Sekilas Info
Home | Inspirasi | Gaya Hidup | PRESIDEN KITA ALMARHUM

PRESIDEN KITA ALMARHUM

Siapapun dia, Presiden kita adalah manusia biasa yang secara takdir dari qadarnya, dalam kondisi kemasyarakatan yang ada di jamannya dan ikhtiyarnya telah ditetapkan Allah sebagai Presiden.

Pada Februari 2016, perjalanan Java Overland kali ini, diniyatkan ada bagian tripp untuk berziarah ke makam 3 Presiden Republik Indonesia yang sudah meninggal dunia : Bung Karno, pak Harto dan Gus Dur.

Masing2 memiliki kekurangan disamping kelebihan2nya.

Berziarah ke makam almarhum itu bisa menjurus pada tindakan Syirik,  Kultus, atau untuk Berhikmah atau Respectful .

Semua itu bergantung cara memandang. pola pilir dan …. niyatnya . Wallohu a’lam.

Ziarah Kubur. Mengkultuskannya itu amat sangat dilarang, itu perbuatan musyrik.

Makam Bung KarnoBegitu pun sebaliknya, membenci sebenci-bencinya, juga dilarang. Karena semua itu mahluk Allah. Karya Anda dimaki-maki, dihujat2, maka minimal hati kecil Anda akan marah ! itu kewajaran alam – sunnatulloh.

SO ? Kalau pun diantara beliau2 yang sudah meninggal dunia itu ada “perasaan” atau dari berbagai perilakunya di jaman beliau berkuasa, kita pandang ada yang buruk  atau memberikan pengalaman buruk sekalipun, tidak selayaknya  memaki-makinya.

Karena tak ada gunanya, bahkan kalau pun sangkaan itu benar adanya, sebagian dosa dari almarhum (kelak) akan dibebankan kepada yang memaki-makinya. Mau ???

Bagaimana kalau sangkaan itu tidak benar ?

Ngalap Berkah. Ziarah ini bukan untuk “ngalap berkah”, karena berkah/barokah yang sejati itu hanya dari Allah subhanahu wa ta’ala. Bukan dari kuburan (siapapun dia).

makam pak Harto 2Lalu ngapain juga ziarah ke makam beliau2 ? Bawa duit satu truk ? Bawa emas satu kwintal ? Bawa ribuan bendera parpol ?

Semua tidak ada gunanya dan tidak dibutuhkan oleh beliau2 yg sudah marhum.  Tidak ada kegiatan apapun yg bisa dilakukan, kecuali berdoa, memohonkan keampunan dan kasih sayang Allah.

Mengapa perlu seperti itu ? Ya karena beliau2 pernah memimpin negri kita. Bukankah sebagian rakyat ada yg tidak suka ?

Ya ! Itu wajar saja, justru itu menunjukan jati manusianya, dari si pemimpin maupun rakyatnya. Pada kedua peran itu, ada minus disamping plus

Kenapa gak ngumpat2 saja ? Gak ada gunanya !  malah sebagian dosanya kelak akan dipindah ke si pengumpat (mau ?).

Respectful. Sebagai manusia beragama, maka Islam mengajarkan untuk mendoakan memohon keampunan dan kasih sayang Allah pada yg sudah marhum.

Makam Gus DurMudah2 dapat menjadikan tambahan nilai untuk kebaikan2 semasa hidupnya, dan faktor pengurang segala kesalahan dan dosanya.

Kenapa tidak melakukan hal itu untuk kedua orangtua saja ?

Anda benar !!!
Sebagai orang beragama, Islam mengajarkan semua anak untuk sering2 mendoakan hal itu untuk kedua orangtua sejak masa hidupnya sampai sudah berpulang. (Moga2 pd paham dan sudah menjalaninya).

Jika masih ada ruang sisa dihati kita, kenapa tidak melakukan hal itu (sesekali boleh sering juga boleh) untuk semua yg pernah berjasa dalam kehidupan kita masing2.

Kenapa musti ke makannya ? Tidak harus, dari manapun Anda berdoa, Allah Maha Kuasa dan Maha Mengetahui.

Kalau ada sisa ruang di hati kita,
Kalau ada sisa uang di kantung kita,
Kalau ada sisa kuat di raga kita,
Kalau ada kemauan di setiap kesempatan kita,
ya sesekali tak dilarang.

Yg dilarang itu mengkultuskannya, meminta berkah dari kuburnya, dan serupa itu.

Begitu apa begitu ya ?

Ya Emangbegitu

Scroll To Top