Sekilas Info
Home | Menjalani Kehidupan | Menanam Pohon : Memelihara Binatang : Bertetangga = Tepa Salira

Menanam Pohon : Memelihara Binatang : Bertetangga = Tepa Salira

Tanya :Bagaimana pandangan Islam atau yang dicontohkan rasulullah Muhammad s.a.w  jika pohon belimbing dan pohon jambu, yang menjadi “hak” dan kesukaan saya, diminta tetangga untuk ditebang saja ?  Pohon itu memang letaknya berdekatan dengan tanah/rumah tetangga. 

Hanya Rekonstruksi. Ini adalah rekronstruksi dari beberapa ceramah2 ustads/penceramah sehingga kalau ada kelirunya, itu semata salahku dalam merekonstruksi dan ……………  jangan ditiru (forget it).

Sang ustads/penceramah, disamping pengetahuan agamanya jauh lebik baik dari saya, rupanya juga paham bermasyarakat (dalam rekonstruksi ini, beberapa situs saya coba simak untuk membantu rekonstruksi itu ).

Jawaban  ustads/penceramah atas pertanyaan itu,  kira2 intinya sbb :

  • Menanam pohon itu baik dan dianjurkan.
  • Kejadian ini lebih kepada adab hidup bertetangga, dan kebetulan ihwalnya terkait kejadian soal tanaman. .
  • Pertanyaan ini sungguh baik dan merupakan kejadian yang biasa terjadi dalam kehidupan ini. Apalagi jika hobi bertanam itu di lokasi perkotaan.
  • Kita merujuk pada : pertama, Islam itu rokhmatan lil ‘alamin. Kedua, bagaimana Islam mengajarkan bertetangga.
http://astacala.org/2012/04/it-telkom-menanam-bersama-fast/

http://astacala.org/2012/04/it-telkom-menanam-bersama-fast/

Menanam Pohon.  Pakar lingkungan hidup, pakar atmosfir yang bersih, dan berbagai pakar terkait hidup yang asri, sehat dan indah, banyak menganjurkan untuk menanam pohon.

Bahkan beberapa Presiden RI pun melakukan kampanye untuk menanam sebanyak-banyaknya pepohonan.

Sabda rasulullah Muhammad s.a.w : “Tidaklah seorang muslim menanam suatu pohon melainkan apa yang dimakan dari tanaman itu sebagai sedekah baginya, dan apa yang dicuri dari tanaman tersebut sebagai sedekah baginya dan tidaklah kepunyaan seorang itu dikurangi melainkan menjadi sedekah baginya.” (HR. Imam Muslim Hadits no.1552)

Disini, ustads/penceramah mengajak kita semua untuk memahami perlunya menanam pohon. Manfaatnya bisa kita rasakan sendiri, bahkan kalau dirasakan orang lain secara ilegal pun kita akan mendapatkan kebaikan dari Allah melalui alam semesta ciptaaNYA.

Anjuran telah dilakukan oleh rasulullah sampai para pemimpin kita. Monggo !

good neighbourhoodIslam itu Rokhmatan lil ‘alamin. Terkait pertanyaan di atas, dimana materinya lebih kepada adab bertetangga namun terkonteks dengan soal menanam/tanaman.

Maka kita bisa simak bagaimana adab bertetangga.

Tetangga itu bisa siapa saja.

Kita pun menjadi tetangga terhadap kiri kanan muka belakang rumah kita.

Firman Allah : “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang memiliki hubungan kerabat dan tetangga yang bukan kerabat, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri” (QS. An Nisa: 36)

Sabda rasulullah Muhammad s.a.w “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya ia muliakan tetangganya (HR. Bukhari 5589, Muslim 70).

Ajaran pokok2 bertangga amat sangat jelas sekali. Termasuk larangan dasar yang amat sangat azasi yakni mensekutukan Allah dengan apapun.

Pohon apapun adalah mahluk, bukan sesembahan atau pun keramat.

Monggo !!!

Tetangga itu Macam2 Jenisnya. Emphatic terhadap tetangga itu diajarkan. Terkadang dalam bertetangga, kita melupakan sikap emphatic kita terhadap tetangga.

http://www.dreamstime.com/photos-images/cartoon-woman-cook.html

http://www.dreamstime.com/photos-images/cartoon-woman-cook.html

Mereka adalah tetangga kita, kita adalah juga tetangga mereka.

Jika kita paham dan bisa merasakan posisi sebagai tetangga, maka itu akan sangat membantu memahami ajaran ini.

Bagaimana dasar membangun emphatic terhadap tetangga ?

Tetangga itu :

  • boleh jadi  sesama muslim, bisa juga bukan muslim,
  • bisa perangai (akhlaq) nya baik bisa juga sebaliknya,
  • bisa lebih muda atau sebaliknya,
  • bisa lebih baik secara sosial ekonomi, bisa juga sebaliknya,
  • dan banyak sekali ragamnya, karena itulah lahan amal kehidupan dunia.

Etika Bertetangga. Ini adalah contoh sederhana terkait membangun emphatic bertetangga (etika). Memasak itu pada umumnya aromanya menyenangkan dan terkadang aromanya terbawa angin dan mungkin juga menggoda selera (tetangga).

Kita tidak tahu, apakah tetangga kita suka or tidak, atau sedang memiliki persediaan makanan or tidak ? atau mungkin saja membutuhkan kunjungan atau silaturakhmi pertetanggaan ?.

Jika engkau memasak sayur, perbanyaklah kuahnya. Lalu lihatlah keluarga tetanggamu, berikanlah sebagiannya kepada mereka dengan cara yang baik” (HR. Muslim 4766).

“Beliau menyembelih seekor kambing. Beliau lalu berkata kepada seorang pemuda: ‘akan aku hadiahkan sebagian untuk tetangga kita yang orang Yahudi’. Pemuda tadi berkata: ‘Hah? Engkau hadiahkan kepada tetangga kita orang Yahudi?’. Aku mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda ‘Jibril senantiasa menasehatiku tentang tetangga, hingga aku mengira bahwa tetangga itu akan mendapat bagian harta waris‘” (HR. Al Bukhari dalam Al Adabul Mufrad 78/105, dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih Adabil Mufrad)

Tafsirnya adalah hubungan bertetangga itu amat dekat dan hampir2 mirip dengan hubungan antara pewaris dan ahli waris. Orang Jawa menamakan tetangga itu saudara dipertemukan oleh alamat.

Dalam kaitan dengan pertanyaan di atas, adalah wajar saja dalam posisi sebagai pemilik “hak” atas pohon itu, ada unsur perasaan, kebanggan, dan mungkin saja ada ikatan emosional dengan pohon itu.  Namun, perlu diingat bahwa pohon itu bukanlah keramat.

Harga pohon tidak bisa dibandingkan dengan harga bertetangga.

Ajarannya juga sudah amat sangat jelas sekali.

Monggo !!

halaman asriMemberi Rasa Aman Tetangga. Terkait tanaman blimbing dan jambu.

Pohon apa saja, daunnya biasanya rontok secara alamiah, daunnya jatuh kemana saja terserah alam membawanya.

Bisa di rumah kita, bisa juga di rumah tetangga.

Begitu pun daun yang kering terkadang ada yang nyangkut di pohon itu dan terbawa angin terbang ke arah terserah bagaimana alam semesta di saat kejadian.

 Jika dedaunan itu jatuh ke atap rumah kita dan menyumbat talang, ya itu terserah kita dan itu resiko kita akibat dari yang kita lakukan.

Bukan mustahil, jika daun2 atau bahkan rantingnya jatuh ke lahan/atap tetangga. Apalagii jika memang lokasi menanamnya memang berdekatan dg lahan tetangga.

Daun yang jatuh ke lahan tetangga, bagaimana pun membuat lahan tetangga terkena sesuatu yang dia tidak perbuat, bahkan mungkin tidak diinginkannya. Bisa menyumbat talang atau saluran air.

Dahan keringnya juga bisa menjatuhi benda yang dianggap penting oleh tetangga, misal mobil tetangga, atau bahkan anak kecil atau cucu tetangga yang kebetulan bermain di rumahnya.

Tetangga mendapat resiko dari apa yang ditimbulkan oleh yang kita lakukan.

Mungkin bisa merujuk pada sabda rasulullah ini “Tidak akan masuk surga orang yang tetangganya tidak merasa aman dari gangguannya.” (HR. Muslim no. 46)

Monggo !!

Tetap Bertetangga dengan Hati Baik. Jika tetangga kita orangnya rajin dan bersih, maka sebaiknya kita lebih paham lagi. Jika tetangga kita ada sedikit problem psikologi seperti rasa tidak suka, iri dengki, dsb (entah apapun sebabnya), maka sebaiknya kita lebih paham dan waspada. Jika tetangga kita orangnya toleran dan baik hati, ya Alhamdulillah.

Jika pun ada sebagian tetangga kita buruk perangai, maka cara terbaik yang dapat kita lakukan adalah bersabar dan berdo’a kepada Alloh Ta’ala agar tetangga kita diberi taufik sehingga tidak menyakiti kita. Kita menghibur diri kita dengan sabda Rosululloh,”Ada 3 golongan yang dicintai Alloh. (Salah satunya adalah) seseorang yang memiliki tetangga yang senantiasa menyakitinya, namun dia bersabar menghadapi gangguannya tersebut hingga kematian atau perpisahan memisahkan keduanya” (HR. Ahmad).

http://pixabay.com/id/koran-baca-menginformasikan-243298/

http://pixabay.com/id/koran-baca-menginformasikan-243298/

Hikmah. Kita Perlu Terus Belajar. Kejadian kehidupan orang lain, bisa menjadi pelajaran untuk diambil hikmahnya.

Terkait tanaman, gara-gara soal pohon, beberapa kejadian di negri kita, bisa menjadi pelajaran.

  • Ada tetangga yang dikriminalkan gara2 menebang pohon tetangga.
  • Ada ibu kandung yang dikriminalkan oleh anaknya gara2 nebang  di lahan sendiri,
  • dsb.

Perkara ini memang gampang2 susah.

Mirip kita punya binatang peliharaan  yang kotorannya atau baunya boleh jadi nyampe ke rumah tetangga.

Orang di Jawa, mengistilahkan sebagai Tepa Salira ( tepo sliro ).

Wallohua’lam

Begitu apa begitu ya ?

Ya Emangbegitu.

Bagaimana ajaran rokhmatan lil ‘alamin dalam kaitan bertetangga, mungkin bisa tengok situs ini http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/akhlak-islami-dalam-bertetangga.html.

Scroll To Top