Sekilas Info
Home | Inspirasi | GOLPUT

GOLPUT

Dari ilmu “niteni” melalui buku catatan belanja rumah tangga, ternyata antara tahun 1998 sampai 2014, harga2 TIDAK BERUBAH !!………. nggak percaya kan ?  Ini bermanfaat bagi para haters, lovers, timses, sampai capres/cawapres serta para Golput ( Golongan Pemilih Usia Teeneger ) . 

Angka ini tentu tidak persis benar, karena semua ini hanya berdasar catatan a la buku catatan belanja rumah tangga, harga tercatat adalah harga end user berdasar struk toko di Jakarta, bukan harga distributor atau pun harga grosiran, juga bukan harga obral.  Meski demikian, tentulah amat relatip.

Mudah2an memberikan gambaran bagaimana situasinya, untuk perbaikan pengelolaan Indonesia ke depan, baik untuk meningkatkan kemakmuran negara maupun kemakmuran seluruh rakyat Indonesia (bukan bangsa/negara lain)..

gulakuKebutuhan Rumahtangga. Ini adalah gambaran sekilas bagaimana harga kebutuhan rumahtangga dalam 16 tahun terakhir yang TIDAK ILMIAH, hanya berdasar ilmu “niteni”.

Contoh gula pasir  di tahun 1998 tercatat di buku belanja rumahtangga adalah  Rp.1.800 per Kg, sekarang (2014) tercatat Rp. 11.900,-. Gas elpiji : tahun 1998 Rp 19.000,- sekarang (thn 2014) sebesar 105.000. Anda mungkin punya catatan belanja a la buku catatan rumah tangga – lebih lengkap, seperti berapa tarip angkot di Jakarta tahun 1998 dan berapa sekarang, terus semangkok bakso gepeng di warung yang sama di Jakarta dan kini telah berubah berapa kali lipat, dsb.

Hasilnya ?

Ternyata TIDAK ADA KENAIKAN HARGA, hanya berubah angkanya (bukan kenaikan harga ya ) menjadi 5 sampai 6 kali lipat, nol-nya menjadi bertambah.

http://www.dreamstime.com/stock-photography-vintage-styled-barber-shop-background-vector-illustration-image32448822

Small Fashion.  Ongkos pangkas rambut di kelas barber yang sama tahun 1998 sekitar Rp.3.500, sekarang (tahun 2014) sebesar Rp.25.000. Pijat/Urut di tempat pijat yang kelasnya sama : tahun 1998 Rp.5.000,- sekarang (2014) Rp. 45.000. Anda mungkin punya catatan belanja a la buku catatan rumah tangga – lebih lengkap, seperti berapa facial di Jakarta tahun 1998 dan berapa sekarang, cream malam merk yang sama tahun 1998 berapa di Jakarta dan kini telah berubah berapa kali lipat, dsb.

Hasilnya ?

Ternyata TIDAK ADA KENAIKAN HARGA, hanya berubah angkanya (bukan kenaikan harga ya ) menjadi 5 sampai 6 kali lipat, nol-nya menjadi bertambah.

Sebenarnya apakah memang demikian yang akan juga dituju oleh para kandidat Capres/Cawapres bersama para danyang serta sentono dalem ?

http://tilulas.com/2014/06/09/debat-capres-dan-cawapres/

http://tilulas.com/2014/06/09/debat-capres-dan-cawapres/

Tanya dan Usul. Pertama, salut untuk panitia debat yang membangun tradisi politik baru, telah memberikan langkah pertama untuk membangun demokrasi dimana (1) kandidat akan secara jelas menyampaikan komitmennya, forum menggali lebih dalam agar publik bisa menangkap cara berpikir sampai “urat syaraf”  para kandidat itu – semacam bedah forensik atau bedah buku. (2) publik bisa menyaksikan/terlibat dalam proses “bedah forensik/bedah buku” itu, sehingga (mudah-mudahan) memiliki gambaran yang bisa menjadi bekal dalam menentukan pilihan. (3) terekam dalam alam semesta secara massive, sehingga  (ke depan)  bermanfaat untuk pengontrolan jalannya pengelolaan negara dalam menuju tujuan bernegara.

Akan secara merata terbangun sistem pengontrolan yang berdasar berbagai elemen kompleks manusia ( akhlak, logika, cinta, dsb),  menuju tujuan bernegara (makmur yang berkeadilan, kemanusiaan yang beradab, menjaga persatuan, musyawarah untuk mufakat, dsb) serta dilandasi pada kesadaran pada hubungan dengan al Khalik (habbul minna  Allah) serta harmoni kehidupan semesta (habbul minna al-nas).

Akan mengurangi budaya emosional sarkastik desktruktip, membangun diskusi positip konstruktip (bukan asal mbacot, bukan pula pokoke, bukan karena benci, bukan pula karena kultus/memuja, bukan karena sok pinter, bukan pula jadi keblinger), menginisiasi budaya ksatria sejati sekaligus mengurangi generasi rewel bin bawel, mereduksi potensi anarki, mencegah elit yang mabok cukrik, elit yang bikin banjir, elit yang mengemplang pajak, elit yang membelokan aliran uang negara/uang rakyat, intruder yang potensi membelokan sejarah dan arah negara.

Mudah-mudahan ini merupakan penguatan dari proses pembangunan bangsa Indonesia yang lebih baik, dan jika berhasil, adalah wajar jika bisa menjadi rujukan berbagai negri lain.

Aku Cinta Indonesia

Kedua, untuk kedua Capres/Cawapres, atau timsesnya, mohon tanya sekaligus usul yang  selengkapnya di bawah ini ( Terinspirasi dari halaman depan dari harian Republika, edisi 11 Juni 2014).

Prabowo hatta paparan di republika 11 juni 2014 Timses PrabowoHatta. Tanya dong, sekaligus usul boleh kan: Satu dari sekian janji/komitmen pasangan ini adalah ” Menaikkan standar kualitas hidup para pemimpin/pejabat dan aparatur negara, agar tidak korupsi. Gaji hakim agung, menteri, walikota, polisi, jaksa, dan PNS akan dinaikan”.

Apakah yang dimaksud dengan komitmen ini intinya adalah : pemberantasan korupsi dilakukan dengan cara menaikkan gaji ? kalau YA, maka terkesan kurang memahami akar permasalahan dan sifat manusia, terkesan lebih kepada tag-line untuk pencitraan serta substansinya tidak tepat.

Setahu saya,  korupsi itu nggak ada hubungannya dg gaji besar atau gaji kecil, namun lebih pada keserakahan yang bersangkutan.

Kebanyakan koruptor malah sudah mirip Fir’aun atau Qorun yang sudah tertimbun harta (dalam hal ini adalah What time period does Hair drug test testing cover? It takes approximately 7-10 days from the time of drug use for the effected Hair drug test to grow above the scalp. harta jarahan, harta colongan, bukan harta jariyah bukan pula harta celengan ).

Korupsi itu karena Serakah, dan itu soal akhlaq yg buruk, soal moral yg buruk.

Kembalikan saja pada pemikiran para pendiri bangsa INDONESIA (bukan bangsa/negara lain) bahwa masalah moral masalah akhlaq  MEMANG tugas Pemimpin. Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya.

Manusia serakah, dalam hitungan micro atau nano second, mampu mengubah perintah manipulatip menjadi tindakan korupsi dengan segala justifikasinya.

Sekali lagi ini soal moral, ini soal akhlaq.

Jika pengelolaan negara bagus dan menjadikan negaranya punya cadangan devisa banyak alias negaranya makmur, maka disitulah  peran  pemimpin  untuk  membagi  secara  adil  kemakmuran yang dicapai itu  kepada  semua  rakyat  INDONESIA  (bukan pihak asing, bangsa/negara lain), termasuk menaikkan gaji PNS.

1512305_300Misal, jika devisa negara kecil sementara hobi ngutangnya mencapai beberapakali lipat cadangan devisanya, maka sebaiknya pemerintahan baru (siapapun pemenangnya) untuk melakukan “revolusi berpikir/otak” dan “revolusi ngrumansani/menthal”  lalu berani ngrekasa (berupaya sungguh2 semaksimal mungkin) – merujuk pada cipta rasa dan karsa yang bener2 untuk memajukan negara.

Mengupayakan secara kesisteman agar kekayaan alam, benar2 dikelola untuk menjadikan hutang semakin kecil dan cadangan devisa semakin banyak dan rasio pun semakin membaik. Ujungnya negara makmur rakyat sejahtera sentosa pemimpinnya ASLI dicintai rakyatnya.

Nggak keliru2 amat  jika bermimpi suatu ketika IMF atau Bank Dunia lah yang akan pinjam ke Indonesia (namanya juga revolusi kan ?).

Gaji yang terus dinaikan secara asal-asalan, akan membuat pajak dinaikan, akan membuat harga2 juga melambung.  Tanpa pengendalian nilai tukar yang terkelola dg baik dan menyeluruh (amanah), hanya akan membawa kondisi menuju “beli 5 ekor ikan kembung di pasar, dengan NILAI uang yang nol-nya buanyak”.

Pajak naik itu nggak masalah bagi pedagang/pengusaha, karena akan dibebankan kepada konsumen. Konsumen yang PNS atau yang masuk dalam kategori gajinya dinaikan, akan juga sedikit nggak terasa karena gajinya relatip naik bersama naiknya harga (sering2 duluan naiknya harga terus akan dinaikan lagi setelah gaji dinaikan).

http://marscellthebest.blogspot.com/2012/08/keuntungan-kita-yang-orang-miskin.html

http://marscellthebest.blogspot.com/2012/08/keuntungan-kita-yang-orang-miskin.html

Buruh/pekerja non kantor negara akan mengkonsolidasi untuk demo menuntut kenaikan UMR, dan kalau nggak dipenuhi akan membuat tindakan yang bukan sekedar demo. Jika tuntutan dikabulkan, maka disisi buruh/pekerja relatip sudah tersolusi, meski membuat tekanan baru di sisi pengusaha. Namun pengusaha/pedagang juga kembali lagi dapat membebankan tambahan pengeluaran itu (akibat gaji buruh/pekerja yg telah naik) kepada konsumen.

Pertanyaannya : lalu siapa yang mikirin dan menanggung rakyat di luar itu yang  jumlahnya lebih banyak (artinya suara ke anda juga banyak) ? Apakah masih berpikir akan disolusi dengan BLT ? bukankah sudah banyak disaksikan dan diberitakan media bahwa BLT selain menjadi instrumen politik, juga merusak budaya, menyuburkan mental pengemis, mental pemprotes, mental malas, dan mengundang setan kredit (kredit motor, kredit kulkas, kredit tv, dsb) ?

atau, itukah konsep yang akan dijalan untuk memperbanyak jumlah wong cilik dan melanggengkan tradisi blusukan ? karena jumlah orang miskin terus bertambah, tempat tinggal mereka di tempat yang mblusuk-mblusuk seperti itu?

Mudah-2an, semua ini hanyalah kekeliruan saya dalam “niteni”, monggo ! karena andalah yang lebih paham.

Mohon dipikir ulang terkait ini. Mohon maaf atas kekurangan saya, billahi taufik wal hidayah, wassalamu’alaikum wa rokhmatullahi wa barokatuh.

Begitu apa begitu  ya ?  Ya Emangbegitu

Jokowi Jk paparan 2014 republika 11 juni 2014Timses JokowiJk. Tanya dong, sekaligus usul boleh kan:Satu dari sekian janji/komitmen pasangan ini adalah melanggengkan tradisi baru politik dengan tidak mengajukan ketua umum partai menjadi capres.

Apakah yang dimaksud dengan komitmen ini intinya adalah : ingin membangun legacy politik baru dengan momen pihak lain mengusung capres/cawapres dari ketua partai atau menjelaskan ke publik bahwa pemerintahan incumbent juga demikian ?

Jikalau YA, maka terkesan kurang memikirkan konstelasi dan lingkungan politik serta substansinya tidak strategis bagi pembangunan bangsa ke depan.

Setahu saya, menjadi presiden itu adalah hak dasar semua rakyat Indonesia, termasuk  ketua partai.   Pemikiran demikian, dapat menjurus pada pelanggaran hak-hak dasar rakyat Indonesia (HAM)  terhadap penduduk asli oleh bangsa sendiri di alam demokrasi.

Ketua partai (PDIP, Demokrat, Golkar, Gerindra, PAN, dsb ) sampai saat ini adalah  rakyat asli Indonesia. Yang perlu diwaspadai adalah AD/ART partai. Jika AD/ART yang sangat terbuka, akan sangat memungkinkan ketua partai bukan penduduk asli Indonesia. Dan … ujungnya andalah yang lebih paham.

http://adrianynwa.blogspot.com/2013/03/sejarah-ham-di-indonesia.html

http://adrianynwa.blogspot.com/2013/03/sejarah-ham-di-indonesia.html

Jika ini dibiarkan, maka secara perlahan akan membuka kesempatan pemusnahan peran-peran strategis bagi penduduk asli Indonesia.    Jangan sampai terlambat, sebab pemusnahan seperti ini, berlangsung melalui cara yang lebih soft dan seolah menyenangkan. Bahkan orang yang merasa paling religius pun atau orang yang gelarnya bertumpuk-tumpuk pun, amat dimungkinkan terkesima dan lengah, sangking soft dan “mempesona”-nya .

Ujungnya  ? ya gigit jari dan tetap jadi wong cilik serta tinggal di tempat2 yang mblusuk itu. Itu sebaiknya yang harus dipikirkan.

Jadi, kembalikan saja pada pemikiran2 dasar para pendiri bangsa INDONESIA (bukan bangsa dan negara lain), agar sejalan dengan jiwa dan semangat UUD 1945.

Jika ketua partai secara sistemik membangun dynasty, itu yang sebaiknya TIDAK menjadi tradisi. Karena (membangun dysnasty yang menguasai negri) itu bertentangan dengan asas demokrasi dan jiwa mula munculnya demokrasi, serta mengkhianati pahlawan reformasi ( KKN= Korupsi Kolusi dan Nepotisme).

Membangun legacy baru yang sifatnya menjaga sustaibality pertumbuhan Indonesia ke depan. Misal ( ini misal atau sekedar contoh saja ) : sustainability ketahanan ipoleksosbud hankam INDONESIA ( mohon maaf, ini memang mengambil istilah orde baru), dengan pebaikan menthal secara revolusioner sekalipun ya silakan.

Misal (mohon maaf ini sekedar misal) :

(1) mengembangkan demokrasi asli Indonesia (bukan otoritarianism, bukan demokrasi dari negri yg penduduk aslinya nyaris hilang, bukan demokrasi pura-pura, dsb),

(2) mewujudkan cita-cita bangsa sendiri (para pendiri bangsa sampai para pakar bangsa sendiri) melalui menjabarkan konsep dan jiwa UUD 1945 yag dijiwai : ketuhanan yang mahaesa,  kemanusiaan yg adil dan beradab dan perdamaian dunia dan menghilangkan penjajahan (membangun legacy/melanggengkan pemerintahan yang tidak memperlakukan oposisi secara semena-mena; membangun legacy legacy sebagai pemerintahan yang tidak menganut ataupun mempersilakan adu-domba antar saudara sendiri berdalih diskriminasi, dsb).

http://prosperity.com/#!/about

http://prosperity.com/#!/about

Kalau “dititeni” benar2, kok sepertinya justru ada gerakan yang secara sistemik akan menghapus peran2 strategis penduduk asli Indonesia dan mengembalikan strata sosial (diskriminasi baru) bagai penjelmaan dari jiwa yang ada di wetboek van strafrecht  dan Burgerlijk Wetboek voor Indonesie serta menyubukan ekspor babu. Bukankah bung Karno telah mewanti-wanti untuk waspadai kembalinya penjahan baru ?

MONGGO LHO DICERMATI dengan bener-bener. jangan karena kebelet sesuatu atau sibuk mbakar2 petasan, eh …………. lantas yang strategis untuk saudara2 sendiri malah ilang digondhol kucing garong.

Jangan sampai blusukan dan wong cilik justru akan TERKESAN hanya ingiiiiiiin/akan memperkokoh status mereka untuk tetap (sustain) bertempat tinggal di daerah yang mblusuk-mblusuk seperti itu dan tetap jadi wong cilik (marginal, hanya dibutuhkan saat pemilu saj, dll).

Apakah membiarkan keberlangsungan seperti ini tidak melanggar HAM ? tengoklah di hati paling dalam. Jangan sampai akhirnya penggeloraan semboyan sebagai yang memiliki hati (nurani), sekedar slogan dan omong kosong yang justru berbeda antara janji yang diucapkan dengan gejolak di hatinurani dn ……… kenyataan yg dikerjakan.

(3) sustainability ipoleksosbud hankam INDONESIA akan menghemat “energy” dan waktu  negara dan bangsa untuk bertumbuh kuat, terhindar dari upaya pihak mana pun yang ingin membonsai atau membuat Indonesia layu sebelum berkembang.

Membuka kesempatan seluas-2nya bagi penduduk asli terbaik (dari Sabang sampai Merauke) untuk berperan di tempat strategis, harus digalakkan secara nyata, bukan sekedar orasi atau janji palsu atau perilaku serigala berbulu domba.

Secara nyata pula membangun sistem yang mencegah pembangunan dynasty dan berbagai penyakit demokrasi turunan dari KKN. Salah satunya adalah memperkuat KPK  dan menjaga agar lembaga ini selalu diisi oleh anak bangsa terbaik lahir bathin jiwa raga, asli jujurnya asli nasionalisme asli religinya.

Dan ini dijadikan komitmen, minimal sebagai niyat tulus, bukan sekedar orasi atau janji palsu.

Mudah-mudahan semua ini hanyalah kekeliruan saya dalam “niteni”, karena Andalah yang lebih paham.

Mohon dipikir ulang terkait ini. Mohon maaf atas kekurangan saya, billahi taufik wal hidayah, wassalamu’alaikum wa rokhmatullahi wa barokatuh.

Begitu apa begitu  ya ? Ya Emangbegitu

 

http://quoteko.com/indonesia-population-demographics.html

http://quoteko.com/indonesia-population-demographics.html

GOLPUT.  Bagaimana gambaran potensi pemilih dari segi usia, monggo cermati.  Usia 16 tahun sampai 40 menurut data ini sepertinya besar.

 

 

Marilah pada waktunya kita menuju TPS di masing-masing domisilinya,

untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden 2014-2019.

 

 

 

 

 

 

video di bawah ini untuk relaksasi sajah yah ….. monggo .


yg ini OK juga  :

 

Ya Emangbegitu

 

Scroll To Top