Sekilas Info
Home | Inspirasi | SATELIT : NGAPAIN DIBAHAS ?

SATELIT : NGAPAIN DIBAHAS ?

Jaman sedang pancaroba. Di dunia politik Indonesia sedang ada pemilu yang mirip pancaroba, juga di dunia telco global juga ada pancaroba bisnis model. ………. Apa hubungannya ?

Dulu, di jagad elektronika sempat ada pancaroba jaman tabung ke jaman transistor yang membuat bangkrut banyak perusahaan. Begitupun pancaroba dari jaman analog ke jaman digital, telah merontokkan banyak lembaga bisnis di industri telco.

Kini, di jaman yang semakin convergence, ada pancaroba jaman broadband. Apa ya yang bisa terjadi ya ?

BroadbandInfrastruktur Jaman Broadband.  Infrastruktur dalam dunia telco itu bisa apa saja. Bentuknya bisa fisik/hardware, bisa juga non-fisik/software. Bisa switching, bisa router, bisa sarana transmisi, sampai bisa berupa booster atau bisa juga repeater.

Jaman broadband cirinya adalah membutuhkan model komunikasi dengan frekuensi pita lebar (wideband freq). Dengan demikian dari switching bukan lagi sekedar menyambungkan antar saluran, namun harus mampu lebih kompleks dari semua itu, termasuk mampu dilalui wideband frequency.

Sarana transmisi yang berupa wire pun bukan lagi sekedar cooper wire, coaxial wire, namun sudah membutuhkan fibre optic.  Di jalur angkasa, juga bukan sekedar lagi sekedar terestrial link yang terkendala oleh contour permukaan bumi, namun sudah wajib satelit. Satelit sudah merupakan kebutuhan mendasar, terutama untuk negri yang wilayahnya luas dengan countour yang banyak gunung dan hutan.

Jika kita buka-buka file, maka kita bertanya diri : mengapa kita kehilangan hak milik satelit yang telah dengan susah payah dirancang oleh pendahulu kita ? dan Andalah yang lebih paham tentang ini.

mikirBegitu pun dengan file berita dimana ada upaya meluncurkan satelit baru, kita bisa mengajukan pertanyaan diri : bagaimana hasilnya upaya peluncuran satelit baru (dengan bantuan negri hebat) ?  ya Andalah yang paham.

Apakah sebagian dari kita juga memiliki keculunan dalam menyikapi apa yang sudah dibelanjakan dengan uang negara, dibelanjakan dengan uang rakyat ? Anda jugalah yang lebih paham.

Kalau tanya ini salah siapa ? maka menurut Ebiet G Ade “tanyalah pada rumput yang bergoyang”. Kalau mbok Kromo bilang “mbuh aku ora weruh”. Tapi kalau tanya cak Lontong, maka jawabnya “mikir!!!”.

Anda lebih paham tentang semua ini.

Haruskah Menunggu Wangsit ? Pancaroba ???? Mungkin saja sedang berlangsung. Simak saja, perusahaan2 yang semula hanya sebagai produsen operating system, aplikasi atau perusahaan search engine, pada rame2 bikin smartphone.  Ada apa gerangan ?.

toffler_literacyDi dunia aplikasi ( termasuk di presentation layer), begitu cepatnya perubahan terjadi.  Yang semula aplikasi produknya hanya dimungkinkan penggunaannya dengan ditumpangkan di kanal suara, kini justru berbalik sekaligus berlipat ganda fungsinya. Aplikasi itu dapat memungkinkan kanal data bisa untuk segalanya : bisa text, bisa pictures, bisa voice, bisa juga video. Bukan saja sekedar komunikasi two-way, tapi sudah multiparty communication mode.  Ruarrrrrrrrrrr…. biasa.

Tapi, kalau ngomongin detail terkait 4G & roadmapnya atau seputar mobile lifestyle atau broadband era, dsb,  Andalah yang paham.

Hanya saja, fenomena2 ini atau fakta2 yang muncul,  membuat elit Anemia  bagai berdiam diri menanti godhot atau jenglot memberikan wangsit.  Bagaimana di negri Anda ?

Just to remind. Beberapa tokoh dunia yang pemikirannya telah berpengaruh di industry ini antara lain Alvin Tofler dan Steve Jobb, tidak pernah menanti godhot. Tentu masih banyak juga tokoh lain yang berpengaruh pada geliat industri telco, termasuk di Indonesia.  

Di saat “musim pancaroba”, mereka tidak menunggu wangsit, tapi melakukan aksi sepi ing pamrih rame ing gawe. Berusaha keras dan sungguh-sungguh, ikhlas lillahi ta’ala, holobis kuntul baris,  jauh dari upaya pencitraan, dan suka berbagi ilmu dan membangun kemajuan secara bersama.  

Bagi manusia seperti ini, menjadi terkenal, menjadi populer,  itu hanyalah efek atau hanyalah akibat semata, bukan tujuan. Juga bukan sebagai alat.  

Namun, bagi manusia abal2, terkenal itu adalah tujuan sekaligus alat penipuan alias pencitraan belaka,  seperti membuat topeng. Misal, aslinya Sengkuni namun dengan bertopengkan Kresna, maka siapapun melihat terpesona dan sebagian besar menganggapnya Kresna (meski ASLI Sengkuni).

Konon, di Anemia, proses ini berlangsung :  ada manusia yang culun, namun kebelet sesuatu. Aslinya lebih mririp Sengkuni, namun oleh sekelompok manusia didandani sedemikian rupa sehingga mirip Kresna.  Manusia culun abal2 tapi kebelet seperti ini biasa dikenal sebagai boneka. Jika benar demikian, maka sungguh kasihan, semasa hidupnya, jiwa dan raganya sudah diikat oleh segerombolan manusia-manusia lain yang entah apa motiv-nya.    

Alvin Tofler, seorang penulis dan futuris yang terkenal dengan bukunya Future Shock, Powershift, Thrid Wave dan Revolutionary Wealth. Salah satu visinya yang banyak disitir oorang adalah “barang siapa menguasai informasi, maka akan menguasai dunia”.

Sementara Steve Jobb juga memiliki “visi” pribadi yang seolah karya-karyanya membuktikan apa yang difuturiskan oleh Alvin Tofler, Jobb mengatakan : “Everymorning I asked myself, if  today were last day of my life, would I want to do what I am about to do today” ( quoted by : Anna Vital, How to Start the Day, Entrepreneur, 16 Januari 2014).

http://www.latesttoptechnews.com/search?updated-max=2013-10-08T02:23:00-07:00&max-results=10

http://www.latesttoptechnews.com/search?updated-max=2013-10-08T02:23:00-07:00&max-results=10

Steve Jobb tidak pernah menunggu wangsit, untuk menelorkan innovasi. Ia nampak sekali sebagai manusia yang senantiasa mensyukuri nikmat yang diberi Tuhan (nikmat kehidupan di jamannya dan nikmat kepandaiannya).

Ia hadirkan hasil innovasinya bukan untuk dirinya semata, namun lebih untuk kemaslahatan ummat  (siapa pun dan dimana pun).

Bukankah semua yang dilakukan oleh Alvin Tofler dan Steve Jobb serta para tokoh berpengaruh itu, resepnya sudah pula anda baca di kitabullah ? mungkin saja mereka membaca walau hanya secuil, atau Allah mentransfer secuail ilmuNYA ke mereka.

Manusia2 seperti itu, dalam mengamalkan yang secuil itu dengan sungguh-sungguh. Karena mereka meyakini kebenaran (walau hanya secuil) dan melaksanakannya dengan sungguh-sungguh, maka wajar saja jika orang melihat bahwa Allah telah memberikan janjiNYA kepada mereka, berupa “keajaiban dunia” yang turun ke mereka (secara duniawi).

Bukankah kitabullah itu huddan lil nas (petunjuk bagi manusia) ?  bukankah Alvin dan Steve juga manusia. Bukankah Allah itu Tuhan Semesta Alam ? Tuhannya si Alvin, Tuhannya Steve (tak peduli mereka mengakui atau tidak).

Bukankah negri, jaman dan manusia2 itu juga bagian dari semesta alam. Janji Allah adalah pasti adanya.

Soal bagaimana ukhrawi-nya  ? Andalah yang lebih tahu.

Kitabullah menginfokan bahwa konsep “long life” itu adalah  fid dun-ya khasanah, wa fil akhiroti khasanah, waqina ‘adhab an nar - hal terbaik di saat masih bersatunya ruh dan jasad, serta hal terbaik saat setelahnya, dijauhkan dari siksa neraka.

Wallahu a’lam.

Satelit Dunia. Pembahasan ini jauh dari ilmiah, hanya berdasar “niteni”. Jadi kebenarannya relatif, mudah-mudahan menginspirasi secara positip dan konstruktip untuk Indonesia yang lebih baik.

Kalau “dititeni”, Amerika dan beberpa negri tertentu, sudah lama memiliki satelit. Mereka mensyukurinya dengan cara memelihara dan mengembangkannya. Allah pun memberikan hadiah bagi siapa saja yang mau mensyukuri nikmatNya dengan berbagai nikmat lain yang tidak di duga-duga.

http://www.shutterstock.com/pic-127503203/stock-vector-a-vector-illustration-of-cartoon-man-with-a-tin-foil-hat-and-a-satellite-dish.html

http://www.shutterstock.com/pic-127503203/stock-vector-a-vector-illustration-of-cartoon-man-with-a-tin-foil-hat-and-a-satellite-dish.html

Satelit Anemia. Negri Anemia, negri tropis yang alamnya ditakdirkan kaya raya, ditakdirkan sempat memiliki penguasa dan rezim yang visioner di bidang futuris ( sebelum buku Alvin Tofler muncul dan sebelum I-phone di release).  Dengan konsep geostratgeis yang mencakup berbagai matra, akhirnya para elit Anemia bersepakat untuk membangun pondasi menuju jaman mirip kemampuan betara Bayu atau betara lainnya yang kemampuannya tak terduga oleh kebanyakan orang.

Elit membuat proposal untuk mengumpulkan sekepeng-dua kepeng beli satelit paling canggih (saat itu) dengan roadmap yang jelas dan terintegrasi dengan berbagai aspek kehidupan bernegara dan berbangsa, dengan kesadaran akan posisi kewilayahan dalam konstelasi global serta bertekad menjadi the leader in the region, termasuk di bidang telco.

Dan semua itu sudah dijabarkan secara nyata, bukan sekedar slogan, tag line atau janji-janji belaka.

Karena adanya “badai tropis” datang, dan bersamaan itu terjadi pergantian hebat yang membuat penguasa dan rezim Anemia dibuat seolah tunggang-langgang. Bangsa Anemia saat itu entah mengapa, seolah dihinggapi kebencian mendalam pada sosok penguasa, bukan pada perilaku sang sosok itu. Kebencian mendalam itu merasuki sampai ke sebagian elit dan para “pakar” saat itu.

Sudah dijelaskan dan bahkan para elit serta pakar sepertinya sudah amat sangat paham sekali bahwa kebencian pada manusia itu dilarang, yang boleh adalah tidak menyukai perilaku sang sosok manusia itu. Kebencian memang sering membuat “adrenalin” kehidupan juga meningkat, nyaris mirip dengan pemujaan kepada sosok.

Namun kebencian dan juga pemujaan, akan mampu membutakan semua mata(hati) orang yang merasa paling rajin ibadahnya sekalipun. Kebendian dan pemujaan pada sosok, juga mampu membuat korslet urat syaraf berpikir atau membuat heng procesor berpikir siapapun, meski ia mungkin saja bergelar profesor atau doktor.  Apalagi mereka yang tidak memiliki kebiasaan berpikir logis.

http://tamutimes.tamu.edu/2013/06/05/dont-seek-shelter-from-tornado-under-a-highway-overpass/#.U6vQmJR_tBk

http://tamutimes.tamu.edu/2013/06/05/dont-seek-shelter-from-tornado-under-a-highway-overpass/#.U6vQmJR_tBk

Ritual Memanggil Badai. Suasana Anemia saat “badai” datang, mirip suasana detik-detik awal sebelum tenggelamnya kapal Titanic ( sebagaimana di film Titanic), bedanya tragedi kapal Titanic lebih karena vehicle error  sedang “badai” di Anemia lebih disebabkan adanya gelora kebencian dan syahwat tertentu pada sekelompok manusia sehingga tidak mampu menemukan jalan terindah dan termanis.

Seolah ada sebagian orang (elit sampai kaum koplak) melakukan ritual MENGUNDANG BADAI. Seolah ego masing2 peserta ritual MENGUNDANG BADAI telah menguasai akalnya,  masing-masing ego seolah dikuasi oleh perasaan benci yang bercampur dengan dendam kesumat.  Elit Anemia telah mengundang “badai” untuk datang ke negrinya.

Badai yang telah berhasil menumbangkan sosok manusia yang mereka benci. Konon alasan kebencian karena tindakan KKN. Meski demikian, ternyata perilaku sang sosok (yang mereka anggap buruk) dan menjadi bagian dari munajat yang mewarnai ritual kaum koplak dalam mengundang badai, MALAH DITIRUKAN secara revolusioner plus plus dalam keserakahan dan besarnya serta luasnya KKN.

Perilaku sosok yang dibencinya, justru amat nyata ditirukannya : membangun dinasti, bekerja a la gengster, menjarah/merampok uang negara, dsb. Yang lebih mengerikan adalah negara Anemia menjadi tidak memiliki tujuan yang jelas, semuanya berpikir jangka pendek, semua bukan memahami dan mengamalkan apa yang Allah infokan di ayat kursi (bagian dari al-Qur’an), malah berebut dan mempertahankan kursi untuk ber-KKN. Weleh weleh weleh  …. lakone nopo pak Mantep ?

Memang patut disesalkan, sebab justru di saat terjadi “badai” dan beberapa saat setelah badai mereda pun, biasanya terjadi proses-proses anomali yang bersifat strategis di berbagai bidang.  Bahkan proses anomali ini juga masih berlangsung setelah beberapa waktu “badai” berlalu. Di saat seperti itu, masyarakat dan elit masih puyeng bin mumet merasakan akibat badai yang diundangnya sendiri.

Apakah elit Anemia telah melupakan sejarah, dan tidak belajar dari kekeliruan masa lalu ?  mbok Kromo bilang “kulo mboten mangertos”.

http://www.tomandjerryonline.com/pictures.cfm?count=85

http://www.tomandjerryonline.com/pictures.cfm?count=85

Negri Cerdik nan Hebat. Anemia adalah negri yang baru berkembang, yang belum sepenuhnya merata tingkat kemajuan dan peradabannya. Sarana dan prasarana pendidikan baru beberapa tahun dibangun secara cepat dan massal ke seluruh penjuru Anemia.  Namun sebagian elitnya sok pinter dan banyak yang keblinger, banyak juga yang KOPLAK.  Karena itu pula, meski hobinya berteriak cinta negri, yah ….. kok terlena juga, sarana strategis siap-siap lenyap digondhol orang. Wong koplak yang sedang puyeng bin mumet apa ya bisa  mikir strategis, nopo saged ta?.

Beberapa negara lainnya, sangat cerdik untuk membidik satelit yang sudah nongkrong di posisi orbit. Mereka juga mengupulkan sekepal dua kepal, karena negrinya memang lebih kecil dan sumber alamnya tidak sehebat Anemia, jadi harus lebih sungguh-sungguh. Itu sah-sah saja. Jika sudah punya satelit, tentulah akses kontrolnya dipegang erat. Ibarat kata, cctv boleh saja dishare kanalnya, toh gambar dan file datanya tetap bisa dikontrol,

Dengan segala cara (intelijen, teknik, ekonomi, sosiologi, media massa, dsb), akhirnya negri kecil nan cerdik itu dengan manisnya berhasil mengambil satelit yang dimiliki oleh negri lain, untuk menjadi satelitnya secara sah/legal. Negara seperti ini (yang cerdik) dalam pergaulan dunia adalah wajar-wajar saja. Mereka paham dan bersungguh-sungguh dalam berusaha.

Bagaimana dengan negara yang dulunya memiliki satelit itu  (yang kini baru menyadari telah kehilangan) ?  ya salah sendiri, kenapa diberi legacy pendahulu yang visioner kok malah dijual (dengan segala justifikasinya), kok mau-maunya di”bisiki” untuk dijual.

Coba pikir “mengapa negri lain ingin memiliki satelit Anemia ? bukan beli kacang rebus atau mie rebus misalnya “. Mosok untuk gaya-gayaan ? atau biar bisa teriak ke seluruh dunia “hey bro-sis, gue punya satelit loh “. Emang negri itu negri terong-terongan apa?

Kasihan kan Anemia ? Hebatkan negri tetangganya ?

Untungnya itu terjadi di negri Anemia, mudah-mudahan di negri Indonesia tidak mengalami hal yang patut disesalkan seperti itu.

Andalah yang lebih paham.

http://realchristianmcqueen.com/2014/06/24/elevate-your-life-momentum/

http://realchristianmcqueen.com/2014/06/24/elevate-your-life-momentum/

Kyai Mursyid memberikan ilustrasi bahwa generasi akan diganti dengan generasi berikutnya itu sudah pasti. Manusia  itu punya salah dan khilaf, disamping sifat2 mulia.  Saling memahami sesama saudara itu menghindarkan dari prasangka buruk dan perbuatan keji. Saling memaafkan itu dimulai dari mengakui ada kelemahan dan kesalahan lalu membuka hati untuk ikhlas menerima permintaan maaf, dilakukan secara timbal-balik.

Tidak ada manusia yang sempurna, makanya semua nabiyullah dan rasulullah diberikan proses khusus ilahiyah untuk menjadi istimewa. Kita semua ini lahir dan besar secara biasa, bukan melalui proses ilahiyah yang istimewa. Silaturakhmi itu memanjangkan umur memperlancar rejeki, dalam bahasa Jawa dibunyikan sebagai “rukun agawe santosa”.  Bertengkar itu mengundang bencana dan perpecahan, dalam bahasa Jawa dibunyikan “crah agawe bubrah”.

Kalau nggak bersyukur ya wajar jika Allah akan mengambil nikmat yang telah diberikannya (apapun itu),  lalu menyerahkan nikmat itu sebagai hadiah (apapun) itu kepada siapapun yang memang ahli dan mau mensyukurinya (merawat, memanfaatkan untuk kebaikan banyak manusia dan alam semesta).  Dalam bahasa Jawa dibunyikan “ben ketemu jodhone”.

Nikmat itu untuk manusia yang mau bersyukur. Lalu untuk yang kufur (mengingkari, menolak, merusak, dsb) bagaimana ? Anda tentu lebih paham tentang ini.

Janji Allah itu pasti, orang yang berilmu dan beramal sholeh (doing better) akan diberikan kedudukan yang lebih tinggi. Begitu pun orang yang beriman ada balasannya, orang yang bersyukur ada balasannya, orang yang memaafkan ada balasannya, orang yang tidak melayani pertengkaran meski ia dalam posisi benar juga ada balasannya,  dsb.

Manusia yang kufur (tidak bersyukur), janji Allah adalah akan memberikan siksa (reward) yang amat pedih.

Mau ?

Sebaiknya pilih cara ini.  “Tidaklah sedekah itu akan mengurangi harta, dan tidaklah seseorang yang memaafkan kezhaliman orang lain kecuali Allah akan menambahkan baginya kemuliaan dan ia tidak akan dirugikan.” (HR Ahmad No – 6908).

Begitu apa begitu ya ?

Ya Emangbegitu.

Scroll To Top