Sekilas Info
Home | Inspirasi | PRESIDEN ANEMIA 2014

PRESIDEN ANEMIA 2014

Seperti halnya Indonesia, tahun 2014, negri Anemia juga akan menyelenggarakan pemilihan Presiden ……………

Tradisi pemilihan langsung di negri Anemia, seringkali diawali dengan tebar pesona dan tebar ….. dollar. Jangan tanya uang itu darimana, sebab hanya dia dan Tuhan yang tahu (terlepas ia ber- iman atau nggak).

http://images.kontan.co.id/main/kartun_benny/252

http://images.kontan.co.id/main/kartun_benny/252

Setelah terpilih menjadi  pemenang election , tentu saja dengan berbagai cara, harus menjadi rezim penguasa, dan segera melakukan aksinya secara  cepat, cerdas dan kompak.

Program pertama adalah kuasai seluruh aliran dana keuangan negara, kemudian siapkan operasi reverse polarity,  yakni membalik “sirip baling2″ dari semula berfungsi sebagai exhausting menjadi vacuum tube huge capacity (penyedot dg kapasitas luar biasa), secara smart.

Dilanjutkan dengan program menambah kecepatan putarannya secara eksponensiil - exponential incremental speed, sambil membunyikan musik atau menari atau apa saja termasuk jika perlu dengan dibalut nuansa religi, dan………. yang penting membuat publik terlena. Semua harus dilakukan secara kompak – solid.

Tujuan penggunaan kepandaian/kemahiran/kepintaran secara cepat dan kompak adalah untuk  ”menelan” sebanyak2nya dollar disaat lingkungan masih euphoria. Jangan coba2 tanyakan mana janjimu ? sebab nggak bakalan dijawab, karena memang tujuannya adalah agar menghapus memory publik yang berisi  janji2 pada saat tebar pesona untuk menarik vote.

Jangan tanya pula dengan mau dibawa kemana ? juga tak akan dijawab, sebab tujuan pertamanya adalah “bumi hangus” semua legacy, baru bikin sesuatu. Meski kecil dan jelek bin wagas, akan dilabel dengan seolah akbar magnificient sehingga akan nampak sebagai punya prestasi besarrrrrr buanget ketimbang ….. tanah yang rata tentunya.

Konon, pemilu ini jumlah GOLPUT (Golongan Pemilih Usia Teenager) porsinya besar.

http://tafsirhadits2012.blogspot.com/2013/05/pancasila-sebagai-ideologi-nasional.html

http://tafsirhadits2012.blogspot.com/2013/05/pancasila-sebagai-ideologi-nasional.html

Negri Pancasila dg 4 Pilar NKRI. Semua di atas itu, adalah situasi di negri Anemia yang mirip negri Ketoprak Tak Beradab. Mudah2an rezim pemenang Pemilu 2014 di Indonesia dan pemilu-2 ke depan serta para elit politik tidak meniru perilaku2 tak bermoral di negri Anemia itu, yang tega mengkhianati rakyat dan seperti sengaja mengabaikan tujuan bernegara.

Mudah2an kabinet Indonesia ke depan akan benar2 zaken (dipenuhi para negarawan yang ahli di bidangnya dan tulus) mengabdikan rakhmat Allah untuk kemanfaatan bagi manusia lain, sebagaimana diajarkan oleh agama.

Bukankah Indonesia ( dan para elit politiknya) gemar mengedepankan Pancasila sebagai ideologi negara atau ada juga yang mengistilahkan dengan konsep 4 pilar NKRI, dan…………. negri ini diperjuangkan oleh para syuhada dengan pekik bernuasansa ASLI religi dan mengagungkan Allah, bukan oleh manusia abal2, dan …. bukankah Pancasila itu sila pertamanya Ketuhanan Yang Maha Esa ?.

Di Anemia, pernah terjadi kabinet seolah terdominasi oleh manusia yang mengaku2 sebagai negawaran, namun ternyata berperilaku semacam hyena, yang tega merampas hasil jerih payah orang lain serta hobinya bersuka-cita memakan bangkai dan tertawa2 serta cengar-cengir tanpa merasa bersalah.

Mudah2an rezim2 dan kabinet2 Indonesia ke depan dipenuhi oleh manusia2 yang beradab (bukan biadab), yang berperkemanusiaan (bukan dholim), yang menjaga persatuan (bukan “tukang adu domba”), yang mengedepankan musyawarah untuk mufakat (bukan yang hobinya berdebat kusir tanpa dalil). Bukankah semua itu adalah nilai2 Pancasila, suatu ideologi yang suka didengung2an oleh para elit?

Cepat Cerdas Kompak itu Boleh2 Saja.

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan cepat cerdas kompak,  apalagi ditambahkan dengan menggalakkan religiusitas warga. Semua itu modal bagus menuju tujuan yang bagus, insya Allah hasilnya bagus.

Yang membuat rusak tatanan adalah moral atau ahlak yang melakukannya. Egois, serakah, kejam, licik, tengik, munafik dan serupa itu merupakan moral/ahlak terburuk dari pengelola apa saja, tak terkecuali pengelola administrasi negara(birokrasi, sampai ke tingkat RT), pengelola amanat suara rakyat ( elit politik ), dan mereka yang menduduki posisi pemimpin (perusahaan BUMN, BUMD, Koperasi, dll).

Sayangnya masalah moral atau masalah ahlak di negri Anemia,  akhir2 ini seolah dibiarkan untuk diurus sendiri. Mau jadi penjarah uang negara ? monggo. Mau hedonis ? monggo.  Mau menjual agama ? monggo.  Dan sebagainya. Apakah kondisi di negri Anemia terkait membiarkan warganya untuk mengurus moral/ahlak sendiri ini ada hubungan atau tidak dengan tokoh musisi kondang dari negri Indonesia ? …………..  wallahu a’lam.

moralMoralitas TIDAK turun dari surga. Sebagian elit dari negri Anemia juga menggemari musisi Indonesia, seperti Iwan Fals.

Konon, dulu musisi ini dikenal kritis dan cerdas dalam menyampaikan gagasan. Namun, entah mengapa setelah figur yang seolah dibencinya terlengserkan, lagu2nya malah cenderung aneh untuk karakter seorang Iwan Fals.

Kebencian itu dilarang agama, seperti itu pula dengan mengkultuskan orang, karena orang (manusia)  itu bagian dari ciptaanNYA. Sehebat atau seindah apapun yang kita lihat, yang kita rasakan, maka pujilah DIA, pujilah Allah = ucapkan alhamdulillah. Bukan memujinya (si manusia itu), apalagi sampai mengkultuskannya.

Memuji selain Allah, selain akan menjerumuskan yang dipuji (si manusia itu), juga akan menjerumuskan diri sendiri.  Bagaimana hukumnya manusia yang berbuat musyrik seperti itu, Anda lebih paham dari saya.

Bayangkan ! kalau ciptaan Anda dikata-katain atau dirusak, apakah Anda akan diam saja. ?

Contoh : lagu Bongkar. lagu Bento dan berbagai lagu dijaman itu yang sangat meledak dan populer, namun sepertinya hampir semuanya merupakan ekspressi protes dan rasa tidak suka alias benci kepada sosok orang, bukan pada perilakunya. Melodi yang sangat bagus dan energik, saya pun suka menyanyikannya, dengan perubahan lirik.

Sementara beberapa waktu kemarin lalu, ada lagu berjudul Setengah Dewa yang liriknya justru berbalik 180 derajat, mengkultuskan orang, apalagi orang yg dikultuskan dalam lagu itu boleh jadi belum teruji. ( melodinya bagus dan sayapun suka menyanyikannya dengan perubahan lirik ).

Yang agama ajarkan adalah menyukai perbuatan/amalan baik (dari seseorang ) dan boleh meniru melakukan.  Kalau pun ia muslim, maka the ultimate reference (seseorang yang terpantas dan utama ) adalah Muhammad salallahu ‘alaihi wassalam. Muhammad saja hanya boleh disebut sebagi rasulullah, nabiyullah, bukan Setengah Dewa, bukan pula Dewa.

Ada satu baris yang mungkin sedang khilaf sehingga menuliskan lirik dengan susunan  - masalah moral”, masalah ahlak, biar kami urus sendiri” . – sungguh luarrr…………. biasa hebatnya ini penulis. Mengalahkan orang2 sekaliber para Pendiri Negara Indonesia, Boedi Oetomo, Muh Yamin, Soewardi Seorianingrat,  KH Hasyim Ash’ari, KH Ahmad Dahlan, dsb atau juga Mahatma Gandhi atau Nelson Mandela, yang memandang moral dan ahlak itu perlu diperhatikan penguasa. Mereka paham bahwa moralitas TIDAK turun dari surga.

Silakan cerna sendiri

Anemia Maju Selangkah . Memang tidak semuanya begitu, banyak hal positip di negri Anemia, dibanding masa sebelum era transformasi.

Beruntung sekali, dinegri Anemia sudah tercipta system dan suasana yang kondusip untuk mencegah proses pembangkrutan negara oleh gerombolan manusia berjenis Ori Imitation @KW4 Inside. Sebab, rakyat dapat memantau dan menuntut transparansi administratur negara,  serta telah adanya lembaga superbody yang berperan sebagai Komite Pemberantasan Penjarah Uang Negara.

electionMeski juga belum semuanya, namun beberapa birokrat dan kroninya yang tertangkap sebagai Penjarah Uang Negara,   mulai dapat dipaksa untuk memuntahkan kembali dollar yang telah ditelan. Sayang “perutnya masih buncit”.   Sebagian penduduk Anemia yang geram menginginkan ganjaran yang setimpal bagi para Penjarah Uang Negara sebagaimana di negri Cina,  dengan cara disuntik mati atau di DOR seperti halnya pelaku kriminal subversip – teroris.

Setara Teroris. Jika teroris itu menghadirkan ketakutan luar biasa (teror) atau mengambil hak “rasa aman” publik, mengganggu tugas negara dalam melayani publik, hukum telah ditegakan dengan memperlakukan para tersangka teroris dengan cara di dor-dor-dor dan DOR.  Entah bagaimana cara menentukan atau proses tersangka menjadi terpidana.  Apakah sama dengan cara menangani gembong obat bius dan serupa itu yg juga punya milisi ? Andalah yang paling paham.

Teroris mungkin kejam, namun koruptor juga kejam.  Kekejaman yang dilakukan tidak di”pamerkan” saat beraksi (nyolong duit negara, bikin aliran uang negara membelok, dsb), korban pun tidak langsung nampak terkapar, kecuali secara lambat laun negara semakin bangkrut, inflasi nggak jelas iramanya.  Kekejaman koruptor lain adalah menterlantarkan tugas memakmurkan rakyat dan memamerkan hasil jarahan/curian uang negara tak kenal lingkungan.

“Namun “sekejam” apapun perilaku para koruptor dalam mengkhianati amanat dan uang negara, uang rakyat, cara menghukumnya sebaiknya bukan dilandasi karena kebencian pada si pelaku (membenci orang yang melakukannya). Pengenaan hukuman dilakukan, lebih kepada penegakan hukum dan memberikan edukasi publik untuk tidak melakukan itu, dengan bukti konkrit, bukan sekedar orasi.

Anemia Potensi Kembali Berjaya. Masyarakat di Anemia yang original baik2 dan original cinta negri serta original religinya, dan kelompok ini menghargai langkah2 yang dilakukan Komite Pemberantasan Penjarah Uang Negara, (mereka), berharap dan mendorong agar hakim pemutus perkara bisa memahami suara rakyat Anemia. Bukankah dalam memutuskan perkara selalu mengatasnamakan Tuhan ?  Suatu ketika hakim juga akan pensiun menjadi rakyat biasa dan mati untuk berhadapan dengan pengadilan Tuhan.

1947251-spanduk-raksasa-di-kpk-620X310Konon, menurut pengamatan sekilas, kaum penjarah uang negara yang tertangkap itu justru berasal dari geng atau kelompok yang dulunya paling getol menyuarakan Anti Penjarahan Uang Negara, Anti Pemerintahan ala Dynasty, Anti Organisasi ala Gengster. Bersyukur, sebagian dari kelompok ini mulai ada yang sadar kekeliruannya. Entah itu benar2 sadar atau sekedar pencitraan – wallahu a’lam.

Keberhasilan Komite Pemberantasan Penjarah Uang Negara menjerat para Penjarah Uang Negara,  sebagai hasil dari hasil kerja bareng dan dukungan rakyat Anemia serta berbagai pihak seperti Lembaga Sebening Kaca yang memantau dan bersuara terkait transparansi birokrasi dan penyelenggaraan administrasi negara; Lembaga yang tak kalah berperan antara lain adalah Watch for Anemia’s Robber  ( WAR ) yang memantau perilaku yang mengindikasikan adanya Penjarahan Uang Negara;  Lembaga lain yang juga berperan penting adalah Lembaga Pelacakan Track Record Lalu Lintas Keuangan yang Aneh2, yang bekerja demi dan untuk pengamanan uang negara ( disebut Lembaga Pemantau Transaksi Finansial ); dan  para elit pencinta negri sejati.

Anemia Maju Dua LangkahHal yang signifikan positip di negri Anemia dalam memajukan negrinya , dibanding sebelum era transformasi, adalah adanya Lembaga Tinggi  Konstitusi. Lembaga ini memiliki tugas terkait upaya untuk mengawasi dan menjaga agar tidak ada perampasan hak konstitusi oleh penguasa. Bagi Rakyat Anemia, adanya lembaga tinggi ini memberikan kepastian tetap terjaganya kebebasan berpendapat, bebas dari rasa ketakutan dan terhindar dari perilaku intimidatip rezim penguasa. Suatu kemajuan luar biasa di negri modern.

Jika Anemia berhasil melewati tahapan pendewasaan para elit, penguasa, dan seluruh elemen bangsa, bukan mustahil Anemia akan kembali menjadi negri rujukan dunia, disegani negara2 di kawasan regionalnya maupun secara global.

Hal yang perlu dijaga adalah jangan sampai lembaga ini justru digunakan oleh pihak luar untuk membingungkan semua pelaku di negri Anemia sehingga kehilangan tujuan membangun dan menyelenggarakan negara. Kehilangan roadmap.  Lembaga ini dapat diminta untuk mengembalikan konsep integrasi program negara sebagaimana pernah ada di negri Indonesia yang disebut dengan GBHN ( Garis Besar Haluan Negara ) dan Repelita ( Rencana Pembangunan Lima Tahunan ). Sehingga semua pelaku penyelenggaran dari Presiden sampai Lurah punya partitur yang sama. Bahkan Rakyat juga mengetahui kemana negara ini mau dibawa.

Dengan suasana yang kondusif tanpa ada ketakutan munculnya diktaktor dan tindak sewenang2 oleh penguasa terhadap rakyat yang berbeda pendapat,  maka lembaga tinggi ini dapat menjadi booster untuk mempercepat kemajuan bangsa, kemakmuran negri dan kesejahteraan seluruh rakyat Anemia.  Mudah2an ya !!!! amin.

Negri Tanpa Roadmap. Perjalanan negri Anemia seolah tanpa tujuan.  Penyebutan sebagai serasa berada dalam penerbangan autopilot, tidak terlalu pas untuk negri Anemia.  Auto pilot itu dimungkinkan jika systemnya sudah fly by wire, terintegrasi dan sistem control dan sistem monitor yang canggih dengan mutu mesin yang ultimate. Amerika dan Inggris adalah beberapa negara yang layak memiliki fasilitas autopilot. Itupun kita tak tahu apa perlu atau tidak. Sang pilot sesekali boleh menyerahkan kendali ke sistem fly by wire-nya.

Bemo Raksaksa. Bemo adalah kendaraan umum roda tiga, bentuknya mirip bajaj dengan kapasitas lebih banyak.  Anemia jelas bukan negri yang layak memiliki fasilitas auto pilot. Sebab, negri Anemia hanya memiliki mesin yang setara dengan bajaj raksaksa yg sedang melaju di kegelapan.  Sopir pusing 7 keliling mau dikemanakan arah bajaj ini, karena tidak ada order tujuan yang jelas namun seolah terpaksa memimpin seraya diminta untuk berbuat yang terbaik.

Nah …., ketika bajaj raksaksa itu menyentuh lobang jalanan, semua penumpangnya semua pada oreg terguncang dan sebagian besar berteriak2, ada juga yang memaki2. Perjalanan yang tak punya kejelasan tujuan pun harus berjalan terus.  Kendaraan jenis bajaj, kalau mau belok tak ada yang tau, serta seringkali tidak peduli dengan kenyamanan dan keselamatan penumpangnya.

Bayangkan suatu negri ( negri Anemia) yang sebagian elitnya merasa hebat, menggagas ide baru penyelenggaraan negara tanpa roadmap (di Indonesia sempat ada, namanya GBHN). Membiarkan kultur mayoritas penduduknya bertumbuh untuk suka mencaci maki para pendahulu (orangtua sendiri). Menyuburkan hobinya (dan hobi sekelompok penduduk) untuk ndengerin bisikan busuk tetangga (jauh dan dekat). Memperkokoh keengganan untuk memelihara warisan terbaik, namun (entah sadar, entak tidak) menjual warisan pendahulu (wajar saja jika aset strategis pun nggak disadari kejual juga). Sangat kondusif untuk malas berhikmah tapi rajin memaki dan mengumbar benci (wajar saja jika sejarah mau dibelokan pun nggak paham), dsb.  Aparat dari manusia berjenis wani piro pun memanfaatkan kondisi itu bersama intruder, untuk menggasak uang negara, melenakan penduduk, dsb.  Mirip kondisi Ketoprak Tak Beradab yang dipanggungkan dalam Bemo Raksaksa.

Silakan cerna sendiri untuk negri anda !!!!

bajaj Awak Pesawat & Penumpang. Penumpangnya bajaj raksaksa, didominasi oleh kaum protestor yang rewel bin bawel dengan perilakunya  ”selevel anak2 TK”.  Air crew-nya terkadang mabok atau ngantuk – sampai ditegur pilot. Ground crew-nya didominasi oleh manusia yang berorientasi “wani piro” berkedok cinta negri atau terkadang berbalut nuansa religi.

Wajar jika dalan situasi seperti suasana dalam bajaj raksaksa tersebut, penumpang ( penduduk atau rakyat Anemia ) yang original baik-baik, yang original cinta negri dan original penuh nuansa religi, seolah hilang tertelan kesemrawutan penumpang urakan, kegaduhan dan keonaran penumpang rewel bin bawel serta air crew yang mabok.

Tidak heran juga jika oleh kaum “wani piro”, penumpang baik2, cinta negri dan paham religi, amat sangat dipandang sebagai sebagai penumpang pasif, tidak kooperatip, dsb….. dalam kemauan Menjarah Uang Negara sebagaimana niat awal meraih jabatan/kekuasaan.

Kaum “wani piro” mustahil memikirkan bangsa, memikirkan rakyat, memikirkan negri, yang ada hanyalah kepentingannya (ego) yang serakah.

Sementara penumpang itu ( warga Anemia yang original seperti itu), terus melakukan tugasnya secara sepi ing pamrih rame ing gawe, sambil sesekali bersemedi dan berdoa melihat perilaku para awak pesawat dan sebagian besar penumpangnya yang seperti OKB mabok bagai habis neggak spiritus satu botol 660 cc atau menenggak cukrik.  Bagi yang benar2 paham agama, bukan pahamnya Ori Imitation @KW4 Inside, penduduk/rakyat jenis ini, meski  muak dan geram melihat semua itu. Sebagai informasi, kaum yang original baik2 ini,  bukanlah jenis mahluk yang suka bertindak anarki atau melakukan street justice.

Presiden Anda. Jika anda menjadi warga negara Anemia, yang mencintai negri Anemia, yang menginginkan negri Anemia maju dan bermartabat, dsb. Apakah Anda membiarkannya terus begini ?

  • Pilihlah calon Presiden Anemia yang Original Cinta Negri dan Original Ber-Religi, bukan manusia abal2 atau boneka/antek asing yang meragukan ketulusan cintanya pada negri, bangsa dan rakyat Anemia. Jika Anda keliru memilih, bersiaplah akan banyak aset negri Anemia berpindah dan menjadikan Anemia sebagai bancakan negri2 lain.
  • Jangan pula memilih calon Presiden yang seolah original cinta negri padahal jiwanya penjarah uang negri, berlagak seolah penuh religi padahal  religinya KW4 sejati. Jika Anda keliru memilih, maka bersiaplah dengan Fir’aun2 baru yang membangun kejayaan dirinya, bukan negrinya, bukan pula kemakmuran rakyatnya, semua sistem adalah dirinya.  Mustahil negara bangsa dan rakyat akan diindahkan, karena manusia seperti ini merasa dirinya sebagai “tuhan”.
  • Hindari memilih  yang pernah bohong atau tipu, seperti halnya dengan nyolong atau kejahatan lainnya terhadap negara bangsa dan rakyat Anema, disana pun ada success syndrome.  Jika seseorang berhasil bohong, berhasil menipu, berhasil nyolong, dsb, maka ada dorongan untuk berbuat serupa itu amat besar,  untuk mengulangi “kesuksesan” itu.  Jika Anda keliru memilih, maka kebangkurutan negara sudah diambang pintu, apalagi rakyat jelata.

Siapkah Anemia dengan Stock Calon Presiden 2014 dan bersiaplah seluruh Rakyat Anemia untuk memilihnya agar mendapatkan pemimpin yang lebih baik lagi ?  Silakah belajar dari Indonesia.

Beberapa contoh baik dari pemimpin Indonesia ( contoh yang lainnya, silakan Anda cari sendiri)

SoekarnoSoekarno : kharismatik, populis, dandy, membuka cakrawala dunia dari new emerging force – Indonesia, membangun dasar komunitas negera-negara non-block melalui saluran olahraga sebagai jembatan persaudaraan (GANEFO),  memperkenalkan konsep pembangunan swadaya, swatantra, swadesi, swasembada, menggagas falsafah negara,  dsb.

.

.

soehartoSoeharto : kokoh, ditakuti, senyum penuh makna, melanjutkan gagasan Soekarno dalam wujud susun  geostrategy dalam roadmap pembangunan Indonesia (GBHN) dan  kulturisasi falsafah negara (P4) yang mudah diikuti oleh semua kalangan,  mengkonsolidasi kekuatan negara2 ASEAN.OKI dan OPEC untuk kemajuan bersama negara2 anggota, dsb.

.

.

.

presiden habibieHabibie : energik, antusias, penuh gagasan, membuktikan pada dunia kemampuan teknologi bangsa Indonesia,  mewujudkan gagasan Soekarno dan Soeharto dalam bentuk IPTN, PINDAD, PAL, INKA, dsb.

.

.

http://iborart.deviantart.com/art/Gus-Dur-334011320

http://iborart.deviantart.com/art/Gus-Dur-334011320

Gus Dur  : Santai, Terbuka, Peace, mereduksi dampak rezim2 sebelumnya melalui dialog antar anak bangsa, istana rakyat, melakukan edukasi publik dalam meredakan ketegangan yang ada dengan seloroh yang terkenal “gitu saja kok repot”, dsb.

.

.

.

.

.

.

megawatiMegawati :  Serius, Politikus,  Kokoh, membuka kran lebih lebar terkait sumbatan politik aspirasi rakyat, mendorong percepatan desentralisasi dan otonomi daerah, terkenal dengan jargon “wong cilik”, dsb.

.

.

Presiden sbySoesilo ( SBY) : Serius, Perhitungan, Calm, membuktikan bahwa penguasa tidak berlaku semena-mena meski dikritik habis dan dicaci-maki, menginisiasi pemerintahan yang siap dan wajib dikoreksi oleh rakyat, membuka saluran pemeriksaan kepada birokrasi dan elit partai yang diindikasi melakukan pelanggaran hukum dan tindak pindana korupsi secara nyata, dsb.

Silakan cerna !

Hal-hal negatip tentulah Anda semua memiliki datanya, gambaran di atas mudah2an dapat untuk memberikan inspirasi positip dalam pemilihan dimanapun. Pilihlah Calon Presiden yang nyata2 memiliki komitmen untuk tidak korupsi, berkomitmen untuk tidak melakukan kroniisme nepotisme, bertekad secara sistematik untuk mengurangi potensi disintegrasi program, memiliki kepahaman untuk mengembalikan negara dari kehilangan roadmap, dsb.

Adalah tugas kita semua untuk mengeliminir error pada birokrasi, elit politik, maupun berbagai penentu kebijakan negri, dari manusia berjenis Ori Imitation@KW4 Inside,  agar upaya memajukan negri Indonesia ke depan jauh lebih baik, lebih berkeadilan, lebih bermartabat, tegaknya hukum, dsb.

Agama mengajarkan fastabikul khoirot ( let’s do it better and better  ), dan mengambil tagline dari Philiphs “Mari Jadikan Segalanya Lebih Baik”.

Ya Emangbegitu.

Scroll To Top