Sekilas Info
Home | Inspirasi | PEMENANG PEMILU 2014

PEMENANG PEMILU 2014

Pemilu 2014 yang akan menghasilkan rezim baru pemerintahan (siapapun pemenang election ini), mudah2an akan lebih serius mengelola negri Indonesia, akan benar2 memikirkan rakyat, benar-benar menjalankan tugasnya sebagai pejabat negara INDONESIA. Bukan malah mengerjakan tugas negara lain (tidak berkhianat), tidak menyuburkan KKN, tidak menakuti rakyat ala gengster, tidak suka ngapusi,  tidak minta dikasihani rakyat, tidak memprioritaskan dynasty mbelgedes,  atau serupa itu,  ……………….  karena Indonesia bukan negri Ketoprak Tak Beradab.

http://sulut.litbang.deptan.go.id/ind/index.php?option=com_content&view=article&id=249:kenali-dan-kendalikan-rabies&catid=62:ternak&Itemid=48

http://sulut.litbang.deptan.go.id/ind/index.php?option=com_content&view=article&id=249:kenali-dan-kendalikan-rabies&catid=62:ternak&Itemid=48

Pasti Mati & Rabies. Yang duduk di pemerintahan dan wakil2 rakyat adalah manusia. Manusia dan semua yang bernyawa bakal mati, yang dibawa dan menemaninya adalah perbuatan (amal) terbaik (soleh) yang didasarkan (niyat) pada kemuliaan. Tanpa niyat mulia, mustahil ada perbuatan baik (amal soleh), termasuk terhadap rakyat, bangsa dan negeri Indonesia. Tanpa niyat kemulyaan, yang dilakukannya hanya seputar : menipu, merampok, menjarah, menindas, dan serupa itu. Bahasa orang jaman dulu manusia menjadi serigala bagi manusia lain atau bahasa penyair sarkastis “anjing gila”.

Penyakit anjing gila sering disebut juga dengan istilah rabies, sifatnya amat menular melalui cairan yang masuk bersama gigitan. Ujung penyakit itu adalah dimatikan ( di dor, di suntik, dikurung dan serupa itu ).  Apakah ada kesamaan antara penyakit manusia yang tidak bermoral (tidak punya niyat mulia ) dengan anjing gila ? tentulah Anda semua lebih paham.

Silakan putar ingatan anda, atau bukalah catatan sejarah (negri manapun). Tidak ada kejujuran yang dibangun dari keculasan, tidak ada pula ketulusan yang dibangun dari  kebohongan. Sejarah seharusnya menjadi pembelajaran generasi penerus, sebagaimana yang dilakukan oleh negri2 maju.

Melupakan sejarah dan tidak mengambil pelajaran dari peristiwa sebelumnya, hanya akan menghasilkan kehidupan “roda pedati”. Kalaulah jalan kehidupan memang harus berputar2, maka manusia dengan mengambil hikmah dari sejarah atau kejadian manusia/generasi sebelumnya, jalur kehidupannya akan membentuk lingkaran spiral yang lateral ke atas (orang2 bengkel biasa menyebut bentuknya seperti per keong) – atau kata pak ustadz yang ASLI (bukan karbitan , apalagi manusia abal2 atau nabi palsu) adalah  fastabikul khoir – melaju dengan meningkatkan perbaikan diri (di kampung2 sering dikenalkan dengan berlomba2 dalam kebaikan).

Pahami Sejarah .  Siapa pun anda, sebagai warga negara Indonesia, punya hak atas kekayaan alam Indonesia (sebagaimana gagasan dasar pendirian negri Indonesia di UUD 1945 ).  Sebagai pemilik hak, anda dan kita semua wajib mengawasi jalannya pengelolaan administrasi negara.

Bersyukur kita sudah merdeka dan menjadi negri berdaulat, tinggal menjaga agar terwujud dalam swasembada, swadaya, swadesi, swatantra, dan berbagai pengembangan dan pembangunan untuk berdikari (berdiri di atas kaki sendiri).  Bersyukur, angka buta huruf sudah jauh turun dan angka tingkat pendidikan sudah jauh meningkat. Artinya kita semua sudah semakin paham bernegara.  Bersyukur kita memiliki kebebasan mengemukakan pendapat di negri yang elemennya punya peradaban. Artinya kebebasan yang tetap punya moral.  Bersyukur sudah ada KPK, MK, LSM-LSM asli dan cinta Indonesia (bukan LSM anetk asing, LSM abal2 atau LSM jadi2an) , dan berbagai lembaga yang memang sudah waktunya dan dibutuhkan keberadaannya. Artinya, fase pembreantasan KKN bukan lagi sekedar utopia.  Kewajiban semua rakyat adalah untuk bersama menjaga dan menumbuhkembangkan legacy sistem kenegaraan terbaik dari generasi pendahulu (jaman para Sultan, jaman Diponegoro, jaman Boedi Oetomo, jam perjuangan gerilya para santri dan kyai, jaman panglima besar Soedriman, jaman Soekarno, jaman Soeharto, jaman reformasi, dst)  sejalan dengan perkembangan jaman.

Pahami Sumber Kemamuran Bangsa. Jika anda bagian dari yang mengusung hidup ini bekerja/beramal/berkarya, maka cegahlah terjadinya “musibah”, dengan cara2 seperti doronglah agar (siapapun pemenang Pemilu 2014) untuk jujur, fokus dalam mengupayakan kemakmuran rakyat Indonesia (bukan keluarga, dynasty atau partainya),  sebab uang yang diperoleh (gaji atau bahkan dari lain2 ) semua adalah :

(1) dari hasil pajak, uang yang dipungut dari rakyat, jadi dasarnya ya uang rakyat, uang kita semua;

(2) dari hasil bumi/mineral, yang semua itu oleh pendiri negri Indonesia sudah dipikirkan dalam UUD 1945, sebagai milik negara ya milik rakyat ya milik kita semua;

(3) dari ngutang ke negri/lembaga lain, yang tentu saja wajib dilunasi plus rentenya,  ya dengan uang milik negara Indonesia, yang artinya ya beban rakyat ya beban kita semua;

(4) uang retribusi/lisensi atas seuatu yang berasal dari bumi, laut dan angkasa di Indonesia, yang menjadi hak rakyat, yang seharusnya memberikan keuntungan bagi rakyat Indonesia, ya keuntungan kita semua;

(5) sumber2 penerimaan negara lainnya, yang  tentu saja milik negara, hak rakyat Indonesia, ya hak kita semua.

Jika anda bagian dari yang mengusng hidup ini dijalani dengan bismillah irrokhman irrokhim, dengan cinta kasih Tuhan,  maka doronglah agar (siapapun pemenang Pemilu 2014) untuk membangun kejayaan bangsa Indonesia, kejayaan yang menghadirkan kemanfaatan bagi rakyat dan dunia luas.  Beberapa contoh sejarah yang pernah dilakukan oleh bangsa ini adalah :

(1) menghadirkan manfaat bagi dunia luas antara lain Konperensi Asia-Afrika, Gerakan NonBlok, OKI, OPEC, ASEAN, Visit Indonesia Year, dsb

(2) menghadirkan kemanfaatan bagi rakyat antara lain Puskemas, Wajib Belajar/Sekolah Inpres, BKKBN, Bendungan dan Irigasi, Pusat Pemibitan Unggul Pertanian/Peternakan, dsb.

Orang yang takut Allah mengatakan “Kekuasaan itu amanah yang akan diminta pertanggung jawaban olehNYA”, sementara orang2 sekular bilang  ”kekuasaan itu cenderung korup” . Kecenderungan korup penguasa lebih karena soal managemen syahwat yang mengabaikan Tuhan.

Jika Indonesia masuk dalam peringkat “hebat” di bidang korupsi, maka sebagai apapaun anda, cegahlah penguasa yang untuk tidak menjadikan Indonesia semakin “hebat” di bidang korupsi. Jika penguasa yang diingatkan itu mengabaikan maksud baik untuk dirinya, untuk rakyat Indonesia, untuk bangsa Indonesia untuk negri Indonesia,  maka hindari berbantah2 tanpa dalil, tanpa tujuan untuk menuju perbaikan, karena disitu letaknya peradaban. Berbantah2 tanpa dalil apalagi untuk tujuan yang nggak jelas, itu seperti negri Ketoprak Tanpa Adab.   Namun tetaplah dan teruslah bekerja, tetaplah dan teruslah mengupayakan, tetaplah dan teruslah membangun Indonesia.

Kyai Mursyid mengingatkan kita semua dengan menyitir sabda rasulullah : ”Aku menjamin dengan sebuah istana yang terdapat di tepi syurga bagi orang yang meninggalkan perdebatan/berbantah-bantah walaupun dia benar, aku menjamin dengan sebuah istana yang terdapat di tengah syurga bagi orang yang meninggalkan dusta walaupun bergurau, dan aku menjamin dengan sebuah istana yang tertinggi bagi orang yang membaguskan akhlaknya” [HR. Abu Dawud].

demokrasi web colseRezim “to LOL”, Mengundang LOL. Sejarah telah memaparkan dengan gamblang bahwa perdebatan para elit pada hal2 yang bukan merupakan pokok bagi upaya mewujudkan cita2 negri Indonesia (bukan negri lain) – sebagaimana tertuang dalam UUD 1945, apalagi sampai terjadi cekcok ( antar anggota keluarga, antar anak bangsa, antar elit, antar dynasty mbelgedes ), maka hanya akan membuat pihak luar/asing akan bersorak sorai, akan membuat LOL mereka2 yang tidak suka Indonesia maju.

Kondisi seperti itu (cekcok) juga akan menyuburkan rasa tidak suka sesama anak bangsa serta berbagai penyakit sosial dan kejiwaan seperti : irihati, keserakahan, dan berbagai turunan dari penyakit KKN ( Korupsi Kolusi Nepotisme ). Sedangkan pemberantasan KKN itu justru yang menjadi warna dasar perjalanan di fase sekarang ini.

11651332-three-funny-cartoon-men-laughing-out-loudApakah mereka yang terpilih sudah benar2 paham tujuan dan cita2 negri sebagaimana di Pembukaan UUD 1945.  Sangat miris, jika ternyata, membaca saja nggak pernah, memahami saja ogah, apa mungkin dapat menjalankan tugas sebagai Pejabat Negara ? Pahami dan jalankan amanat dalam Pembukaan UUD 1945, bukan menjalankan “traktat asing”,  jangan menjual negara, apalagi instruksi dari kepentingan yang bukan untuk kepentingan rakyat, bangsa dan negara Indonesia.

Janganlah  mengundang LOL negri2 dan bangsa2 lain, karena hanya serupa dengan mencetak sejarah sebagai rezim yang “to LOL”.

Setelah melalui berbagai tahapan perjalanan bangsa, kini saatnya membenahi kesisteman di ujung input ( Sumber Penerimaan Negara ), seraya menyempurnakan pembenahan fungsi/system distribusi ( Program dan Proses Belanja Negara), agar Sistem Pemerintahan Negara semakin mampu mengalirkan kemakmuran dengan lebih baik sebagai output kinerja Pemerintahan dalam mewarnai sejarah perjalanan bangsa ke depan.   ………

web proklamasiTugas Negara. Ini bukan menyuruh lho, mosok pemimpin dan wakil rakyat kok disuruh. Lebih aneh lagi, kalau ada presiden dan wakil rakyat kok nggak paham tugas negara, nggak ngerti perannya sebagai pejabat negara. Apa ini negri ketoprak ? negri dimana presidennya ya presiden ketoprak, wakil rakyatnya ya wakil rakyat ketoprak. Sebagai rakyat, kita ingin mengingatkan saja, agar tidak lupa.Merah putih Papua

Agar tidak melupakan nilai-2 dan idealisme yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945.  apalagi memprioritaskan harapan dari pihak asing (tertentu). Agar Presiden dan para wakil rakyat (hasil Pemilu 2014) paham apa yang menjadi tujuan bernegara Indonesia, maka sebaiknya rajinlah membaca dan teruslah pahami benar makna dan nilai yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945. Karena  INDONESIA juga dibangun dengan tujuan yang jelas sebagaimana juga negri asing/lainnya.  Aneh sekali kalau kebijakannya nanti tidak merujuk pada nilai2 Pembukaan UUD 1945.

Indonesia ya Indonesia, bukan Singapura, bukan Malaysia, bukan Amerika, bukan Arabia, bukan Eropa, bukan China, bukan India, bukan mana2, ya Indonesia.

Marilah pada waktunya kita menuju TPS di masing-masing domisilinya,

untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden 2014-2019.

Begitu apa begitu ya ?

Ya Emangbegitu

Scroll To Top