Sekilas Info
Home | Inspirasi | SENYUM, KERAMAHAN & BERANTEM

SENYUM, KERAMAHAN & BERANTEM

Sebelum jauh membayangkan, simak bagaimana arti radikalisme menurut berbagai sumber dan pahami esensinya. Sebab apa yang kita lakukan sebenarnya juga banyak hal-hal yg radikalis.

Kemistri Kehidupan. Apa yang terjadi itu merupakan kemistri, munculnya radikalisme itu karena ada “tuntutan jaman” untuk berbuat radikal. Jika kita ingin tidak ada radikalisme, maka hiduplah sesuai dengan kehendak alam semesta. Jika kita di jalan yang benar, maka hidup akan nyaman, aman, selamat dunia akhirat. Jika kita hidupnya salah jalan, maka tunggu saja “kemistrinya” akan datang sendiri. Karena hidup ini juga kemistri.

Contoh kemistri kehidupan :

http://www.anthonyjyeung.com/ the-smile-experiment/

http://www.anthonyjyeung.com/
the-smile-experiment/

Jika anda ingin orang lain tersnyum kepada anda, maka berilah senyuman kepada orang lain saat anda berjumpa. Anda akan mendapatkan senyuman lebih banyak dibanding dengan senyuman yang anda berikan ke orang lain.

Jika anda ingin keramah-tamahan, maka berilah keramah-tamahan kepada siapa yang bersilaturakhmi kepada anda. Anda akan mendapatkan keramah-tamahan lebih banyak ketimbang yang pernah anda berikan ke orang lain.

dan sebagainya.

Alam semesta dengan segala aturannya sudah memiliki SOP yang jelas (bagi orang yang paham). [ngomong2, yg buat alam semesta dan aturan itu siapa ya ?]. Yang jelas, “aplikasi” kemistri kehidupan itu sudah terinstall secara auto download  dan secara for free dari “appstore” milik sang Pencipta Alam Semesta.

http://kelanakota.suarasurabaya.net/news/ 2015/147438-Dua-Pria-Kekar-Berkelahi-Di-Tengah-Tol-Perak-Waru

http://kelanakota.suarasurabaya.net/news/
2015/147438-Dua-Pria-Kekar-Berkelahi-Di-Tengah-Tol-Perak-Waru

Balasan itu bisa jadi datang melalui hal yang sama, namun seringkali datang melalui cara yg tidak disangka2.(bagi orang yang paham, akan meyakininya)

Hukum alam (sunnatullah) ini juga berlaku untuk hal2 yang mungkin anda kira Tuhan tidak campur tangan disono.

Contoh : berilah pukulan pada tetangga anda, niscara anda akan mendapat pukulan yang (boleh jadi) jumlahnya lebih banyak dari yang anda pernah berikan. Bahkan (boleh jadi) datang juga dari pihak2 lain di luar dari tetangga yang telah anda beri pukulan itu.

Jika belum paham, silakan praktekan saja.

Cobalah beri kesedihan pada pihak yang menghutangi anda (misal ngemplang kredit), niscaya tidak lama lagi anda akan diberi kesedihan lebih besar dengan bonus yang menyakitkan (didatangi deb collector, ada tindakan sita jaminan, dsb).

So ? ………… silakan praktekan jika belum juga paham

 Brigif 16Biasakan Yang Benar. Jangan membenarkan yang biasa, tetapi biasakan yang benar. Begitulah nasehat yg disampaikan oleh Brigief Wira Yudha sebagaimana gambar terlampir.    

Bagaimana wikipidea mendefinisikan tetang radikalisme  ? selengkapnya  sbb :

radikalisme dapat mengacu kepada beberapa hal berikut:

  • Ekstremisme, dalam politik berarti terolong kepada kelompok-kelompok Kiri radikal, Ekstrem kiri atau Ekstrem kanan.

Radikalisasi transformasi dari sikap pasif atau aktivisme kepada sikap yang lebih radikal, revolusioner, ekstremis, atau militan. Sementara istilah “Radikal” biasanya dihubungkan dengan gerakan-gerakan ekstrem kiri, “Radikalisasi” tidak membuat perbedaan seperti itu.

KBBI dan ArtiKata memberikan hal serupa, takni :

1. paham atau aliran yg radikal dl politik;
2. paham atau aliran yg menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dng cara kekerasan atau drastis;
3. sikap ekstrem dl aliran politik

So ?

Memaksakan keinginan sepihak juga masuk dalam ekspresi dari paham radikalisme.

Coba simak dalam perilaku kita sehari2…..

kreatip kok diringkusContoh Radikalisme sehari-hari.

  • memaksa anak untuk makan fastfood agar dilihat keren, itu juga bagian dari penanaman radikalisme secara halus (budaya keren secara radikal, membunuh/menghambat kesuka citaan atas produk kuliner lokal ).
  • memasang target yang jauh melebihi angka pertumbuhan yang wajar, itu juga bagian dari penciptaan budaya radikalisme di bidang management ( management radikal ), membunuh/ mereduksi secara radikal terhadap level of happinmess dalam bekerja ( hasilnya  life unballance )
  • menghukum bapak pencari nafkah yg hanya lulusan SD namun  kreatip memproduksi “tv” dari bahan limbah industri komputer, itu juga bagian dari budaya radikalisme pembunuhan anak bangsa yg kreatip (radikalisme kapitalis, membunuh cikal bakal industri teknologi kreatip kerakyatan yg kuat).
  • melakukan transformasi (management, budaya, dsb), itu juga perilaku radikalisme yang akan “membunuh” siapa saja dan “sesuatu” apa saja yang tidak sejalan dengan konsep yg akan dituju (radikalisme perubahan)
  • melakukan revolusi (budaya, menthal, dsb) adalah perilaku radikalisme yang sama dan sebangun dengan “transformasi”, tidak sedikit muncul kalimat yg berbau  ”membumi hangus” apa saja.
  • Contoh  “potong satu generasi”‘  Kata2 ini mengandung makna “pembunuhan peran pelaku sejarah” bukan ? (kecuali dirinya).  ”Jadikan hari ini sebagai kilometer nol perjalanan negri ini”,  kalimat itu juga mengandung kesan adanya  ”pembunuhan” sejarah bukan ? tindakan ini akan membuang/menghilangkan karya2 pendahulu dan …………  sejak sekarang hanya karya2 sendiri yg boleh dipajang.
  • dan sebagainya

Jadi radikalisme cirinya memang ada “pembunuhan” dan ……. itu tidak berdiri sendiri.

http://www.womenshealthmag.com/ health/life-of-a-virus

http://www.womenshealthmag.com/
health/life-of-a-virus

Virus Radikalisme. Radikalisme itu ditumbuhkan dari “pintu” apa saja, dan menyebar ke syaraf mana saja.

Hasilnya : tawuran antar pelajar/mahasiswa, geng motor, jotos2an di parlemen, maki2an antar parlemen dg government, umpat2an para “cendekia”,  dsb ….

  • Apakah KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) itu wujud dari perilaku radikalisme dalam keluarga?
  • Apakah  revolusi budaya juga ?
  • Apakah perilaku berkata2 kasar dari para pemimpin dan elit juga ?
  • Apakah perilaku memecah belah pun demikian ?
  • Apakah  memaksa penumpang turun dari transJakarta  karena ada “rekan”nya yang sedang naik motor tanpa helm di jalur busway, itu juga mengandung benih2 radikalisme ?…..

wallohu a’lam.

Monggo lho !!. …………….   silakan tambahkan sendiri untuk memudahkan kita memahami kita berada dimana.

http://smeaker.com/tag/facebook/page/3/

http://smeaker.com/tag/facebook/page/3/

Blokir Situs. Bagaimana dengan Blokir Situs ? Istilah blokir itu memberi konotasi adanya tindakan/perilaku dari pemilik otoritas/penguasa atas apa yang (menurutnya) merupakan kewenangannya.

Dulu…. istilah blokir itu banyak dikenal di masyarakt yang berlangganan telepon rumah. Kalau terlambat bayar, sesuai dengan aturannya ya diblokir.

Intinya adalah kalau melanggar aturan yang ditentukan di awal, ya diblokir.

Kini kartu Kredit juga mengenal istilah diblokir. Biasanya terkait dengan pelangggaran atas KEWAJIBAN sebagai aturan yg telah ditentukan sebelumnya/disepakati.

Pemblokiran juga dapat dterjadi atas permintaan sendiri. Biasanya terkait dengan perlindungan  dan keamanan dari pemilik otoritas  kepada pihak yang meminta di blokir.

Jadi blokir itu korelasinya adalah : adanya pelanggaran, dan adanya tindakan pihak otoritas atau atas permintaan sendiri.

kartukredit460Operator telepon (begitu pun poperator kartu kredit)  tidak boleh meblokir hanya gara2 yang pakai bernama Liem Swie King, Abdul Jabbar, Rajiv Prakash, Sutono, Rumbewas, dsb.

Juga tidak boleh memblokir gara2 yang pakai berjualan : cui mie, manisan kurma, roti cane, sambel tumpang, papeda sentani, dsb.

Jika operator (pemegang otoritas) melakukan blokir hanya gara2 alasan “ita-itu”, maka ini adalah tindakan kesewenang2an.

Jika saat memblokir itu tanpa memberitahu lebih dulu, maka ini masuk kategori tindakan yang radikal (sepihak, memaksa, dan kasar).

Jadi tindakan pemblokiran itu memang HAK dari pemilik otoritas, jika ada pelanggaran atas KEWAJIBAN oleh pihak yang di blokir itu, atau atas permintaan sendiri

Jaman sekarang aturan seperti itu sering dikenali dengan nama “term and condition”.

Contoh pelanggaran KEWAJIBAN adalah tidak memenuhi aturan bersama (UU, peraturan mentri terkait, dsb).

Jika melanggar ?  ya wajar jika di blokir.

Yang jelas, pemblokiran tidak boleh karena alasan yang sifatnya “ita-itu” .

http://bagusajinarasoma.blogspot.com/ 2013/04/resi-bisma-gugur.html

http://bagusajinarasoma.blogspot.com/
2013/04/resi-bisma-gugur.html

Negara “Ita-itu” ? Indonesia telah memasuki jaman reformasi yang digaungkan oleh mereka2 yang mengusung  kebebasan berbicara, kebebasan berpendapat, kebebasan pers dan tidak ada pembreidelan.

Pembungkaman suara rakyat yang kritis pada kebijakan pemerintah yang “radikal otoriter”,  ingin segera digantikan dengan kebebasan berpendapat. Hajar semua pihak yang ingin membungkam suara rakyat, bahkan ada istilah “setan yang mengangkang”. ( bukankah hal2 seperti “menghajar” men-”setan”kan pihak lain, juga mengandung paham radikalisme ? )

Kata breidel ingin disikat habis sebagaimana mereka membenci pemimpin rezim yang digulingkannya itu yang dikenalinya amat suka melakukan breidel. ( So ?  apakah pemblokiran bukan radikalisme ? )

Okelah itu silakan saja !

Mungkin itulah paham (radikal) yang dianutnya – secara tidak sadar maupun secara sadar.

Pertanyaannya adalah apakah budaya yang menyertainya sudah disiapkan?

Jika jawabannya tidak,  biasanya hanya akan menjadi semacam permainan anak kecil bernama gobagsodor, cuma gantian peran saja atau hanya sekedar menggulingkan karena rasa benci.

Siapa menangkap siapa ditangkap.

atau hanya ingin membuat nampak  lebih baik, nampak lebih hebat, nampak lebih oye, nampak lebih keren ? dsb.

Lalu peradaban bangsa ini mau dikemanakan ?

Permainan gobagsodor itu amat tepat untuk anak2 kecil, namun akan menjadi lucu serta terlihat picik, jika dilakukan oleh orang2 dewasa.

Dalam permainan seperti ini tidak ada perbaikan pada lingkungan kehidupannya (rakyat, bangsa dan negara), yang ada hanya kegaduhan dan suasana yang hanya didasarkan pada “ita-itu” semata.

Jangan sampai terkesan bahwa  itu hanya menjalankan permainan yang di agendakan pihak lain alias hanya sebagai wayang alias boneka semata.

Monggo dipun pikir rumiyin….

Wallohu a’lam.

 

Begitu apa begitu ya ?

Ya emangbegitu.

 

 

 

Scroll To Top