Sekilas Info
Home | Inspirasi | TAWHAYS

TAWHAYS

Jika berhasil  merasa senang, jika gagal merasa  menderita. Itu adalah cukilan dari indikator kinerja syahwat. Apapaun itu !!!!  bisa syahwat harta, syahwat tahta/syahwat politik, syahwat seksual. ………………………..

 

Pengertian Syahwat. Syahwat,  adalah ke­cenderungan jiwa terhadap apa yang dikehendakinya, suatu potensi keinginan manusia.  Kecenderungan manusia kepada kesenangan seksual, harta benda dan kenyamanan, dalam kitab suci yang bisa dilihat dalam realita, syahwat itu manusiawi.  Kata syahwat ini berasal dari bahasa Arab syahiya-syaha yasyha – syahwatan, secara lughawi (bahasa) syahwat berarti menyukai dan menyenangi.

business-commerce-careers_service-ambition-goals-life_ambition-careers_advice-mfl0318l

http://www.cartoonstock.com/directory/l/life_ambition.asp

Syahwat itu bisa terlandasi oleh nilai2 baik (sholeh, mulia), juga bisa dilandasi oleh yang sebaliknya.  Nilai2 baik, mulia, sholeh akan membuat jiwa manusia itu berkembang, terbangun kapasitas jiwanya.  Kapasitas jiwa yang besar akan memungkinkan manusia mampu mengendalikan syahwatnya.  Konon, orang yang kapasitas jiwanya kecil, apabila tidak terpenuhinya dorongan syahwat dapat menggerakkan perilaku secara menyimpang.

Sebagian manusia, kapasitas jiwanya tidak berkembang melebihi atau minimal sejalan perkembangan syahwatnya. Entah karena ketidak tahuan atau memang tidak mau menunmbuhkan jiwanya atau “kebodohan”-nya. Banyak kemungkinan yang mendasari. Memang belum ada penelitian mendalam di Anemia terkait ini. Konon, kapasitas jiwa manusia itu akan bertumbuh jika dipupuk dengan nlai2 luhur (ahlaq karim, budhi luhur), dengan melakukan pekerti luhur (amal sholeh), dengan menghormati serta memuliakan ibunya/orangtuanya, dan berbagai amalan mulia/pekerti luhur.

Rasulullah salallahu ‘alaihi wassalam di utus oleh NYA antara lain untuk pemuliaan akhlaq. Namun sebagian manusia atau bahkan yang mengaku sebagai pengikutnya,  malah memandang ahlaq itu tidak penting, pembangunan jiwa itu tidak penting. Apakah karena itu sehingga banyak tokoh negri Anemia yang kapasitas jiwanya terbonsai, sementara kapasitas syahwatnya justru bertumbuh secara dahsyat.

Contohnya banyak. Jika warga Anemia mau melihat sejenak dimana ada sebagian dari mereka yang sedang digarap oleh Komisi Pemberantas Penjarah Uang Negara/Rakyat – KPPUN/R ( “sedang digarap” itu istilah dari tokoh politik di Anemia), boleh jadi itu akibat kapasitas jiwa mereka terlalu kecil ketimbang pertumbuhan dan volume syahwatnya.  Warga Anemia, bisa belajar banyak ke negri Indonesia.

Pesan Para Founding Negri. Jika demikian adanya, maka warga Anemia semestinya bisa berterima kasih dan menyatakan salute kepada beberapa tokoh pendiri Indonesia yang secara awal sudah memberikan ketegasan “Bangunlah Jiwanya, Bangunlah Badannya”.  Mereka yang terkadang oleh sebagian orang dipandang sebagai tidak paham kitab suci, ternyata malah sudah mempraktekannya, membangun konsep yang membumi di negri Indonesia, sebagaimana salah satu bait dari lagu “Indonesia Raya”.

ksatrian indonesia

http://www.ngomik.com/mural/468334/saya-mau-promo-udah-lama-nggak-ngomik-gravity-poster-perjuangan-the-sna-ch-4

Selengkapnya bait itu adalah “Bangunlah Jiwanya, Bangunlah Badannya, Untuk Indonesia Raya”. Para pejuang kemerdekaan dan faounding negri itu banyak dari kalangan santri dan kyai (yang asli kyai alias kyai tulen).  Bung Tomo yang asli arek Suroboyo, jelas2 menggelorakan semangat juang dengan pekik berketuhanan.

Moral/Jiwanya OK, Badan/Raganya OK  untuk memajukan Indonesia menjadi Indonesia Raya. Itu pesan dari para pendiri Indonesia dari intisari perjuangan para syuhada kemerdekaan sejak jaman Boedi Utomo, Soempah Pemoeda sampai akhirnya bisa memproklamasikan Indonesia, yang digubah dalam rangkuman bagus oleh WR Supratman.  Entah apa sebabnya, sebagian seniman dan elit Indonesia sempat menyarankan negara untuk tidak perlu urusin soal moral, seolah ingin berkata “negara dilarang mengurusi soal ahlak”.

Ada beberapa kalangan anak muda Anemia jaman kemarin, sebagian sempat kuliah di perguruan dan sebagian menjadi aktivis di kampus terkenal di Anemia ( kini mereka sebagian mungkin sudah punya posisi atau sebagai pejabat negara Anemia ), sempat membuat plesetan pada satu lagu dari Indonesia yang berjudul “Halo2 Bandung”. Pada bait yang semestinya berbunyi “Mari Bung Rebut Kembali”, diplesetkan sebagai “Mari Bung Rebutan Balung”, dan sepertinya ……………………

Dan sepertinya mereka akhirnya benar2 terpeleset sendiri, telah benar2 telah berubah menjadi seperti anjing atau hyena kelaparan nan rakus. Bukan saja tulang belulang yang mereka makan, namun aspal, jembatan, menara, mobil mewah, rumah sampai insulae grande pun telah dimakannya. Bukan sebatas satu atau dua biji, namun konon ada yang sampai menelan belasan atau bahkan puluhan.  Sebaiknya jika mereka ingin jadi warga negara Indonesia, tidak boleh ! sebab niat dan moralnya sangat buruk dan berbahaya bagi siapa saja.

kartun-korupsi

http://www.ronywijaya.web.id/2013/09/ceramah-aa-gym-koruptor-cinta-dunia.html

Beberapa kengawuran generasi yang suka memplesetkan nilai2 luhur antara lain :  (1) berambisi secara syahwati “mencetak sejarah” tanpa punya kapasitas jiwa yang besar ketimbang syahwatnya, (2) hobby merusak legacy dengan alasan obsolete padahal sejujurnya tidak paham dan tidak punya visi atau visinya ngawur, (3) enggan meneruskan yang baik2 dari pendahulu dengan alasan tantangan dan jaman sudah berubah, padahal sejatinya mentalnya wani piro dan banci tampil, (4) tidak mau berjanji untuk memikirkan negara dan rakyat agar lebih baik dengan alasan janji adalah hutang, padahal aslinya tidak punya komitmen pada kebaikan,  hobby bikin dynasty dengan berbagai alasan yang hanya dirinya yang paham (tentu Allah paham), padahal ketakutan kalau rahasia kerakusannya terbongkar,  dsb.

Mudaha2an saja para generasi penerus Indonesia bisa lebih baik lagi dalam meneruskan nilai2 para founding negri, dalam mengelola negri, dalam memajukan negri, dalam mensejahterakan rakyat, menjaga warwah negri,  dan …………… bisa belajar dari kengawuran sebagian generasi jaman kemarin dari negri Anemia yang telah mempelesetkan hal yang luhur dan akhirnya benar2 terpleset.

 

Ya Emangbegitu

Scroll To Top