Sekilas Info
Home | Inspirasi | ROADMAP

ROADMAP

Roadmap bagi sebagian besar kaum terdidik merupakan hal yang penting dan perlu adanya. Di negri Anemia yang juga banyak orang2 pinter, justru tidak nampak membuat roadmap perjalanan negrinya. Luar biasa kan ?……..

Orang pinter dan orang bejo itu tidak mudah “masuk angin”. Kekebalan terhadap “angin” itu hanya berlaku di dunia periklanan yang ada di negri Indonesia, tidak berlaku di negri Anemia. Di negri Anemia, orang pinternya banyak yang keblinger, payahnya mereka duduk bareng dengan orang-orang mabok dan orang-orang dungu di tempat-tempat pengambil keputusan, terutama yang mengadung potensi bisa nyolong duit.  Tak heran jika secara sinical, ada penduduk negri Anemia yang menyebut negrinya telah disandra oleh kaum perampok, kalau yang muslim menyebutnya kaum jahiliyah.kang ozzy 1

Konon sekelompok orang dari kaum jahiliyah di negri Anemia, bermaksud menghapus dan memandulkan lembaga seperti yang di Indonesia dikenal dengan KPK (Komisi Pemberantasa Korupsi ). Entah apa motiv sebenarnya. Terkesan kelompok ini sedang menghadapi kesulitan menjalankan hobi aslinya – nyolong.

Seperti halnya yang berlangsung  di  Indonesia, di negri Anemia juga mengedepankan anti KKN ( Korupsi, Kolusi dan Nepotisme ) dan mengedepankan demokrasi serta mengikis kekuasaan yang absolut atau diktaktor. Sesuatu  yang konon pernah terjadi dimasa lalu, entah pula dimasa sekarang, apakah negri Anemia  KKN-nya menurun atau malah menjadi-jadi.

Berharap dan berdoalah, mudah-mudahan negri Indonesia lebih baik kondisi negri dan rakyatnya dari negri Anemia. Amin !

Fly by Wire

Tidak terlalu tepat kalau sekelompok pengamat di negri Anemia mengatakan bahwa negrinya bagai terbang secara autopilot. Karena, autopilot lebih tepat untuk jenis pesawat dengan kecanggihan yang setara dengan konsep fly by wire.   Fly by wire pernah menjadi istilah yang populer di negri Indonesia saat pak Habibie dipercaya menjadi Menristek jaman rezim pak Soeharto.

fly by wireSaat itu, konon para pemuda Indonesia yang pinter-pinter dibantu untuk studi ke negri-negri maju, konon pula dibangun suatu roadmap industri berbasis teknologi yang melengkapi sekaligus memboosting pembangunan industri pangan nasional.  Strategy globalnya melanjutkan kehebatan jaman Soekarno yang membentuk persaudaraan antar negara-negara yang baru merdeka dalam NEFO ( New Emerging Forces Ornaization ) sampai menyelenggarakan Konprensi Asia Afrika dan penyelenggaraan pesta olahraga GANEFO.

Rezim Soeharto  melanjutkan langkah strategis itu mulai dari menjadi Ketua OKI dimana anggotanya negara-negara Islam yang notabene banyak sumber minyak bumi. Ketua OPEC, yakni perkumpulan negara-negara penghasil minyak bumi. Membetuk ASEAN, yakni organisasi yang dapat menjembatani komunikasi jika ada masalah sensitif antar negara anggota.

Di bidang roadmap, juga melanjutkan gagasan swatantra, swadaya, swasembada yang digulirkan di jaman Soekarno. Roadmap ini dijaman Soeharto disebut dengan  GBHN ( Garis-garis Besar Haluan Negara ). Konon, bukan saja para menetri yang paham arah perjalanan negara, menjadi semacam navigasi bagi siapa saja. Di jaman Soekarno maupun di jaman Soeharto terdapat pihak-pihak yang tidak sependapat. Di jaman Soekarno sampai ada yang memberontak dan ditumpas, di jaman Seoharto – konon, sebelum memberontak sudah dilakkan tindakan dulu.  Namun, semua itu boleh jadi sesuatu yang harus ada dalam cerita sejarah perjalanan pendewasaan bangsa sehingga mampu menemukan kebebasan di negri Indonesia seperti sekarang ini. Apakah kebebasan sekarang ini terlalu bebas atau sudah pas atau bahkan belum cukup, tidak tahulah awak.

Terkait industri kedirgantaraan, konon, Habibie menyatakan bahwa dirinya dan kawan-kawan adalah generasi keempat yang mendedikasikan pengembangan industri dirgantara, dimana generasi pertamanya adalah pak Nurtanio dkk dijaman rezim Soekarno. Habibie sendiri dipercaya Soeharto untuk mengembangkan industri maritim, sampai industri persenjataan.  Istilah waktu rezim Soeharto adalah industri strategis.

Kriminal

Chaotic_cards_Lanker_by_Dingo107Entah mengapa, baik GBHN maupun pembangunan industri dirgantara dan industri strategis lainnya di negri Indonesia, lenyap nyaris sudah tak berbekas, dirusak oleh tangan-tangan dari sebagian dari bangsanya sendiri.  Dalam suatu talkshow dengan radio pemerintah Indonesia tanggal 29 Agustus 2013, di RRI Pro-3 FM, Habibie menyampaikan semacam kegalauan atau kegemasan pada kisah tragis semacam itu. Menurut Habibie, jika sesorang membunuh orang lain itu masuk kategori tindakan kriminal, begitupun kalau ada orang yang menghancurkan suatu perusahaan, juga kriminal. Karena perusahaan itu mirip manusia, ia dilahirkan, dibesarkan dan dirawat dengan ketulusan, hati dan seksama oleh para pendahulu. Menjadi besar dan menghadirkan manfaat, merupakan proses panjang. Apalagi menghancurkan suatu industri yang dibangun untuk menghadirkan manfaat besar Our kidneys and liver don’t need a hair follicle drug test treatment. bagi negara di negri sendiri. “Ini bagaimana? “

KKN

Konon, negri Indonesia jaman dulu, terkenal dengan korupsi, kolusi dan nepotismenya ( KKN ). Entah sejak kapan, ada yang bilang jaman Soeharto, ada yang bilang sejak awal kemerdekaan, namun ada yang menduga sejak jaman kolonial Belanda, bangsa ini sudah diajarkan untuk ber-KKN.

corruption cultureBeda KKN jaman sekarang dengan  jaman sebelum kemerdekaan sampai awal kemerdekaan, lebih dikarenakan sistem akuntansi belum dikenal, pembukuan keuangan (negara) masih sangat sederhana.   Pencatatan yang belum rapi membuat “kehilafan pengeloaan keuangan” para ambtenaar dan jongos di nethreland indische  di jaman penjajah mauapun jaman ripiblik, tidak nampak jelas.  Ketika pada pemuda yang bersekolah di luar negri itu kembali, banyak ilmu yang diterapkan, mulai dari gagasan membangun industri pangan, energy, dirgantara sampai juga pembukuan administrasi negara.

Boleh jadi dengan penerapan ilmu-ilmu itu, telah memudahkan dalam mendata, menganalisa dan merencanakan pengelolaan keuangan negara, sampai membangun roadmap negrinya. Namun juga terkadang ada saja melakukan tindakan terkait merugikan keuangan negara akibat lupa atau “khilaf” dalam menggunakan keuangan negara : untuk keperluan dirinya,  keluarga atau kepentingan kelompoknya. Semakin dinamis kegiatan di negara, semakin terbuka peluang lupa dan khilaf itu. Namun dengan metoda pencatatan yang sekarang juga didukung kemajuan teknologi, kekhilafan atau pun kesengajaan yang mengakibatkan kerugian negara, menjadi mudah terlihat dan mudah terlacak.

UU Anti Korupsi

Di jaman Soeharto sempat dibuat UU Anti Korupsi, namun konon semua undang-uang terkait ini seperti mandul.  Konon pula perilaku korupsi bukan saja di tataran administratur negara alias di birokrasi, namun konon telah mewabah sampai ke kroni-kroninya, ke keluarga-keluarganya. Konon pula rezim Soeharto selesai melalui proses people power dengan mengusung Pemberantasan KKN, Demokrasi dan semangat Anti Diktatorian. Jaman berganti dengan apa yang disebut jaman reformasi. Sayangnya memakan banyak korban nyawa dan harta benda, serta rusaknya tatanan yang seharusnya tidak perlu dirusak. Entahlah itu.

Jaman reformasi berhasil menghapus ketakutan publik kepada penguasa, sesuatu yang sangat mahal di jaman Soeharto. Ini boleh jadi sejalan dengan tujuan reformasi, khususnya demokrasi dan anti diktatorian. Jaman reformasi juga berhasil membangun MK ( Mahkamah Konstitusi ) yang mungkin juga menjadi tujuan reformasi, dimana rakyat bisa menggugat penguasa menyangkut keputusan dan konstitusi. Ada juga KPK ( Komisi Pemberantasan  Korupsi ), yang juga merupakan produk reformasi yang sejalan dengan tujuan pemberantasa KKN.  Kinerja dan perannya banyak dilihat sangat membantu membangun Indonesia yang lebih demokratis, lebih bersih dari KKN. Minimal dari sepak terjangnya selama ini, nampak seperti itu.

Indonesia beruntung, punya lembaga KPK untuk menjaga arah menuju pemerintahan yang bersih sebagaimana semboyan yang pernah populer di jaman Soeharto. Juga punya MK yang menjaga kemerdekaan berbicara dan menurunkan rasa takut rakyat serta potensi adanya penguasa diktaktor. Entah kebebasan yang ada sudah pas atau kebablasan.  Entah pula berkurang atau malah bertambah perilaku KKN dijaman reformasi.

Negri Anemia, bukanlah seperti negri Indonesia yang pernah punya GBHN.  Sistem yang ada di negri Anemia,  dimana selain ada pemilihan senator dan pemilihan legeslator secara langsung oleh rakyat. Pemilihan presiden di negri Anemia juga dilakukan langsung oleh rakyat. Bahkan pemilihan kepala distrik atau walikota pun dilakukan dengan cara yang sama. Selain pemborosan biaya dan waktu, sistem pemilihan di negri Anemia memungkinkan munculnya kandidat berlevel Ori Imitation @KW4 Inside

Self Destruct

self destruction

Jika diamati perjalanan negri Anemia, ternyata banyak warga negri Anemia yang pinter tapi keblinger dan warga yang bodoh terus menerus nyolot. Komposisi ini  bagaikan tombol self destruction yang jika disentuh oleh tangan jahat akan merusak negrinya sendiri. Mirip rangkaian pemantik api yang terkoneksi dengan remote, dan berada pada ruang gas yang bocor .

Jika anda warga negri Anemia, akankah membiarkan negrinya disandra kaum perampok ? membiarkan  warga yang hobinya nyolong ? membiarkan orang yang suka lupa bin khilaf jika menyangkut duit rakyat ? membiarkan orang yang pinter tapi  keblinger ?  membiarkan orang yang bodoh terus-menerus nyolot ?

Akankah negri Anemia membiarkan dirinya bergerak tanpa arah ? akankah negri Anemia membiarkan potensi generasi mudanya ? akankah negri Anemia senantiasa kehilangan momentumnya  untuk menjadi lebih maju ?

 

Scroll To Top