalau mau bagaimana hukumnya manusia munafik dimata Allah, tentu rujukannya kitab suci.  Orang munafik itu ciri2nya antara lain : (1) suka berbohong, (2) kalau berjanji tidak ditepati (diingkari),  dan (3) kalau diberi amanat malah berkhianat.

Indonesia itu memiliki perjalanan sejarah yang panjang, dibangun dari proses panjang oleh manusia2 yang bijak bestari, ngerti lan wedhi karo Gusti Allah. Semangat dan cinta pada negri dan bangsa sendiri untuk berdikari secara ekonomi dan budaya sendiri  (hisbul wathon), menyatukan ummat dari yang berbeda-beda untuk membangun kesejahteraan bersama  (ummatan wahidatan, rakhmatan lil ‘alamin, dsb  ), membebaskan rakyat bodoh dari kebodohan itu sendiri, dari  penjajahan/perbudakan (bukan menjadikan diri sebagai budak bangsa lain).

Monggo lho dipun simak kanthi penggalih ingkang BERSIH

Begitu apa begitu ya ?

Ya Emangbegitu.

Scroll To Top