Sekilas Info
Home | Inspirasi | Gaya Hidup | REKLAMASI & REVITALISASI

REKLAMASI & REVITALISASI

Lagi2 kyai Mursyid ditanya sama anak muda terkait dengan isu hangat yang bikin bingung anak muda : reklamasi dan revitalisasi. 

Bingungnya antara lain kenapa program bagus kok banyak yang nggak suka ? apakah rakyat kita memang susah diajak maju ? Begitu kegelisahan anak muda.

Sebagian berasal dari anak muda yang punya idealism bagus bersendikan nilai Pancasila, sebagian entah apa yang mendasarinya namun terkesan ada “uang dibalik saku”, dan sesekali menampakkan sebagai sok idealis membabibuta.

PLATFORM

Anak Muda (AM) : bagaimana pendapat pak kyai ?

Bingung 2Kyai Mursyid (KM) : Pertama, kita harus melihatnya obyektip dengan dasar nilai2 idiologi Pancasila dan UUD 1945 serta amanat para pejuang kemerderkaan yang memperjuangkan kemerdekaan negri ini.  Setuju nggak ?

Kedua, kita bertekad ingin memajukan negri ini dengan fokus peningkatan kesejahteraan rakyat, sebagaimana amanat pendiri negri ini.

Setuju ?

Ketiga, kita tidak alergi untuk benchmark ke negri lain yang boleh jadi sudah lebih maju dari negri kita.

Tidak ada kebencian atau sebaliknya pengkultusan atas sosok maupun pikirannya.

Setuju ?

AM : setuju pak kyai.

KM : Kita mulai dengan yang saya tahu tentang makna reklamasi dan revitalisasi.  Kalian boleh buka sendiri di situs apapun.

http://bernavidafenny.blogspot.co.id/2015/10/reklamasi-pantai-makalah.html

http://bernavidafenny.blogspot.co.id/2015/10/reklamasi-pantai-makalah.html

Reklamasi itu bisa berarti bantahan atau sanggahan (dengan nada keras). Bisa juga usaha memperluas tanah (pertanian) dengan memanfaatkan daerah yang semula tidak berguna (misalnya dengan cara menguruk daerah rawa-rawa). Bisa juga langsung berarti upaya  pengurukan (tanah).

Revitalisasi itu lebih kepada upaya menghidupkan kembali sesuatu yang terlantar/diterlantarkan. Biasanya terkait dengan hal2 yang bersifat social budaya, seperti nilai2 Pancasila yang akan kita bahas ini.

Akhir2 ini berkembang pemaknaan terhadap situs atau kawasan, seperti pasar tradisional, pelabuhan jaman dulu dsb.

AM : berarti semuanya bagus kan pak Kyai ?

KM : Ya bagus, Islam mengajarkan untuk senantiasa menuju hal-hal yang lebih baik – bahasa pesantrennya fastabkul khoirot, bahasa dari pabik Philip “Mari Jadikan Semuanya Lebih Baik”.  Sepanjang untuk kebaikan, maka semua upaya manusia itu bagus2 saja .

Paham ? Atau masih ada masalah ?

AM : Masih bingung dengan perilaku para tokoh pak Kyai …. Ehem

OKNUM YANG MEMBINGUNGKAN

Beberapa oknum memiliki perilaku yang sering membingunkan generasi muda. Sebagian generasi muda sampai ada yang keliru menyimpulkan tentang sumber perilaku membingungkan dan malah mengkaitkan dengan usia seseorang.

PekokAM :  Tapi …. Kenapa ada yang mempermasalahkan upaya reklamasi dan revitalisasi. Bingung saya pak Kyai ? Apa generasi pendahulu hobinya bikin bingung ya Pak ?

KM : Nggak boleh seperti itu. Kalau kamu ngomong seperti itu, kesannya kalian seperti orang gak sekolah, orang nggak punya budaya, nggak paham ilmu kehidupan. Lagi pula tidak semua generasi pendahulu seperti itu. Apakah bapak-ibumu seperti itu ?

Setahu saya, orang2 yang suka bikin bingung itu biasanya sedang atau akan menabrak aturan, atau akan dan sedang menghalang-halangi perjalanan suatu proses yang tidak disukai atau yang jelas2 keliru tapi tertap saja  dilakukan oleh penguasa.

Perilaku seperti ini bisa merupakan perilaku umum, rakyat dan termasuk kita2.

Atau adanya kesalahan fatal atau ada agenda terselubung tapi nyaris ketahuan atau potensi gagal. Yang ini biasanya merupakan perilaku penguasa.

Ilustrasinya mirip kamu berkendara di belakang bajaj. Sering kamu dibuat bingung, sign kekiri eh …. beloknya kekanan. Tidak ada sign apa2, tiba2 belok saja atau berhenti.

AM : Jadi ini perilaku membingunkan itu bukan soal usia generasi pak Kayi ?

KM : Kalian benar ! Perilaku itu dasarnya akhlaq, moral, menthal. Tidak ada hubungannya dengan usia.

INDUSTRIALISASI MEMBANGUN INDONESIA

Sebagian orang menggeneralisir konsep gen XYZ sehingga ketika di berada dalam peran yang seharusnya paham dan menjalankannya, malah digunakan untuk men-destruct lingungan internal, khususnya dari kalangan gen X. Bukan menjadikan ilmu itu untuk membangun kreativitas dan inovasi produk serta pelayanan yang berkesinambungan dan berbasis realita market yang ada dengan teknologi yang digunakan.

gen xyzAM : Bagimana dengan generasi XYZ ?

KM : Itu terminology yang bagus dan diciptakan untuk para industrialis agar kreativitas perusahaannya selalu meet dengan market.

Kalau kalian jadi karyawan di perusahaan, wajib paham itu !!! Bukan untuk diperdebatkan, tapi untuk membangun variant produk.

Perusahaan itu menghasilkan produk untuk gen X, ada produk untuk gen Y dan ada upaya kreatip untuk menciptakan produk inovatip bagi gen Z.

Bahkan perusahaan yang sekarang mengkhusunkan untuk gen Z, beberapa saat kemudian dia sudah menjadi perusahaan untuk gen Y dan gen Z, dan kemudian dengan berjalannya waktu, perusahaan itu menjadi perusahaan untuk gen Z,Y dan X.

Sesimpel itu.

Hanya karena yang ngomong itu pakai bahasa sono, maka oleh sebagian kita yang minder wardeg van keren, diterima secara over. Melebihi kitab suci.

Kalau ada diantara kalian yang bekerja di perusahaan berbasis teknologi,  tapi kalian glagepan ketika ditanya apa usulmu untuk kemajuan dan sustaibailitas perusahaan ini dan tidak tahu harus berbuat apa dengan konsep gen XYZ. Maka kamu harus kawatir dengan perilakumu

Biasanya situasi itu sumbernya adalah  pikirannya keliru dengan memandang rendah gen X,

Itu koplak namanya, mungkin juga pekok ! jangan secara hantem kromo men-destruct gen X-nya.

InovativTapi kalau kalian punya usulan kreatip dan inovatip untuk produk gen Z, ada usulan kreatip untuk produk gen Y dan malah amat peduli dengan upaya sustainable dalam hal service bagi existing customer dari gen X,  itu baru hebat.

Kalian potensiil menjadi  karyawan yang amat produktip, kreatip dan bermanfaat bagi perusahaan.

Simpel tapi bermanfaat nyata !!!

INDONESIA YA INDONESIA

Ada sebagian generasi yang tersihir dengan kemajuan negri lain dan ogah memakai jati asli negri Indonesia.  Pengin segera seperti Singapur, Hongkong, Dubai, dan berbagai negri yang kemajuan pembangunan kawannya terkesan hebat namun entah pula rakyat aslinya menikmati atau tidak .

AM : pak Kyai nyindir nih ? Kapan sampai pada reklamasi dan revitalisasinya nih !!

Pekok 2KM : Bukan nyindir !!! Pola pikir dan keja seperti itu terjadi di jaman kapan pun.  Ada yang asli bener, ada yang ogah menjabarkan amanat pendiri negri, malah bertindak  secara pekok dan koplak.

AM : Maksudnya ?

KM : Saat perjuangan kemerdekaan misalnya.

Meski usianya muda tapi ada yang pikirannya koplak dan tidak mau berjuang menyongsong dan merebut hak azasi untuk Indonesia merdeka, ya itu anak muda termasuk golongan pekok.

Sementara itu, ada generasi yang bener, terlepas usianya berapa. Mereka terpanggil untuk menjalankan tugas kreatip mikir konsep nilai religious, nilai kebhinekaan dalam kemasyarakatan, nilai persatuan, nilai kemanusia, dst. Ada juga yang serius mengatur strategi perang gerilya dan perang frontal merebut kemerdekaan.

Ada juga yang kreatip membayangkan bagaimana konsep negri ini bagi kemakmuran rakyat pribumi, dst.

Negri NKRI berdasar Pancasila dan UUD 1945 itulah wujud produk dasarnya.

Tugas berikutnya adalah mewujudkan cita2 dan idelaisme para pendiri negri ini. Dan itu tugas semua generasi sesuai dengan perannya, tugas gen XYZ

AM : itu kan jaman dulu pak Kyai ?

KM : Kan sudah dikatakan, itu berlangsung bukan jaman dulu atau sekarang saja, tapi sejak jaman dulu sampai kapan pun.

Burgelijk WetboekAhli teknik industry, ahli perdagangan dan ahli hukum,  senantiasa menemukan konsep yang actual di tiap jaman. Begitu pun tukang2 insinyur lainnya.

Tentu peristilahannya juga disesuaikan, agar punya nilai jual untuk segera dimengerti oleh publik.

Ini terkait moral,  menthal,  akhlaq  dari pelakunya.

Begitu pun perilaku membingungkan.

Hal-hal baik itu bagi kita di Indonesia itu sudah jelas kok.

Kalau ada orang Indonesia dan  berkegiatan TIDAK/BUKAN di Indonesia dan nggak juga suka dengan Pancasila, UUD 1945 dan amanat pendiri negri Indonesia, ya boleh2 saja.

WONDER OF INDONESIA.

AM : Reklamasi bagaimana ?

batavia vocKM : Ngurug lautan seperti pembuatan Palm island di Dubai, atau Sentosa island di Singapur ya silakan.  Itu bagus2 saja.

Misal ada impian untuk membuat semacam “wonder” di Indonesia.  Itu bagus2 saja.

Bukankah ketika VoC membangun Batavia juga seperti itu.

Kala itu, waktu sebelum reklamasi itu, di sepanjang pantai itu sedikit ada manusia yang beraktivitas terkait laut dan pantai, termasuk menggantungkan nafkahnya.

Tapi ketika sudah banyak rakyat menggantungkan aktivitas dan nafkahnya di sana, maka itu tugas pemimpin untuk memikirkan kesejahteraan mereka. Bukan sekedar menggusur layaknya menggusur onggokan sampah.

Jadi, impian melakukan pembangunan “wonder” seperti itu sah-sah saja, terutama jika dilakukan di lokasi yang tidak mengganngu penduduk dan nafkahnya serta meningkatkan kesejahteraan rakyat asli.

Jika yang dilakukan malah sebaliknya, ya itu namanya penggusuran penduduk asli untuk membangun tempat bagi kaum yang lainnya.

pancasila 2Itu bertentangan dengan amanat pendiri negri ini.

Buatlah di lokasi yang minim atau sedikit mengganggu lingkungan, tetap melestarikan peri kehidupan rakyat asli yang ada disana.

Atau ………….   lakukan perubahan desain agar rakyat setempat dan peri kehidupannya tidak ikut tergusur, misal dilakukan revitalisasi fisik bangunannya, revitalisasi sarana dan prasarana kemasyarakatannya, dsb.

Apa gunanya sekolah kalau bisanya main kasar dan memandang orang yang tidak setuuju secara keras/memaksa sebagai anarki ?  Itu sama saja, cuma beda peran.

Sekali lagi, bukan digusur karena mau dipakai untuk keperluan yang lain TANPA mengindahkan rakyat yang sudah bergenerasi mendiaminya, beraktivitas dan bernafkah disana.

Pembangunan di Indonesia yang SUDAH merdeka ini perlu memperhatikan nilai2 yang ada dalam sila ke-5, yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Kata “rakyat” ,  jangan ditafsirkan dengan pemahaman saat ini.

Simaklah sejarahnya, atau pelajari bagaimana kolonialisme itu begitu rupa. Bisa kalian simak di Burgelijk Wetboek – BW dan mungkin bermanfaat juga memahami apa yg ada di Wvk – Wetboek van Koophandel.

Rakyat itu penduduk asli, bukan kaum pendatang dari Eropah maupun Timur Asing ( Cina, Arab, India ). Para ahli hukum tentu lebih hebat lagi menjelaskannya.

Pelajari lagi naskah Pembukaan UUD 1945.

Begitu bro !!!

BUKAN KEBENCIAN & KULTUS : JASMERAH

Sebagian orang memandang bahwa tidak setuju atas seuatu berarti benci, anehnya di sisi lain (yang menuduh itu) justru membela membabibuta pihak lain dan cenderung mengkultuskannya.

Ini fenomena kehidupan di beberapa generasi pasca kemerdekaan Indonesia atau ada perilaku asli bagian bangsa yang memiliki bibit seperti itu.

Secreet admierAM : Maksudnya ?

KM : Kita setuju dengan memajukan bangunan2 sampai ingin membuat “wonder” sebagaimana Dubai, Singapur atau Hongkong.  Asal tujuannya seperti yang dimaksud oleh pendiri negara dan pesan bung Karno “Jasmerah, serta waspadai nekolim”.

Semua itu kan ada unsur uang negara, regulasi, kebijakan dan dibangun di Republik Indonesia.

Jangan sampai pembuat regulasi dan kebijakan melupakan bahwa dia itu bertugas untuk dan atasnama negara dan rakyat Indonesia, bukan yang lain.

Kasus OTT oleh KPK  terhadap oknum di lembaga regulasi memberikan sinyal keprihatinan sekaligus warning adanya error dalam pemahaman para pengemban amanat ralyat dan amanat dari para pejuang dan pendiri negri INDONESIA.

AM : Apakah berarti ada tuduhan adanya error serupa ada di oknum2 pembuat kebijakan  ?.

KM : Ya itu tugas penegak hukum, KPK, untuk menelisiknya.

Namun bukan sekedar ada atau tidaknya niyat jahat.

Semua penggunaan aset dan uang negara Republik Indonesia, wajib kembalikan ke nilai2 dasar : Pancasila, UUD 1945 dan cita2 Proklamasi, serta pesan bung Karno “Jasmerah” terkait nekolim.

Logika rakyat atas pengelolaan negara, masih  banyak yang waras. Tidak dibutakan oleh semisal proyek aseek, asal ada honor sikat bleh.

KOPLAK dan PEKOK : SUMBER KEBINGUNGAN DIRI

http://beta.diylol.com/posts/655309-jadi-kamu-membentak-orang-tuamu-bagus-sepertinya-kita-punya-malin-kundang-di-era-modern

http://beta.diylol.com/posts/655309-jadi-kamu-membentak-orang-tuamu-bagus-sepertinya-kita-punya-malin-kundang-di-era-modern

AM : Sekarang ada kesan, orang yang tidak setuju akan di cap SARA. Bagaimana Kyai ?

KM : Jika ada pihak yang tidak sependapat dengan rencana pembuatan “wonder”, itu  bukan kita anti Belanda dan orang Timur Asing, anti modernitas.

Hanya kaum pekok dan koplak yang sukanya men-stempel dengan jargon secara membabibuta kepada sesama bangsa dari kelompok lain itu sebagai  SARA.

Mereka adalah warga dan rakyat INDONESIA, lebih berhak dari pihak asing. Apalagi jika mereka adalah kaum pribumi yang sudah lama tinggal dan bernafkah di lokasi itu.

AM : Tapi yang berbeda itu terkesan ngotot dan memaksakan kehendak. Bagaimana ?

KM : Kalau ada pikiran berbeda, simaklah. Karena kesejahteraan rakyat itu juga tugas pemimpin, bukan sekedar menggusur atau menerapkan konsep baru.

INDONESIA itu negri yang sudah merdeka, berdaulat.

Begitu pun rakyatnya, wajib diberdayakan dan difasilitasi oleh negara melalui kebijakan para pemimpinnya. Bukan diperlakukan secara sembarangan.

Jadilah Generasi Indonesia sejati, bukan kaum yang koplak dan pekok biasanya mudah silau, hobi dumeh, dikit2 gumunan, hobinya adigang adiguno.

Cuma beraninya sama rakyat dan bangsa sendiri, yang lemah lagi, yang miskin lagi, yang bodoh lagi.

Bukankah itu tugas generasi penerus yang tinggal menikmati hasil perjuangan kemerdekaan INDONESIA.

http://www.mataperisaham.com/2013/09/albert-einstein-pemikiran.html

http://www.mataperisaham.com/2013/09/albert-einstein-pemikiran.html

AM : Apa berarti harus angkat senjata Kyai ?

KM : Kalau kalian rakyat sipil, bukan tentara, ya nggak perlu angkat senjata atau pun parang.

Pakai otak kalian untuk membantu pemimpin dalam memakmurkan bangsa dan negaramu. Jangan korupsi !

Rada aneh kalau malah menjadi jongos pihak luar tapi menindas sesama rakyat.

AM : Memang Belanda itu bagaimana sih Kyai ?

KM : Banyak hal yang baik2 dari orang2 Belanda dan orang Timur Asing, sebagaimana hal-hal yang sebaliknya.

Jangan lupa, mereka itu manusia yang punya sifat2 buruk juga selain sifat2 baik.

Sejarah pula telah menulis bahwa bangsa2 Eropah dan bangsa2 Timur Asing pernah mengeksploitasi negri kita (tanah dan manusianya). Bahasa sejarah adalah penjajahan.

Sejarah juga mencatat mereka men-stempel pribumi yang tidak sependapat dengan rencana kumpeni dengan “inlaander ekstrimis”.

Kalian,  mereka dan kita adalah manusia dan sejarah (telah dan kelak) mencatatnya.

Jadi …. nggak usah ikut2an menuduh SARA. Karena pihak yang mau mengadu domba akan tertawa terbahak2.

Ingat pesan bung Karno :  JASMERAH !!!!

MAJU BERSAMA, MARI JADIKAN INDONESIA LEBIH BAIK.

Indonesia Belanda

Kita memajukan Indonesia dengan menghadirkan kebaikan2 dan kehebatan dari bangsa Eropah dan bangsa2 Timur Asing, bukan mustahil.

Bedanya, sekarang ini Indonesia sudah merdeka.

Kalau nggak percaya (Indonesia sudah merdeka), silakan tanya sama pak Presiden, Menko Polkam, Panglima TNI, Mentri Luar Negri, Mendagri, dsb.

Indonesia merdeka itu tujuannya amat jelas.

Tidak ada kebencian dan juga tidak (perlu) ada pengkultusan. Rakyat dan pemimpin serta bangsa Eropah serta bangs2 Timur Asing adalah manusia juga.

Yang belum sempat baca, yang lupa, dsb. Silakan baca sendiri amanat dari para pejuang kemerdekaan Indonesia, bukan traktat negri lain atau bukan konsep negri lain.

Selengkapnya di bawah ini :

Pembukaan UUD 1945

“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.”

“Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.”

“Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.”

“Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada :

Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.”

Ada pertanyaan lagi ?

AM : Sudah jelas pak Kyai

KM : Ya sudah lakukan yang terbaik untuk bangsamu, untuk negrimu INDONESIA, bukan yang lain.

Sebagai rakyat, kita selain wajib mendukung pemerintahan yang sah Republik Indonesia, juga wajib mengingatkannya jika kita melihat atau merasakan ada hal yang menurut kita keliru dan kurang terkorelasi dengan amanat pendiri negri sebagaimana yang ada di Pembukaan UUD 1945.

Jangan berbuat anarki, bahasa pesantrennya adalah melakukan amar ma’ruf nahi munkar secara rahmatan lil ‘alamin.

-  – - – -

Monggo !!

Begitu apa begitu ya ?

Ya Emangbegitu

Scroll To Top