Sekilas Info
Home | Inspirasi | Gaya Hidup | PEMILU 2014 : OFFICER : AKTIVIS : CEWEK TIK TOK TIK TOK

PEMILU 2014 : OFFICER : AKTIVIS : CEWEK TIK TOK TIK TOK

Hampir semua calon wakil rakyat, kandidat capres, sampai para danyang politik sedang gemar melantunkan syair “aku cinta Indonesia”. Cermatilah !!! Terdengarnya indah dan memukau, namun apakah track recordnya malah sebaliknya…… silakan cermati betul !!!! tinggal beberapa hari lagi.

TraitorsJangan sampai anda keliru memilih : Hindari untuk memilih (Calon Wakil Rakyat atau Calon Pemimpin ) yang : (1) Berkhianat pada Indonesia tapi tidak merasa, malah ingin dapat bintang jasa. Ini semacam penyakit gila hormat (2) Mengingkari janji kepada rakyat pemilihnya, tapi  tidak merasa nggak pernah janji, malah cengar-cengir hah heh hah heh. Ini semacam penyakit gemar menipu (3) Menjarah uang rakyat Indonesia alias korupsi, namun tidak merasa bersalah dan masih bisa tertawa sambil melambaikan tangannya.  Ini semacam penyakit gila harta.

Pilihlah yang : (1) Ahlaqnya bagus dan teruji. Kalau pinter dan punya visi bagus, itu lebih baik lagi. (2) Gagasan dan sumbangan nyatanya teruji senantiasa  memikirkan rakyat, bangsa dan negara Indonesia. Kalau dia rajin ibadah (asli, tulen, bukan riya’ atau pamer sok suci), itu lebih bagus lagi. (3)  Putra Asli Daerah Setempat yang jujur untuk Pemilihan Wakil Rakyat itu jauh lebih bagus lagi, ketimbang yang banyak omong, suka janji, cengar cengir, sok tertib padahal cari muka. Putra asli daerah yang jujur begitu, akan kecil potensinya menjual negara.

Baca saja UUD 1945 : Intinya prioritas adalah Indonesia asli (meski suka diperdebatkan dan seolah melanggar HAM, padahal duluan UUD 1945 ketimbang itu dan ketimbang orang2 yang suka mengaku antidiskriminasi tapi nggak paham benar apa yang dikatakannya).  Putra/putri terbaik Indonesia yakni yg ahlaknya baik, kapabilitasnya terbaik, visinya terbaik, komitmennya terbaik, dsb. Berkomitmen memajukan bangsa dan negara Indonesia ( bukan antek atau boneka asing. Silakan cermati/perhatikan pidato2 Soekarno dan Seoharto di awal2 kedua beliau memimpin bangsa ini, begitu hebat dan terstruktur dengan baik untuk kejayaan Indonesia, untuk memakmurkan rakyat Indonesia (bukan negara dan rakyat yang lain). Pelaksanaannya juga tidak terlalu menyimpang dari pidato2 kedua beliau. Namun harus diakui juga kalau – pidato2 beliau2 –  di ujung waktu akhir kepemimpinan kedua beliau itu, mungkin sudah saturated (karena kelamaan duduk ‘kali ya ?).

Part of Indonesian NativeBersyukur, perjalanan bangsa Indonesia relatip mulus sehingga seperti sekarang ini (monggo hitung sendiri kelebihan dan kekurangan negri Indonesia). Soal sudah demokratis yang bener2 atau malahan menjadi democrazy, saya tidak terlalu paham. Soal politik digunakan untuk mencapai negri yang adil makmur atau malah menjadikan politik uang untuk membodohkan rakyat dan menjauhkan rakyat dari demokrasi yang sebenarnya, demokrasi itu sendiri, saya kira Andalah yang yang lebih paham. Soal korupsinya sudah semakin berkurang atau semakin bertambah, monggo Anda yang lebih paham. Untung sudah terbentuk KPK, dan apakah masih banyak pemimpin yang waras dan ikut menjaga fungsi KPK atau malah sebaliknya, Anda semua lebih paham dan jeli mencermatinya. Dan banyak lagi pencapaian sukses maupun missed milestone yang terlewatkan atau belum teraih di perjalanan bangsa Indonesia ini.

Indonesia ya Indonesia, bukan negri ano’ano’, bukan negri ita-itu, dsb. Indonesia (bangsa, dan para pemimpinnya) nggak perlu merasa minder atau sebaliknya – menjadi jumawa terkait dengan step perjalanan sekarang ini. Bangga sih boleh2 saja karena akan membawa percaya diri yang lebih baik, tapi sombong alias jumawa akan membawa kepongahan dan bencana. Indonesia punya cerita sendiri, punya track sendiri, punya cita2 sendiri. Indonesia tidak menolak namun bukanlah menjadi : Amerika, China, Arab, Japan, India, dsb.  Indonesia dibangun bukan dengan cara genocide, Indonesia punya suku asli di semua pulaunya ( dari Sabang Merauke dan Alor Rotee).

Aku Cinta Indonesia !!!

CINTA.  Cinta itu energy yang terhubungan secara bathin antara yang mencintai dengan yang dicintai. Energy ini terbangkitkan oleh kemistri alam dan daya yang tak terhitung atau sering di luar nalar. Di luar itu, adalah cinta karena ada sesuatu, dan biasanya diberikan tambahan kata yang menunjukan motiv dari perilaku yang terkesan cinta. Sementara Cinta yang sejati itu tanpa motiv, kecuali ketulusan, cinta ya cinta saja, atau sering disebut cinta sejati ( I beleive in You ).

Cinta karena pamrih.(uang, jabatan, marwah, dan berbagai pamrih lainnya). Perilaku yang seolah cinta namun sebenarnya lebih didorong oleh karena ingin uang(nya), biasa disebut cinta karena harta. Sebutan seperti ini tidak pas benar, karena yang ada itu bukan cinta, tapi ambisi untuk mengambil sesuatu dari sasaran. Agar akses untuk mendapatkan uang/harta yang ada di sasaran (menjadi) terbuka untuk diakses. Maka jurus cinta pun digunakan – yakni rayuan ( bisa berupa janji2, hadiah2 sampai sogokan sesuai dengan kesukaannya).

Terkapar karena Rayuan. Bagi sasaran yang lemah, maka di jurus rayuan ini akan langsung membuatnya terkapar.  Judul rayuan bisa : harta, tahta maupun syahwat lainnya. Contoh ;  Sasaran memiliki titik lemah soal harta, bahasa lainnya matre atau gila harta. Matre’ alias gila harta adalah titik paling mudah dan umum bisa ditemukan dimana2.  Modusnya antara lain, sasaran dirayu dengan janji hal2 yang sesuai dengan “genre lagu” yang disukainya – lagu seputar harta, tahta dan popularitas. Misal : akan di populerkan sebagai artis ngetop dengan orderan menumpuk, menjadi ketua lembaga ini itu, menjadi direksi ano’ano’, atau akan dibelikan supercar ferari dan dibangunkan istana. Seorang “officer yang ngebet jabatan”,  seorang “aktivis ambisius” atau cewek lemah yang matre, akan langsung terkapar karena “racun asmara” ini.  Kalau sang perayu, perilakunya jelas bukan karena cinta. Namun apakah “officer yang ngebet jabatan”, “aktivis ambisius” dan cewek yang terkapar ini karena cinta yang kepiyeng2 ?

http://crazydoglife.com/pawfect-pages/disclaime

http://crazydoglife.com/pawfect-pages/disclaime

“Officer yang ngebet jabatan”, “aktivis ambisius” dan cewek tik tok tik tok, sepertinya lebih melihat pada bayangan terwujudnya keinginannya, akan posisinya sebagai ketua atau direktur atau ferari dan istana megah.  Boleh jadi, secara fakta, mereka mendapatkan keinginan mereka ( jadi ketua, jadi direktur, ada ferari dan istana megah) walau ternyata akhirnya terbukti itu pepesan kososng alias omong doang alias ingkar janji karena penuh dengan “term and condition” yang tidak dibuka sejak awal. Dan …… sang perayu seperti ini juga bertebaran dalam ranah politik sekarang ini.

Kucing Garong. Memilih wakil atau pemimpin itu soal kepercayaan, bukan soal janji.  Janji hanyalah pelengkap dari kepercayaan – itu pun kalau perlu, sebagai jaminan untuk dipercaya. Jadi pilihlah yang memang anda percaya, bukan karena janjinya.  Lihatlah track recordnya, jika pernah ingkar janji ………. JANGAN dipilih. Karena mustahil janji yang pertama belum ditunaikan, lalu kita percaya dengan janji kedua yang potensi dilupakan (mblenjani jani) amat sangat mungkin dilakukannya.

Manusia yang pernah ingkar janji itu merasa sukses menipu anda, dan kesuksesan itu mencandu ( success syndrom).  Sindroma kesuksesan itu bukan saja pada manusia, juga pada binatang. Kucing yang berhasil masuk rumah dan mencuri paha ayam goreng di meja makan, meski ketahuan di kejar2, besok atau pada waktu berikutnya akan melakukan hal serupa ( ingin mengulang kesuksesan ).  Itu alami.   Manusia yang suka ingkar janji dan tidak punya ahlak, lebih berbahaya dari kucing garong seperti itu.

Jika anda calon pemilih, maka periksa baik2 siapa dia, suka ingkar janjikah ? suka mencuri kah ? meski menggelorakan semangat Indonesia dengan gambaran atau lukisan yang menawan, jangan percaya bergitu saja. Resikonya 5 tahun ke depan, Indonesia akan dipimpin oleh tukang bohong, tukang tipu,  dsb. …………… Begitu pun apakah anda rela diwakili oleh tukang bohong atau tukang tipu ??

Ramuan Plus Logika. Bagi sasaran yang agak kuat pertahanan logikanya, maka si perayu biasanya akan terlebih dahulu punya “boneka”. Boneka dengan segala blink-bliknya ini dipublikasikan dengan berbagai cara. Haslnya akan digunakan sebagai penguat janji2, sebagai bagian dari penampilan evident atas “komitmen” janji2nya. Contoh : boneka ini berupa cewek yang cantik beneran. Si boneka cantik menyampaikan di berbagai siaran pers atau infotemen bahwa  ferari dan istana ini diberi oleh Kang Dudung, saat menyampaikan ia menunjukan bukti STNK ferari dan sertifikat rumah tersebut , sehinga bukan satu dua orang yang melihat, tapi publik juga melihatnya. Cewek sasaran dijanjikan ferari, istana dan bisnis pusat kebugaran. Saat si cewek memnita jaminan dan buktinya, maka kang Dudun merujuk pada si boneka cantik itu.   Cewek sasaran pun terkapar.  Logika yang menjadi bentengnya telah rontok ole gempuran “evident” sehingga syahwat gila harta pun yang mengendalikannya.

Padahal dibalik semua yang “diberikan” ke si boneka cantik, terdapat dokumen yang “mengunci mati” si boneka cantik itu, seperti jika si boneka cantik melakukan hal-hal yang tidak diperbolehkannya (misal  menjual ferari atau istana), maka ia akan “dut” alias dibuat sedemikian rupa sehingga tak berdaya. tentu saja,  dokumen seperti ini tentu rahasia dan unpublished – tidak bakalan dipublikasikan.

Jangan terlalu yakin dengan janji-janji mereka !!! Bukan bermaksud men-denay, karena sejarah perjalanan bangsa ini, terutama beberapa waktu terakhir, banyak (oknum) pemimpin dan wakil rakyat yang dikabarkan berkhianat, mblenjani janji, korupsi, makelaran, dsb. Untuk itu, catatlah setiap ucapan dan janjinya ( rekam, tulis, video, foto, dsb lalu simpan baik2 di arsip Anda). Jika terpaksa anda memilih dia dalam bilik suara, maka sejak saat itu : amati, cermati out put dan kontribusinya bagi negara dan bangsa Indonesia.

Jangan sungkan2 untuk menagih janjinya, kalau ternyata ia ingkar atau bohong.  Toh anda sudah punya bukti (rekaman tulisan, suara, video, foto, dsb).  Pada umumnya, mereka itu berjanji dimuka umum, maka dapat ditagih juga dimuka umum.  Kalau dia janji secara personal, maka jangan mau, sebab Anda akan kesulitan menagih janjinya nanti.   Anda yang pasti rugi. Kenapa, karena Anda sudah menggantungkan hidup Anda pada manusia itu, seperti “nyupang” dalam bentuk lain.  Mungkin, ini mungkin lho !!!,  sikap bathin itu setara atau mendekati dengan mensekutukan Tuhan (meski anda nampak/secara visual rajin beribadah, namun bathin anda entah kemana ). Soal balasan dari sikap bathin yang mensekutukan Tuhan, Anda tentu lebih paham.Di berbagai case yang ditangani KPK, anda bisa cermati. Banyak pesakitan yang sepertinya “nyupang” terkait dengan keinginannya untuk suatu kedudukan (di partai atau lembaga lainnya), jabatan ( di briokrasi, BUMN, atau serupa itu), proyek (mau pakai tender model apapun, anda minta menang), dsb.

Jadi :  rekamlah janji2nya, cermati perilakunya pasca election, lakukan cross-check antara perilaku dan yang dijanjikan, periksa juga kontribusinya bagi tujuan berbangsa dan bernegara dalam posisinya ( sebagai wakil rakyat maupun sebagai pemimpin). Jika bohong, tagih janjinya ….dasarnya bukan kebencian, tapi mengajak untuk kebaikan dan mencegah perusakan bangsa dan negara, dasarnya cinta negri kita – Indonesia.

Memang tidak semuanya korupsi, ingka janji, cengar-cengir, heh hah heh heh, dsb namun itulah yang banyak atau sering kita saksikan diberbagai media.

Adil dan Jangan Membenci.  Orang yang menyukai sikap membenci sesorang biasanya juga mengkultuskan orang lain dan sebaliknya. Namun manusia yang obyektip dalam bersikap, akan mudah untuk berbuat adil/fair.  Adil itu bukan sama rata sama rasa, bukan pinter goblok podho wae, bukan rajin malas sami mawon, bukan profesor disamakan dengan pengemis, dsb.

http://www.toonbarn.com/other-cartoons/president-of-cartoons/

http://www.toonbarn.com/other-cartoons/president-of-cartoons/

Jika anda cermati dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir ini, sebagian media dan para “provokator” atau dayang juga pun begitu, cenderung tendesius dan berbuat tidak adil, ada yang vulgar, ada juga yang sedikit eufimistis. Sebagai contoh, saat kejadian atau banjir melanda Jakarta Gubernur Jakarta dihujat2. Namun ketika kejadian yang sama terjadi di Gubernur lainnya, kalimatnya berubah menjadi  bernada : itu (banjir dan macet) bukan kesalahan Gubernur, tapi perilaku masyarakatnya. Padahal kalimat yang sama itu, pernah dilotarkan oleh Gubernur sebelumnya, dan justru malah semakin dihujat. (silakan buka dan cermati rekaman berita2 teve, med-sos, situs, dsb dalam sepuluh tahun terakhir).

Siapapun Gubernur Jakarta, akan mengalami problem banjir dan kemacetan jika sistem kemasyarakatan dan infrastrukturnya nggak dirubah (regulasinya, kulturnya, lingkungan alamnya, dsb). Ada tradisi aneh dalam suksesi di kebanyakan level di Indonesia, pengganti atau successor (Indonesia) selalu membuang sebanyak-banyaknya program atau konsep yang dijalankan semasa pemangku jabatan sebelumnya. Konsep potong satu generasi entah dari mana datangnya, namun mirip dengan kejiwaaan bumi hangus, mirip juga dengan konsep genoside atau serupa itu. Dan itu entah sejalan atau nggak dengan nilai2 dari Pancasila, entah juga bertentangan dengan agama  atau nggak. Andalah yang lebih paham.

Boleh jadi pejabat pengganti nggak punya pikiran aneh seperti itu, mungkin sumbernya adalah tim pendukung alias dayang2nya yang memiliki “kebencian mendalam” atau ada uang dibalik bangku” alias “ada uang dibalik proyek” atau pencitraan agar terkesan “lebih pinter ketimbang pemangku sebelumnya”.  (ya kalau bener lebih pinter, kalau sebaliknya bagaimana ?).  Cermatilah dengan baik2 media dan para “provokator”nya, selain kandidatnya juga dong  !!!!.

Dengan menjauhi kebencian dan pengkultusan, serta berupaya untuk obyektip dan adil, mudah-mudahan rakyat dan bangsa Indonesia bisa semakin cerdas dan asli nasionalismenya. Rakyat dan bangsa yang cerdas dan asli nasionalisme, akan menghasilkan pemimpin dan wakil rakyat yang mendekati ideal. Rakyat cinta bangsa dan negara Indonesia, Wakil Rakyat juga cinta bangsa dan negara Indonesia, serta Pemimpinnya juga cinta bangsa dan negara Indonesia.

Pemahaman.  Di bawah adalah beberapa tips yang relevan dengan jaman sekarang dan mudah2an dapat membantu anda untuk berkontribusi dalam ikut membangun peradaban Indonesia ke depan yang lebih baik sejalan dengan tujuan didirikannya negara Indonesia.  Apapun itu nanti keputusan pilhan Anda !

(1) Cermati visi missi partainya, cermati visi missi calon itu. Lacak melalui internet apakah visi missi itu cerminan sungguh2 dari partai atau individu si calon, atau hanya hasil bualan dari konsultan yang dibayar (entah uang dari mana).  Visi missi yang baik, tidak selamanya (telah/akan) mencerminkan partai atau pribadi yang bersangkutan.

(2) Coba buka2 You Tube, carilah file berbagai kasus yang pernah dilakukan oleh (oknum) dari partai atau bukan situs DPR bagaimana perilaku anggota DPR dari fraksi/partai yang bersangkutan. Cari di situ DPR atau situs resmi milik lembaga yang terkait perundangan, bagaimana  komitmen partai tersebut dalam membela kepentingan negara, kepentingan bangsa dan kebutuhan rakyat Indonesia (bukan rakyat, bangsa dan negara lain ya! bukan pula membela dynasty-nya ya !).

(3) Coba cari info rujukan di sos-med (Facebook, atau apa saja)  terkait nama calon Wakil Rakyat yang bersangkutan.

Minimal anda mempunyai sedikit pemahaman tentang apa dan bagaimana partai dengan segala (+/-) kiprahnya, juga tentang caon Wakil Rakyat dan calon Pemimpin Negara ke depan.

Beberapa contoh baik dari pemimpin Indonesia ( contoh yang lainnya, silakan Anda cari sendiri)

SoekarnoSoekarno : kharismatik, populis, dandy, membuka cakrawala dunia dari new emerging force – Indonesia, membangun dasar komunitas negera-negara non-block melalui saluran olahraga sebagai jembatan persaudaraan (GANEFO),  memperkenalkan konsep pembangunan swadaya, swatantra, swadesi, swasembada, menggagas falsafah negara,  dsb.

 

 

soehartoSoeharto : kokoh, ditakuti, senyum penuh makna, melanjutkan gagasan Soekarno dalam wujud susun  geostrategy dalam roadmap pembangunan Indonesia (GBHN) dan  kulturisasi falsafah negara (P4) yang mudah diikuti oleh semua kalangan,  mengkonsolidasi kekuatan negara2 ASEAN.OKI dan OPEC untuk kemajuan bersama begara2 anggota, dsb.

 

 

presiden habibieHabibie : energik, antusias, penuh gagasan, membuktikan pada dunia kemampuan teknologi bangsa Indonesia,  mewujudkan gagasan Soekarno dan Soeharto dalam bentuk IPTN, PINDAD, PAL, INKA, dsb.

 

 

http://iborart.deviantart.com/art/Gus-Dur-334011320

Gus Dur  : Santai, Terbuka, Peace, mereduksi dampak rezim sebelumnya melalui dialog antar anak bangsa, istana rakyat, melakukan edukasi publik dalam meredakan ketegangan yang ada dengan seloroh yang terkenal “gitu saja kok repot”, dsb.

 

 

 

 

megawatiMegawati :  Serius, Politikus,  Kokoh, membuka kran lebih lebar terkait sumbatan politik aspirasi rakyat, mendorong percepatan desentralisasi dan otonomi daerah, terkenal dengan jargon “wong cilik”, dsb.

 

 

Presiden sbySoesilo ( SBY) : Serius, Perhitungan, Calm, membuktikan bahwa penguasa tidak berlaku semena-mena meski dikritik habis dan dicaci-maki, menginisiasi pemerintahan yang siap dan wajib dikoreksi oleh rakyat, membuka saluran pemeriksaan kepada birokrasi dan elit partai yang diindikasi melakukan pelanggaran hukum dan tindak pindana korupsi secara nyata, dsb.

Silakan cerna !

Hal-hal negatip tentulah Anda semua memiliki datanya, gambaran di atas mudah2an dapat untuk memberikan inspirasi positip dalam pemilihan dimanapun. Pilihlah Calon Presiden yang nyata2 memiliki komitmen untuk tidak korupsi, kroniisme nepotisme, mengurangi potensi disintegrasi program, mengembalikan negara dari kehilangan roadmap, dsb.  Adalah tugas kita semua untuk mengeliminir error pada birokrasi, elit politik, maupun berbagai penentu kebijakan negri, dari manusia berjenis Ori Imitation@KW4 Inside,  agar upaya memajukan negri Indonesia ke depan jau lebih baik, lebih berkeadilan, lebih bermartabat, tegaknya hukum, dsb.

Agama mengajarkan fastabikul khoirot ( let’s do it better and better  ), dan mengambil tagline dari Philiphs “Mari Jadikan Segalanya Lebih Baik”.

Saran Saja : Jangan panik, jangan marah2, pikir baik2. Cari hikmahnya. Sadari kekeliruan dimasa lalu. Jangan merendahkan diri kecuali dihadapan Allah. Jangan jadi kacung manusia lain, tapi jadilah hamba Allah. Tegak diri tapi tidak sombong. Rukunlah dalam bersaudara akan jauh lebih baik ketimbang “berbaik2″ dengan tetangga yang KEPO.  Pahamilah bahwa banyak saudara2 kita yang pandai2 dan bagus2. Syukurilah apa yang telah Allah hadirkan di keluarga kita : tanah yang subur, persaudaraan yang tulus, dsb. Jangan mudah tersinggung, kecuali jika terhadap orang yang suka menghina Utusan Tuhan.  Jika selama ini ada saudara kita yang terabaikan atau tersingkirkan (disengaja atau tidak), minta maaflah sebagaimana diperintahkan Allah. Meski berbeda sikap, bagaimana pun kita tetap saudara. Kebencian terhadap saudara itu teman iblis dan setan, dan akan mendatangkan murka Allah. Mohon keampunanNYA, mohon bimbinganNYA.  Berusahalah dengan sungguh2, tawakalllah - Do your best and let ALLAH DO THE REST.  Insya Allah.

Rawe2 rantas, malang2 putung, holobis kuntul baris, ayo mbangun deso, ayo mbangun negoro…………   rukun agawe santoso.

Marilah pada waktunya kita menuju TPS di masing-masing domisilinya,

untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden 2014-2019.

Begitu apa begitu ya ?

Ya Emangbegitu.

Scroll To Top